Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
130.


__ADS_3

Freya dibawa pergi sama Jonathan sebenarnya Freya ketakutan karena Jonathan terlihat sangat marah sekali. tapi tangannya sedikit sakit karena Jonathan memegangnya terlalu erat.


" bang Nathan tangan Frey sakit." ucap Freya pelan karena takut Jonathan akan marah.


" Maaf...maafin bang Nathan ya mana yang sakit." Jonathan berhenti saat Freya mengeluh sakit dan memeriksa tangan Freya.


" Bang Nathan jangan marah dong Freya jadi takut bang Nathan serem kalau marah."


" maafin bang Nathan ya Frey, Abang cuma nggak suka sama mereka sudah ganggu kamu apalagi tadi ada yang berani colek dagu kamu." ucap Jonathan.


" dia cemburu Frey, syukur cuma kamu yang di bawa Nathan pergi. kalau kamu nggak dibawa pergi sudah pasti tuh bocah habis sama Nathan."


" bisa diam gak sih Lo Nandes."


" iya... iya, nih Frey jajanan kamu." ucap Nandes


sampai sana ternyata Devan, Devin sama sakti sudah nunggu.


" kalian dari mana sih." tanya Devin.


" nyusul Freya lagi beli jajanan, eh sampai sana Freya lagi di godain cowok-cowok yang lagi nongkrong di sana." cerocos Nandes


" yang mana orang nya beraninya ganggu Ade gue." ucap Devin


" Tenang Vin udah di urus bodyguard pribadi Freya." ucap Nandes sambil melirik ke Jonathan.


" ya udah mendingan kita pulang." ucap Devan.


mereka pun meninggalkan tempat futsal pulang ke rumah masing-masing.


" than Lo kenapa sih nggak bilang aja ke Freya kalau Lo cinta sama dia gue rasa Devan sama Devin nggak masalah kalau Freya pacaran sama Lo." ucap Nandes yang saat ini berada di mobil Jonathan.


" belum saatnya Des."


" mau sampai kapan? asal Lo tahu cowok-cowok di sekolah banyak yang naksir Freya?" Jonathan langsung menengok ke Nandes dengan tatapan tajam." gue serius Nat gue denger mereka bicara. saat ini mereka sedang mencari tahu Freya siapa? pacarnya Devan atau Devin. Gue rasa saat mereka tahu Freya itu adik sepupunya Devan sana Devin banyak cowok yang ngejar dia dan nembak dia. Dan Lo bakal gigit jari kalau salah satu dari mereka menarik perhatian Freya terus menerima jadi pacarnya.' ucap Nandes mencoba mengompori Jonathan karena Nandes sangat tahu perasaan Jonathan ke Freya.


Jonathan hanya diam saja tanpa berkomentar sampai depan rumah Nandes.


" thanks ya bro atas tumpangannya, dan satu lagi ingat kata-kata gue tadi." ucap Nandes sambil turun dari mobil.


Setelah Nandes turun Jonatan kembali melaju mobilnya menuju rumahnya yang tak jauh dari rumah Nandes. Jonathan terus saja memikirkan kata-kata Nandes. sampai malam pun Jonathan tak bisa tidur karena memikirkan Freya.


Hari ini Jonathan akan bilang ke Devan dan Devin kalau dia bakal mengungkapkan perasaannya ke Freya. Jonathan nggak peduli nantinya Devan sama Devin bakal marah.


Sampai sekolah Jonathan Langsung masuk ke kelas berharap sahabatnya sudah berada di sana. ternyata baru ada sakti yang datang.


" Nat Lo nggak bareng Nandes." tanya sakti saat Jonathan baru saja duduk di bangkunya.


" nggak dia bawa mobil sendiri soalnya nanti dia mau jemput ceweknya dulu."


" sudah pulang si mika."

__ADS_1


" sudah, kalau belum sudah pasti dia nebeng gue."


tak lama Devan, Devin dan Nandes datang.


" Van, Vin ada yang mau gue omongin sama Lo berdua." ucap Jonathan sambil menatap Devan dan Devin.


" Lo mau ngomong apa kayanya serius nih."


" terserah lo bakal marah sama gue atau mau mukulin gue terserah."


" ngomong aja Nat jangan berbelit-belit." ucap Devan datar.


" Van, Vin nanti pulang sekolah gue mau ungkapin perasaan gue ke Freya."


" Lo serius." tanya Devin


Jonathan mengangguk


" gue bakal dukung lo." ucap Devin karena Devin percaya Jonathan bakal menyayangi Freya.


" Van Lo nggak setuju ya." tanya Jonathan lesu karena Devan tak bicara sepatah kata pun.


" gue nunggu keputusan Freya aja kalau Freya suka sama Lo, dan kalau Freya mau jadi pacar Lo. gue cuma minta satu jagain dia jangan sakiti dia kalau Lo berani sakiti dia Lo berhadapan dengan gue." ucap Devan tegas.


" siap." ucap Jonathan lega.


pulang sekolah mereka janjian akan main Devan dan Devin karena akan membahas rencana mereka akan membuat usaha. Devan, Devin dan Freya satu mobil, Jonathan dan sakti pakai masing-masing. Sedangkan Nandes dia menjemput mika dulu.


" dadah Freya pulang dulu." pamit Freya.


" Jangan lupa balik lagi kemari. " teriak sakti.


" siap." di balas teriakan lagi oleh Freya.


" assalamualaikum." ucap mereka memasuki rumah.


" walaikum salam, eh ada Nathan Sama sakti kok Nandes nggak ikut." tanya Ara sambil mereka mencium tangan Ara


" Nandes jemput mika dulu mah." jawab Devin.


" cantiknya bang sakti lagi ngapain." ucap sakti yang melihat Caca sedang menyusun Lego.


" Caca lagi bikin Lego bang sakti."


" emang kamu bisa dek." tanya bang Devan.


" kan nanti kalau Caca nggak bisa ada Abang kembar sama Abang fasya."


" nyusahin." celetuk Fasya yang baru datang dari dapur membawa minum.


" Abang fasya ikhlas gak sih bantuin Caca." ucap Caca sewot.

__ADS_1


" bantuin dari mana sih Caca orang dari tadi Abang yang ngerjain.."


" hiks...hiks ... mama Abang Fasya nakal."


" makanya tadi mama sudah bilang kalau mau beli Lego harus kerjain sendiri."


" tapi kalau Caca ngerjain sendiri lama selesainya."


" ya nggak apa-apa dong dek." ucap Devan sambil mengusap kepala Caca.


" kalau lama Caca nggak bisa pamer ke Kimora."


" sudah ku duga." ucap Fasya pasrah.


" udah kerjain dulu Fas nanti biar Abang bantuin." ucap Devan.


" sudah-sudah, Abang kembar sana ganti baju kalian terus ajak sakti sama Nathan makan."


" iya mah." si kembar pun pergi ke kamarnya untuk mengganti baju. Selesai ganti baju si kembar pun mengajak sakti dan Jonathan untuk makan.


tak lama Nandes dan mika datang.


" assalamualaikum."


" walaikum salam."


" apa kabar mama Ara." tanya mika dan Nandes sambil mencium tangan Ara.


" Alhamdulillah, mama baik."


" oh iya mah ini ada oleh-oleh kemarin mika habis jenguk kakek di Jepang."


" wah terima kasih ya mik."


" sama- sama mah."


" buat Caca ada gak kak mika." celetuk Caca


" ada buat mika ada didalam situ juga."


" asik..." jawab Caca senang.


" oh iya kalian langsung aja kebelakang yang lain ada di taman belakang."


" kalau gitu kita masuk ya mah." ucap mereka berdua lalu pergi menuju taman belakang.


" ini dia yang di tunggu." ucap sakti saat melihat mika dan Nandes datang.


" sorry ya Tadi Nandes nunggu mika dulu." ucap mika nggak enak dengan yang lain.


" ya ilah mik, gue becanda kali." ucap sakti.

__ADS_1


" sudah-sudah nih oleh-oleh dari mika mau nggak." ucap Nandes sambil memberikan paper bag ke mereka


__ADS_2