
sampai rumah ara melihat mami sedang sibuk mempersiapkan untuk lamaran besok. sedangkan bang Faris dan papi sedang ngobrol setelah menyapa mereka Ara pun pergi ke kamarnya. dia tidak ada niatan untuk membantu mami mempersiapkan untuk lamaran bang Faris.
sampai kamar aku merebahkan badan tidak lama ponselku berdering Ara segera mencari keberadaan ponselnya. ternyata masih di dalam tasnya. Riko calling tertera di layar ponsel, Ara langsung mengangkatnya
" hallo ko ada apa?"
" Ra bokap nya Dita meninggal kecelakaan di Semarang dan gue mau nganterin Dita ke Semarang sama mas Riki ( abangnya Riko)."
" ko gue ikut Lo jemput gue "
" tapikan besok acara lamaran bang Faris."
" pokoknya gue ikut Lo jemput gue."
" ya udah habis magrib gue jemput."
Riko pun mengakhiri sambungan teleponnya.
setelah menutup telpon dari riko, Ara pun bergegas ke bawah mencari mami dan papi terlihat mereka sedang duduk di ruang keluarga. Ara pun menghampiri mereka.
" mami, papi ayahnya Dita meninggal kecelakaan" ucap Ara.
__ADS_1
" innalilahi." ucap mami, papi dan bang Faris bersamaan.
" ya udah kita melawat ke tempat nya Dita. ayahnya Dita meninggalnya kenapa? ucap mami.
" kecelakaan di Semarang mi, dan Dita mau berangkat ke Semarang karena di sana keluarga ayahnya Dita berada?." ucap ara
" Dita sama siapa dek ke Semarang nya." tanya mami lagi.
" mau di antar Riko dan mas Riki karena Dita cukup syok jadi Riko gak tega. mami papi Adek boleh ikut gak nemenin Dita kasihan Dita mi Pi pasti terpukul." ucap Ara ragu
" besok Abang kamu lamaran masa kamu pergi dek." ucap papi
" Ara kasihan Pi sama Dita." ucap Ara memohon
Ara yang tidak dapat izin dari papi langsung marah. bagaimana juga Dita sahabat baik Ara, Dita selalu ada buat Ara. Sekarang Dita sedang berduka Ara berharap ada si samping Dita. tapi papinya seperti nya tidak mengerti itu.
" Pi lagian ada gak ada Ara lamaran bang Faris tetap berlangsung kan. tapi Dita sangat membutuhkan Ara Pi setidaknya sepanjang perjalanan Ara bisa nenangin Dita Pi." ucap Ara sedikit berteriak.
" kalau papi bilang ga ya nggak." ucap papi dengan nada tinggi.
" papi jahat, Ara banci papi " Ara langsung berlari dan masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu keras.
__ADS_1
Ara langsung terlungkup di kasur dan menangis. Ara kecewa dengan papinya yang tidak mengerti Ara .
tak lama sang mami ke kamar Ara.
tok...tok...tok
" dek mami boleh masuk?" tanya mami di depan pintu kamar Ara.
Ara yang mendengar ke datang maminya dia hanya diam. Ara malas untuk bicara dengan orang rumah. karena mami pasti akan mendukung papi.
karena tak ada jawaban dari sang anak. mami pun membuka pintu kamar Ara. dilihat sang anak sedang terlungkup di kasur sambil menangis.
" dek sudah ya jangan nangis." sambil mengelus rambut sang anak.
" dek bukan papi nggak ngizinin kamu. tapi di sini kan ada acara penting, acara lamaran Abang kamu. masa kamu lebih mementingkan orang sih dek." ucap mami.
Ara masih malas menanggapi sang mami.
" kamu harus mengerti dong dek. ayo turun minta maaf ke papi. nanti kan Dita ke sini lagi baru kita ke tempat Dita." bujuk mami.
karena tak ada jawaban juga dari sang anak, mami pun mengalah pergi meninggalkan kamar sang anak bungsunya.
__ADS_1
setelah maminya keluar Ara langsung mengunci pintu kamarnya karena dia tidak mau di ganggu.