Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
79.


__ADS_3

" om Tama kita mau kemana sih." tanya Devan yang duduk di kursi tengah.


" Devan mau nya kemana?" tanya balik Tama.


" kata mama, om Tama mau ajak kita ke kebun binatang." ucap Devin.


" iya kita mau ke taman safari, oh iya om Tama punya permintaan boleh gak panggilnya jangan om tapi ayah.' ucap Tama melihat kedua bocah itu dari kaca. karena nggak ada jawaban Tama pun mencoba bertanya ke Ara." nggak apa-apa kan agar mereka biasa."


" ayo nak panggil ayah."


" ayah." ucap Devan.


" ayah." ucap Devin.


" terima kasih ya."


Tama pun melajukan mobilnya menuju arah puncak. karena weekend jadi jalanan lumayan ramai sedikit macet. beruntung devan anak yang cukup cerewet jadi suasana mobil lumayan ramai.


sebelum masuk ke taman safari Tama menghentikan mobilnya untuk membeli wortel untuk di berikan kepada hewan yang ada di sana. mereka pun memasuki jalanan yang kanan dan kirinya binatang.


" itu lihat ada rusa." tunjuk Devan.


" Devin mau kasih makan rusa boleh." tanya Devin.


" boleh sayang." jawab Ara.

__ADS_1


mereka berdua memberi makan rusa dengan antusias.


" itu namanya apa om..eh yah." ucap Devin.


" itu namanya kuda Nil ." jawab Tama sambil tersenyum karena Devin memanggilnya ayah.


" sebentar lagi kita masuk area binatang buas. ingat ya jangan ada yang buka kaca." ucap Tama.


" ya yah." jawab mereka serempak.


Ara hanya tersenyum melihat anaknya bisa beradaptasi dengan Tama.


setelah puas keliling dan hari juga sudah siang waktunya mereka makan siang.


" gimana kita makan siang dulu." ucap Tama.


" boleh, Devan..Devin kalian mau lihat panda ga?."


" mau..." jawab mereka serempak.


" tapi mas ke sana kita tidak bisa naik mobil kita naik bis yang sudah di sediakan."


" boleh nggak apa-apa."


akhirnya mereka pun menuju tempat bis yang akan membawa mereka ke istana panda. mas Tama menuntun Devan sedangkan dia menuntun Devin. mereka pun mengantri menunggu bis.

__ADS_1


" ayah mana panda nya?." tanya Devin.


" nanti kita naik bis dulu baru bertemu dengan panda." ucap Tama sambil mengelus rambut Devin.


mereka pun naik bis yang sudah di sediakan oleh pihak taman safari. tak lama mereka pun sampai istana panda.


" ayah lihat ada patung panda besar." tunjuk Devin.


" iya kita makan dulu ya." ajak Tama


mereka pun menuju tempat food court yang ada di sana. mereka pun memesan makanan, setelah mendapatkan makanan yang mereka pesan. mereka pun mencari tempat duduk dan menikmati makanan mereka.


Setelah makan Tama pun mengajak Ara dan kedua anaknya untuk melihat panda dan juga berfoto-foto.setelah selesai mereka pun kembali ke bawah menuju mobil mereka.


karena Devan dan Devin sudah capek dan mengantuk akhirnya Tama memutus untuk pulang. dan benar saja belum jauh dari pintu keluar taman sari mereka sudah tidur. Devan tidur di kursi tengah sedangkan Devin tidur di pangkuan Ara.


" Ra, makasih ya sudah mau jalan hari ini." ucap Tama.


" harusnya Ara mas yang bilang makasih karena sudah bawa Ara dan anak-anak jalan-jalan." ujar Ara.


" sama-sama, mas senang bisa dekat dengan Devan dan Devin. semoga mas bisa amanah menjaga kenang-kenangan dari Dafa." ucap Tama.


berapa saat kemudian Tama tersadar dia takut membuat Ara sedih karena mengukit Dafa.


" maaf , mas gak bermaksud."

__ADS_1


" gak apa-apa mas, kita sama-sama membesarkan mereka sampai sukses."


" amin."


__ADS_2