
sore ini keluarga besar Ara dan keluarga besar Tama berangkat ke Singapura. Ara, Tama, bang Faris, Kimi, mami dan papi berangkat di antar oleh mang Diman dan juga anaknya said.
di bandara sudah menunggu keluarga besar mas Tama dan juga bang Farrel dan keluarganya. setelah boarding mereka pun masuk ke dalam pesawat. satu setengah jam perjalanan pesawat kami pun landing di bandara Changi.
mereka sudah di jemput pihak hotel tapi sebelum ke hotel mereka pun mampir untuk makan malam dulu. mereka juga janjian dengan papa Gilang dan mama Desy. karena mereka mengantar Devan dan Devin.
" mereka sudah sampai mana yang." tanya Tama.
" masih di jalan."
" dek bukan kamu kan yang minta anak- anak di anterin." tanya papi
" gak Pih, orang rencana Ara baru mau bawa mereka pas kita berangkat ke sentosa island. eh semalam mama telpon anak-anak dianterin ke Ara karena mama dan papa sibuk kasih mereka katanya." ucap Ara
" nggak, papi cuma nggak enak sama Gilang tapi kalau kata kamu begitu ya sudah."
__ADS_1
tak lama mama Desi, Devan, Devin, bi tuti, bi sari dan juga dengan seseorang laki-laki sepupunya Dafa datang.
" mama." teriak mereka yang berlari saat melihat Ara. si kembar pun langsung memeluk Ara.
setelah berbincang sebentar mama Desy pun buru-buru harus pergi lagi.
" bi tuti Sama bi sari ayo kalian pesan aja mau pesan apa?." ucap mami.
bi tuti dan bi sari pun hanya diam saja. ini juga alasannya kenapa Devan dan Devin di antara ke Ara. karena mama Desy dan papa Gilang sibuk dan bi tuti juga bi sari nggak bisa bahasa Inggris jadilah terkadang mereka telat makan karena nggak bisa pesannya.
" dek kakak ikut." ucap kak Audrey.
Ara dan kak Audrey pun membeli tori-tori juga makanan yang lainnya untuk di bawa ke hotel.
setelah makan mereka pun melanjutkan perjalanan ke hotel. anak-anak tidur dengan Ara dan Tama. harusnya mereka tidur dengan papi dan mami tapi mas Tama yang meminta agar mereka tidur dengannya selama berada di Singapura.
__ADS_1
Ara yang sudah cepek memilih untuk tidur lebih awal. sedangkan Tama, Devan dan Devin mereka masih asik bermain.
malam pun berganti pagi, Ara bangun dan bergegas mandi. selesai mandi Ara membangunkan suami dan juga anaknya. senyum merekah kala melihat tiga orang yang saat ini paling Ara cintai masih terbuai dalam mimpi. Ara juga bahagia melihat kedua buah hatinya tidur memeluk Tama yang sekarang menjadi ayah sambungnya.
" selamat pagi para jagoan mama. ayo bangun sudah pagi." ucap Ara membangunkan mereka.
mereka bertiga pun bangun mendengar suara Ara membangunkan mereka. Ara tersenyum bahagia melihat gerakan mereka bisa sama. mereka sama-sama membuka mata setelah itu mengucek mata mereka. dan mereka lanjut mengulet merenggangkan otot mereka. dan mereka melakukan secara bersamaan.
" ayo cepat bangun terus mandi."
" ayo siapa yang mau mandi sama ayah." ajak Tama.
" aku." jawab mereka bersamaan.
mereka pun berjalan masuk kamar mandi. sudah empat puluh menit mereka masih berada di dalam kamar mandi masih asik bermain. Ara ngomel-ngomel baru mereka selesai mandinya.
__ADS_1