Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
143


__ADS_3

kurang lebih sudah empat tahun Ara berpisah dengan kedua anak kembarnya Devan dan Devin yang sedang mengikuti pendidikan Akmil. walaupun hampir setiap bulan Ara tak pernah absen untuk menjenguk anaknya tapi Ara cukup kehilangan.


Devan dan Devin sudah lulus Akmil tinggal nunggu wisuda saja. wisuda Devan dan Devin akan di laksanakan Minggu depan. Ara pun menyambutnya dengan senang walaupun setelah itu dia nggak tahu kedua anaknya akan di tempatkan dimana?. yang pasti Ara hanya berdoa yang terbaik untuk anak-anaknya, ya kalau boleh milih Ara menginginkan anaknya di tempatkan sekitar pulau Jawa. kalau masih di sekitar pulau Jawa setidaknya Ara bisa menemui anaknya sewaktu-waktu.


" mah Minggu depan Abang kembar wisuda ya " tanya Fasya


" iya nak, kenapa emangnya?."


" nggak apa-apa kita berangkat kapan?."


" Abang wisudanya hari Senin jadi sabtu sore kita berangkat." ucap mas Tama.


" berarti jumat malam Fasya mau izin yah mau ngumpul di rumahnya Jodi yah." ucap Fasya.


" memang ada acara apa?." tanya mas Tama.


" Jodi ulang tahun sekaligus perpisahan ya Jodi milih melanjutkan sekolahnya di Australia sama Oma dan opanya. Faiz juga ikut kok yah."jelas Fasya. ya Fasya baru saja lulus SMP.

__ADS_1


" ya udah perginya diantar supir dan hanya sampai jam sepuluh gak boleh lebih " ucap mas Tama tegas.


" iya yah."


" Ade boleh pergi nggak yah, kan Abang pergi ke rumah kak Jody. Caca juga mau pergi jalan-jalan sama teman-teman Caca ." ucap Caca.


" nggak boleh diam di rumah atau ayah stop uang jajannya." ucap mas Tama tegas.


" ayah pilih kasih Abang boleh keluar Caca nggak boleh." Rajuk Caca.


mas Tama tak menanggapi rengekan sang putri dia memilih untuk berangkat dinas. mas Tama bangkit dari duduknya dan mencium kening serta pipi Ara. lanjut mas Tama menghampiri putranya Fasya dan Fasya pun mencium tangan ayahnya. selanjutnya mas Tama mencium kening putri tersayangnya yang sedang merajuk.


" ayah pilih kasih." teriak sang putri ketika ayahnya keluar rumah bersama sang mama.


" mas jalan dulu ya, assalamualaikum." pamit mas Tama.


" walaikum salam." jawab Ara

__ADS_1


mobil mas Tama pun berlahan hilang dari pandangan Ara, barulah Ara masuk ke dalam rumah. dan kedua anaknya sudah selesai sarapannya, Ara pun langsung membereskan meja makan di bantu oleh bi Sumi.


" mah Abang ikut mama ke cafe ya." ucap Fasya saat Ara mau naik ke atas.


" tumben kamu mau ikut mama bang." ujar Ara.


" Abang bosen mah di rumah, mendingan Abang ikut mama siapa tahu bisa bantu-bantu mama." ucap Fasya.


" ya udah, kalau mau kamu begitu."


" kalau Abang ikut mama ke cafe berarti Caca juga ikut mama."


" iya, iya sudah sana rapi -rapi mama juga mau siap-siap." ucap Ara dan langsung naik menuju kamarnya.


Fasya dan juga Caca juga langsung ke kamarnya untuk siap-siap. pukul delapan Ara dan kedua anaknya berangkat menuju cafe.jalanan ibukota seperti biasa selalu macet hampir satu jam Ara dan kedua anaknya sampai ke cafe.


mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe menuju ruangan Ara. sampai di ruangan Ara, Fasya dan Caca memilih duduk di sofa sedangkan Ara langsung duduk di meja kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2