
" ya Allah nyonya, apa yang terjadi?." tanya mang Idan.
" mang cepat bawa kak Ara ke rumah sakit mang." ucap Kimi panik dan berderai air mata.
mang Idan di bantu security pun segera mengangkat Ara ke mobil. tanpa tunggu lama mang idan membawa Ara menuju rumah sakit terdekat. sampai rumah sakit Ara pun di bawa ke IGD.
" neng Kimi lebih baik neng Kimi telpon pak tama"
" ya Allah mang Kimi sampai lupa. tapi Kimi takut mang kak Ara kaya gini karena nolongin Kimi."
" neng Kimi tenang aja pak tama nggak akan marah.' ucap mang Idan menenangkan Kimi. mang Idan tahu gadis tersebut amat sangat ketakutan.
Kimi pun langsung menghubungi mas Tama. mas tama heran karena pertama kalinya Kimi menghubunginya.
" assalamualaikum Kim ada apa?."
" mas...mas Tama ke rumah sakit sekarang ka Ara masuk rumah sakit." terang Ara sambil menangis.
mas Tama yang mendengar Ara masuk rumah sakit seperti di sambar petir.
" rumah sakit mana Kim."
" rumah sakit Medika mas." mas Tama langsung menutup panggilan telepon untuk meminta izin ke komandannya dan kebetulan di sana juga ada Farrel. farrel yang mendengar adik kesayangannya masuk rumah sakit dia pun diberikan izin juga oleh komandannya.
" kenapa Ara bisa masuk rumah sakit tam." tanya Farrel yang Kini menyetir mobil mas Tama.
__ADS_1
" gue nggak tau rel, Kimi yang ngasih tahu Ara masuk rumah sakit."
sedangkan di rumah sakit
" keluarga ibu Naura."
" ya sus saya adik angkatnya."
" silahkan dokter mau bicara."
" begini saya harus melakukan operasi secepatnya untuk menyelamatkan ibu dan bayinya."
" lakukan dok, saya mau bayi dan kakak saya selamat dok."
Kimi pun segera mengurus administrasinya saat Kimi akan kembali ke IGD. Kimi bertemu dengan mas Tama dan bang Farrel.
" Kimi, " seseorang memanggil Kimi, Kimi pun menengok siapa yang manggil ternyata mas Tama dan bang Farrel.
" Kimi dimana Ara Kim." tanya mereka.
" mas Tama maafin Kimi mas kak Ara begini karena Kimi." Kimi menangis karena merasa bersalah.
" kita bicarain itu nanti sekarang gimana Ara."
" maaf mas, tanpa persetujuan mas Tama Kimi menyetujui kak Ara di operasi untuk menyelamatkan ibu dan bayinya karena kalau tidak secepatnya nyawa mereka tak terselamatkan."
__ADS_1
" sekarang dimana Ara Kim." suara mas Tama meninggi.
" di..di ruang IGD mas." jawab Kimi takut dan ikut menyusul mas Tama ke IGD.
" sus saya mau ke temu istri saya pasien bernama Naura." tanya mas Tama ketika sampai di IGD.
" bapa siapanya?"
" saya suaminya sus."
" ibu Naura saat ini mau di bawa ke ruang operasi." ucap suster nggak lama keluar keluar mendorong brankar Ara ke ruang operasi.
" maaf bapak bisa tunggu di luar." ujar suster.
" tapi sus, saya mau dampingi istri saya."
" udah tam, lebih baik kita tunggu di luar biar dokter cepat menangani Ara dan bayinya."
dengan terpaksa mas Tama pun mengikuti ucapan bang farrel. dia duduk di ruang tunggu dengan gelisah.
" Kimi ceritain yang sebenarnya." suara mas Tama datar dan dingin.
Kimi menelan ludahnya takut mendengar suara mas Tama seakan mengintimidasi.
" mas maafin Kimi, tapi sungguh Kimi juga nggak tahu kalau kak Ara ada di sana." ucap Kimi gemetar.
__ADS_1