
Loe punya nomor teleponnya?" tanya langit.
" punya dapat dari Farrel, kemarin Farrel tiba-tiba ngasih nomor teleponnya."
" wah berarti sudah dapat lampu hijau dari abangnya. coba sekarang Loe chat dia." ucap langit.
" gue harus chat apa? kalau dia nggak merespon gimana."
" sini mana hp Lo gue yang ketik." Tama pun memberikan ponselnya ke langit." yang mana nih nomornya."
" yang tulisan love."
Tama. : selamat malam lagi apa (Tama)
Ara : oh mas Tama, ini lagi ngajarin anak anak belajar nulis.
Tama : berarti mas ganggu ya.
Ara : nggak juga sih mas, memangnya ada yang penting
Tama. : nggak cuma pingin ngobrol aja. ya sudah kamu lanjut aja ngajarin anak-anak kamu. lain kali mas hubungi lagi nggak apa-apa kan.
Ara : iya mas silahkan.
" nih sudah dapat lampu hijau dari Ara jadi Loe bisa sering chat atau telpon dia." ujar langit sambil memberikan ponsel mas Tama.
__ADS_1
" makasih ya, ngit."
" udah ah gue masuk dulu mau tidur besok gue harus subuh-subuh ke bandara." langit pun masuk ke dalam rumah.
tak lama Tama pun menyusul adiknya masuk.
Tama end
...........................................
POV mama Widya
mama Widya terus memperhatikan putranya saat bertemu dengan anak dari sahabat suaminya itu. Tama terlihat bahagia terkadang mama Widya tak sengaja ke dapatan sang putra sedang tersenyum sendiri. karena penasaran akhirnya mencoba menanyakan ke pada putra keduanya itu.
" mas langit mama boleh bicara sebentar." ucap mama saat mereka masih di meja makan.
" mas kamu tahu gak mas mu itu kayanya suka deh sama Ara anaknya om Anthony." ujar mama Widya.
" tahu mah, sudah dari dulu mas Tama suka sama Ara dari Ara masih sekolah. dulu mas Tama berniat melamar Ara saat Ara lulus SMA tapi ke buru di jodohkan sama Dafa. jadi mas Tama cuma bisa menyimpan rasa cintanya."
" tuh kan firasat mama benar."
" mah coba bicara sama papa bilangin ke om Anthony untuk menjodohkan Ara sama mas Tama." ujar langit.
" iya nanti mama coba ngomong ke papa. mudah-mudahan mereka berjodoh."
__ADS_1
" mama nggak apa-apa dengan status Ara sekarang." tanya langit lagi.
" gak masalah, berarti dapat satu bonus dua.' ujar mama.
akhirnya langit pun pergi menyusul abangnya. sedangkan mama Widya setelah urusan dapur selesai mama Widya pun pergi menemui suaminya yang sedang duduk depan tv sambil membawa teh hangat.
" pah, ini teh nya." mama Widya memberikan hangat kepada suaminya.
" makasih mah."
" pah, ada yang mau mama omongin. mama rasa Tama suka deh sama Ara."
" Ara siapa?."
" anaknya si Anthony.";
" jangan ngaco kamu."
" beneran pah, tadi tuh mama ketemu Ara di toko kue trus kita ngobrol karena pesanannya Ara sudah jadi, jadi dia pamit duluan. dan Tama terus mandangin Ara sampai masuk mobil. dan dia juga senyum- senyum sendiri selama perjalanan pulang."
" serius kamu ma."
" serius pah, mama juga sudah tanya sama langit. kata langit Tama sudah suka sama Ara dari Ara SMA pah. dan rencananya Tama mau menyatakan perasaan dan melamar Ara pas Ara lulus
sekolah. tapi ternyata Ara sudah di jodohkan dengan Dafa. tapi Tama sampai saat ini masih cinta sama Ara."
__ADS_1
" coba nanti papa bilang ke Anthony. mama doain aja."