Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
71


__ADS_3

pagi ini Ara membawa anak-anaknya pergi ke rumah mertuanya. selama perjalanan si kembar terus saja bernyanyi gembira. dan seperti biasa Ara pasti akan mampir dulu ke toko kue membeli donat.


akhirnya Ara pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah mertuanya.


" assalamualaikum, kakek ,nenek kita datang." teriak si kembar begitu masuk rumah.


" walaikum salam. wah cucu kakek kok teriak-teriak sih." jawab papa Gilang.


" he..he .." Devan dan Devin hanya tertawa.


" assalamualaikum pa." ucap Ara mencium tangan papa mertuanya.


" walaikum salam nak. sehat-sehat kan." ucap papa.


" Alhamdulillah sehat pa."


" wah...wah cucu-cucu nenek sudah datang ternyata." mama yang datang bawa pisang goreng.


" assalamualaikum nenek."


" assalamualaikum nenek."


si kembar mencium tangan neneknya.

__ADS_1


" walaikum salam cucu nenek yang ganteng." jawab mama sambil menciumi keduanya.


" assalamualaikum ma."


" walaikum salam nak, gimana kamu sehat."


" Alhamdulillah sehat ma, belum pada sampai ma."


" Belum masih pada di jalan."


akhirnya aku pun ngobrol dengan kedua mertuaku sampai datang kedua kakak alm.dafa. kami pun temu kangen karena jarang bertemu.


dua hari sudah kami menginap di rumah mama dan papa Gilang. kini kami semua harus kembali pulang ke rumah masing-masing. papa dan mama juga akan kembali ke Bandung.


sebelum pulang keluarga Dafa berbicara serius dengan Ara.


" untuk saat ini Ara belum berpikir ke sana pa. toh Ara juga tidak lagi dekat dengan siapa-siapa. kalau ke depannya biar ikuti jalan Allah aja pah, mah. prioritas sekarang ini masih anak-anak."


" syukurlah kamu tidak menutup diri. kami senang dengarnya."


...........................................


siang ini Ara seperti di sambar petir di siang bolong. tiba-tiba bi tuti menelpon kalau Devan tertabrak motor. Ara pun panik beruntung ada Sheila di sana. jadi Sheila yang mengendarai mobil menuju rumah sakit.

__ADS_1


sampai rumah sakit Ara pun langsung berlari ke IGD. terlihat di sana Devin yang sedang nangis di pangku bi sari, bi tuti, dan dua orang guru sekolah.


" Tuti kenapa Devan bisa tertabrak." tanya


Ara dengan nafas masih ngos-ngosan.


" tadi karena mang Diman ngantar pak Anthony jadi kita naik taksi online jadi kita sedikit terlambat. pas sampai ternyata Devan sudah tertabrak. untung ada bapak-bapak yang nolong." ujar bi tuti.


" maaf mamanya Devin, kami mohon maaf atas kelalaian kami yang mengakibatkan Devan terlaku." salah satu guru si kembar.


" ya sudah Miss, terus Devan dimana?." ucap Ara.


" Devan di dalam bersama pria yang nolongin Devan."


Ara pun masuk ke IGD setelah bertanya ke suster akhirnya Ara menghampiri bangsal anaknya. terlihat anaknya sedang berada dalam dekapan pria berbaju loreng.


deg....


Ara terkejut dengan pria yang sekarang sedang mendekap tubuh anaknya. pria itu melihat ke arah Ara dan mata kami pun bertemu untuk beberapa saat kami membeku sampai suara Devan menyadarkan kami.


" mama..." panggil Devan dengan suara terisak.


Ara pun langsung menghampiri anaknya.

__ADS_1


" mas Tama. gimana keadaan anak Ara mas."


" mau di Rontgen dulu tangannya. biar tahu ada keretakan gak di tulang tangannya." ucap Tama sambil memberikan Devan ke Ara.


__ADS_2