Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
120.


__ADS_3

tiga bulan kini usia baby Fasya, Fasya tumbuh menjadi bayi yang gembul dan menggemaskan. dan Fasya juga bayi yang anteng tidak rewel benar-benar Ara sangat bersyukur di tambah lagi si kembar sangat perhatian dengan adiknya dia benar-benar menjaga adiknya.


Sheila dan Riko juga sudah menikah dua Minggu yang lalu dan kini Sheila ikut Riko dulu ke Jepang menyelesaikan pekerjaan Riko baru lah mereka menetap lagi di Jakarta.


kak Audrey dia baru saja melahirkan bayi laki-laki tadi pagi dan rencana Ara akan menjenguk kak Audrey ke rumah sakit sambil imunisasi Fasya. Ara berangkat dengan suami dan juga anak-anaknya.


ceklek


" assalamualaikum." kami pun masuk ke dalam ruangan rawat kak Audrey.


" walaikum salam."


" aunty, uncle Freya punya adik baby boy." ucap Freya yang datang menghampiri Ara dengan begitu senangnya.


" Abang kembar Freya juga punya adik Baby boys Sama kaya Abang punya adik Fasya." ucap Freya yang kini menghampiri Abang kembarnya.


" iya nanti Abang kembar, Fasya , sama baby boys kita bakal main bareng." ucap Devin datar


" sama Freya juga Abang Devin."


" kamu kan cewek kalau kita kan boys jadi kita bisa main kali Freya cari teman cewek biar main sendri jangan ganggu kita." ucap Devin yang membuat Devin nangis.


" Abang jangan buat adiknya nangis." ucap Ara.


" Freya sama Abang Devan aja." freya pun langsung berlari ke Devan semua yang di sana hanya geleng-geleng.


" selamat ya kak , bang."


" sama-sama Ra."


" enak kak sudah sepasang."


" makanya ayo nambah bikin adik perempuan buat fasya."


" ya Allah kak Fasya aja baru mau empat bulan."


" ya siapa tahu kan jadi dapat anak perempuan." ledek kak Audrey


" namanya siapa kak?." tanya Ara.


" Faiz hafidz Asnawi Mahesa."


" bagus kak namanya.'


tak lama Ara pun harus membawa Fasya untuk imunisasi karena mas Tama sedang ngobrolnya dengan dandim nya jadi Ara memutuskan untuk sendiri ke ruangan dokter mawar.

__ADS_1


" assalamualaikum dok." kata Ara ketika masuk ruang praktek dokter mawar.


" walaikum salam."


" ayo baby Fasya kita imunisasi dulu ya."


dokter mawar mulai mengimunisasi baby Fasya.


" wow baby Fasya semakin hari semakin gembul aja."


" oh iya dok, semuanya nggak ada apa-apa kan sama baby Fasya."


" nggak ada baby Fasya nggak ada apa-apa semuanya baik."


" oh iya dok aku mau tanya tapi ini masalah pribadi tapi dokter jangan marah ya."


" silahkan saya nggak akan marah kok."


' dok kalau boleh tahu usia dokter berapa?."


" tahun ini usia saya dua puluh enam tahun memangnya kenapa Bu?."


" jangan panggil ibu panggil aja Ara."


" oke, oh iya sudah punya calon dok.' tanya Ara karena dia tahu dokter mawar belum menikah.


" belum Ra, saya belum bisa menggantikan posisinya di hati saya. seseorang yang saya cintai dalam diam." ucap dokter mawar dengan nada sedih.


" maaf dok, dokter kenal dengan Muhammad Faris putra Mahesa." ucap Ara yang sontak membuat dokter mawar kaget.


" kamu kenal kak Faris Ra." tanyanya ragu.


" iya, aku bisa tahu kalau dokter mawar kenal bang Faris karena di setiap postingan bang Faris dokter mawar selau like dan juga komentar di Instagramnya bang Faris."


" kok kamu bisa tahu."


" dokter mawar lucu deh, coba dokter baca nama saya."


" Naura ghayda Az-Zahra Mahesa" dokter mawar langsung menutup mulutnya." maaf saya nggak tahu kamu dari keluarga mahesa."


" nggak apa-apa dok. oh iya dokter masih ada pasien lagi nggak, nggak enak saya kalau kelamaan." ucap Ara.


" sus saya masih ada pasien lagi nggak." tanya dokter mawar ke suster Ina.


" nggak ada dok."

__ADS_1


" ya sudah habis beres-beres kamu langsung pulang aja."


" baik dok."


" aku sudah nggak ada pasien. Ra maaf ya aku suka like dan komen di Instagram kak Faris." ucap dokter mawar.


"dokter bisa kenal bang Faris dari mana?"


" kak Faris itu teman kakak aku saat SMA dan bertemu lagi pas saat di Belanda."


" dokter mawar tinggal di Belanda."


" dulu aku lahir di sini pas kakakku lulus SMA kita semua pindah ke Belanda. aku lupa kapan persisnya kakak ku ketemu kak Faris saat itu kalau nggak salah aku masih SMP tapi aku sudah kagum sama kak Faris tapi saat itu kak Faris sudah punya pacar tapi kak Faris sudah nggak pernah lagi main ke rumah atau menemui kakak aku semenjak kak Faris bilang mau menikahi wanita licik itu."


" wanita licik." potong Ara.


' iya kalau nggak salah namanya Nadia kak Faris bertengkar dengan kakak aku karena wanita licik itu. saat itu kakakku memberitahu siapa wanita itu dan kak Faris marah nggak terima apa yang di bilang oleh kakak aku tentang wanita itu. maka dari itu persahabatan kak Faris dengan kakak aku hancur. tapi aku dan kakak aku cukup kaget saat tahu wanita licik itu gantung diri di penjara."


" dokter mawar suka dengan bang Faris."


dokter mawar menatap lekat Ara dia ragu untuk menjawab.


" bilang aja dok."


" kak Faris adalah orang yang aku cinta dalam diam."


" dokter mawar serius." dokter mawar mengangguk.


" dokter sama kaya aku tahu dulu juga aku pernah mencintai suami aku yang sekarang dalam diam. tapi karena keadaan memaksa aku menikah dengan lelaki yang menjadi ayah dari anak kembar aku."


" maksudnya."


" iya aku menyukai suamiku yang sekarang dari aku SMP kelas dua atau tiga tapi tiba-tiba aku harus di paksa menikah dengan anak sahabat papi aku dan pindah ke London. sampai akhirnya suami dan ayah dari si kembar meninggal dunia.' Ara pun menceritakan secara detail kejadian yang menimpah kami karena ulah Nadia dan Ara juga memberitahukan kalau Nadia itu adik angkat mas Tama.


" ya Allah perempuan itu sungguh benar-benar sinting."


" sudahlah jangan di bahas lagi kami sudah menutup lembaran tersebut bahkan sudah membakarnya agar tak perlu lagi membacanya. oh iya kalau kamu memang mencintai bang Faris dengan tulus dan jangan sakiti dia aku akan bantu kamu biar dekat dengan bang Faris kamu mau kan."


" ya Allah Ra aku tak meminta lebih Ra sudah cukup aku mencintai dia dalam diam, cukup aku melihat dia bahagia walaupun dari jauh ini juga alasan aku pindah ke sini."


" ya sudah, nanti kita sambung lagi sudah kelamaan aku di sini nanti di cariin lagi."


" ya udah aku tunggu."


Ara pun meninggalkan ruangan dokter mawar dan segera kembali ke ruang rawat kak Audrey

__ADS_1


__ADS_2