Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
100.


__ADS_3

setelah sarapan mas Tama pun pamit sarapan.


" ayah berangkat dulu ya, jagoan ayah belajar yang rajin ya di sekolah." ucap mas Tama sambil mencium puncak kepala mereka.


" iya ayah." jawab Devin.


" siap ayah." jawab Devan.


Ara mengantar mas Tama sampai Devan mobil.


" mas berangkat dulu ya. nanti kalau sudah sampai cafe hubungin mas atau chat juga nggak apa-apa." ucap Tama


" iya suamiku, nanti aku hubungi kamu kalau sudah sampai cafe. kamu juga hati-hati." ucap Ara sambil mencium tangan mas Tama.


dan mas Tama sebelum masuk mobil seperti biasa dia mencium kening Ara barulah dia masuk ke mobil. mobil yang mas Tama Kendarai meninggal halaman rumah. Ara pun kembali masuk untuk siap-siap mengantar kedua anaknya sekolah dan dia juga akan ke cafe.


dua puluh menit Ara pun turun melihat kedua anak kembarnya sudah siapa. Devan dan Devin saat ini sudah duduk di kelas 1 SD.


" jagoan mama sudah siap?." mereka berdua mengangguk.


" bi sari, bi tuti Hari ini biar saya aja yang antar jemput Devan dan Devin. bibi di rumah aja."


" baik Bu."


" ayo sayang kita berangkat."

__ADS_1


Ara, Devan dan Devin pun berjalan keluar rumah dan sudah ada mang Idan yang sudah standby. mereka pun masuk ke dalam mobil dan mobil pun membelah jalanan ibukota. mobil pun sampai di sekolah Devan dan Devin. Ara turun mengantar kedua anaknya.


" Devan, Devin nanti pulang mama jemput tunggu di dalam dan jangan keluar gerbang." pesan Ara


" iya ma." ucap kedua bocah itu.


Devan dan Devin mencium tangan Ara dan setelah itu mereka pun masuk ke dalam kelas. sedangkan Ara kembali ke dalam mobil dan meneruskan perjalanannya ke cafe. dua puluh menit Ara pun sampai ke cafe dan dia pun langsung masuk ke ruangannya. ruangannya masih sepi karena Sheila belum datang. dia pun langsung mengecek laporan cafe.tapi sebelumnya dia mengirim pesan ke suaminya Ara tidak menelpon karena tau pasti suaminya sedang apel pagi.


Ara : mas aku sudah sampai di cafe.


setelah mengirim pesan Ara pun langsung mengerjakan pekerjaannya. setengah jam kemudian suaminya telpon.


" assalamualaikum mas."


" walaikum salam, sayang."


" sudah, kamu sudah sampai cafe?."


" iya mas belum lama sampai."


" ya sudah kalau begitu selamat bekerja."


" iya mas juga, assalamualaikum."


" walaikum salam."

__ADS_1


Ara pun melanjutkan pekerjaannya kembali. jam setengah sembilan Sheila datang.


" araaa....aku kangen." teriak Sheila memeluk Ara.


" lebay..."


" kok gitu sih ara serius tau gue kangen." ucap Sheila sambil memanyunkan bibirnya.


" iya...iya sudah sana gue lagi menyelesaikan kerjaan gue soalnya nanti jam sebelas gue harus jemput anak gue." ucap Ara.


" ya kita nggak bisa ngobrol lama dong. gue mau curhat tahu." ucap Sheila.


" sebentar gue kerjain ini dulu,"


" pasti lama kan."


" nggak tinggal dikit lagi."


" ya udah gue tunggu.' ucap Sheila sambil berjalan ke mejanya


dua puluh menit berlalu laporan sudah di cek oleh Ara selesai. melihat Ara sudah selesai mengecek laporan. Sheila langsung menghampiri meja Ara.


" sudah selesai kan." tanya Sheila.


Ara yang melihat Sheila memang seperti butuh bicara dengan dia Langsung menutup laptopnya dan menghadap ke Sheila yang duduk di bangku depan.

__ADS_1


" ya sudah mau curhat apa." ucap ara


__ADS_2