
hari ini Ara sangat-sangat bahagia berada di tengah orang yang Ara sayangi. apalagi saat melihat mami dan papinya begitu bahagia saat mengendong Devan dan Devin cucu pertama mereka. tapi Ara juga sedih disaat mereka sedang berkumpul dan semua sedang bahagia tapi Abang pertamanya tidak berada di sini.
" by, aku izin mau ngobrol empat mata sama bang farrel boleh." bisik Ara ke Dafa
" ya bolehlah sayang, orang bang farrel itu Abang kamu masa nggak boleh sih." ucap Dafa.
Ara pun menghampiri abangnya.
" bang boleh bicara berdua gak?" tanya Ara
" ya bolehlah dek."
__ADS_1
" kak Audrey aku pinjam bang farrel sebentar ya." ucap Ara.
kak Audrey hanya mengangguk karena dia sedang sibuk dengan Devan.
Ara pun mengajak abangnya untuk bicara di balkon.
" ada apa dek?" tanya farrel saat mereka sudah berada di balkon.
" adek sedih deh bang di saat adek lagi bahagia tapi adek juga sedih bang. gak ada bang Faris disini." ucap Ara sedih.
" Abang tahu sendiri kan tiba-tiba semuanya berubah. adek gak tahu ada apa?, tapi Adek merasa semakin jauh dengan mami, papi dan bang Faris. sikap mami dan papi tiba-tiba berubah tidak seperti yang adek kenal. tapi mami dan papi saat ini nggak tahu kenapa sehangat seperti dulu. jujur adek binggung." ujar Ara.
__ADS_1
" sama dek, Abang juga binggung kenapa kita jadi makin menjauh ya?" ucap farrel.
" saat adek pindah ke London, mami sama papi suka nanyain Ara gak?." tanya Ara.
" jujur dek kakak baru mengerti kenapa dulu kamu tiba-tiba lebih memilih menghabiskan waktu di luar dari pada di rumah. kamu merasa atau cuma Abang aja, semenjak kamu pindah ke London. sikap otoriter papi itu justru ke Abang. papi menjadi tidak terbantahkan kalau itu menyangkut Nadia. kalau Nadia yang minta papi langsung mengiyakan walaupun itu akan membuat anaknya sendiri membencinya." ucap farrel.
" iya bang, sikap papi berubah semenjak bang Faris melamar kak Nadia. Abang tahu sendiri kalau papi akan menuruti Dan melakukan apa pun demi adek. tapi semua berubah papi lebih menuruti kehendak kak Nadia. makanya adek dulu mengiyakan menikah dengan Dafa agar bisa keluar dari rumah aja bang. " ucap Ara.
" kamu pindah ke London tak lama pun Abang memilih tinggal di asrama jarang pulang hampir tak pernah pulang. Abang pulang saat mau nikah dengan Audrey. dari situ sampai sekarang Abang belum pernah menginjakkan kaki ke rumah. karena abang males ke temu sama Nadia." ucap farrel.
" tapi masih suka ketemuan sama bang Faris kan." tanya Ara.
__ADS_1
" jujur setelah kamu pergi Abang jarang ngobrol sama bang Faris. malah sehabis Abang nikah sama sekali tak ada komunikasi dengan bang Faris. tapi pernah Abang ketemu sama bang Faris di satu tempat. Abang yang melihat bang Faris langsung tersenyum dan ingin menyapa. tapi bang Faris malah membuang muka, Abang kaget kenapa bang Faris membuang muka apa yang salah dengan Abang perasaan Abang gak punya salah sama bang Faris." ucap Dafa.
" masa sih bang Faris membuang muka, bukan bang Faris banget deh." ucap Ara heran.