Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
19. kesal


__ADS_3

pagi ini Ara berangkat ke sekolah sebelum penghuni rumah bangun. dia akan mencari sarapan di jalan sambil menunggu waktu masuk sekolah.


Ara semalam sudah berpikir mungkin dengan cara menerima perjodohan ini setidaknya di bisa keluar dari rumah orang tuanya. yang menurut Ara sekarang ini rumah orang tuanya sangat tidak nyaman.


sebab kalau dia kabur dari rumah sudah di pastikan dengan mudah papinya menemukan nya. setidaknya Dafa cukup baik selama kami kenal. mudah-mudahan Dafa mau menuruti keinginannya untuk kuliah di Inggris.


" Lo kenapa ada masalah." bisik dita ketika kita sedang belajar.


" iya gue sedang tidak baik-baik saja." jawab Ara tidak semangat.


" mau cerita?" tanya Dita.


" pengen cerita sama Lo juga Riko." jawab Ara.


" cuma gue Sama Riko doang." ucap Dita.


di angguk in oleh Ara.


" ya udah nanti gue bakal ngomong ke Riko. nanti jawab nya chat aja biar yang lain gak marah." ucap Dita.

__ADS_1


" makasih ya."


Ara pun kembali fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.


setelah Dita bicara dengan Riko, Dita langsung chat Ara.


📩. Ra gue udah ngomong ke Riko. nanti ngobrolnya di rumah gue aja.


📩. oke. Lo bareng gue atau gimana?


📩. gak gue bareng Riko biar yang lain gak curiga.


bel pulang pun berbunyi, semua siswa berhamburan untuk pulang ke rumah masing-masing. begitu juga dengan Ara dan juga teman-temannya. mereka berjalan menuju parkiran.


Ara pun masuk ke mobil dan mengendarai mobilnya ke rumah Dita. 20 menit perjalanan akhirnya sampai juga di rumah Dita. Dita langsung menyuruh kami masuk.


setelah kami masuk Dita ke dapur untuk membuatkan kami minum.


" jadi gimana Lo cerita in dari awal?" tanya Dita.

__ADS_1


" gue kesel sama orang-orang rumah, gue juga pernah cerita kan gimana gue selalu di anggap ga nurut, dan selalu di banding - bandingkan dengan kakak ipar gue." ucap Ara.


" terus ." tanya Dita.


" oke gue sempat kecewa karena bang Faris mau menikah dengan adiknya mas Tama. gue cuma mikir gimana cara gue agar bisa melupakan perasaan gue ke mas Tama."


" cuma karena mas Tama Loe jadi gak suka sama keluarga Loe sendiri." potong Riko.


" ini gak ada hubungannya dengan mas Tama. sekarang gue tanya sama Loe. kalau tiba-tiba ada orang yang masuk ke kehidupan Loe trus orang itu mengambil semuanya dan menjadikan Loe seperti orang asing di keluarga Loe. menurut loe, Loe nggak akan kesel gitu." ucap Ara meninggi.


" kenapa harus kesel." ucap Riko


" gue gak boleh kesel gitu ko. orang itu tiba-tiba membuat keluarga gue selalu membandingkan gue dengan dia, semenjak ada dia gue di anggap anak yang gak pernah nurut. kapan gue nggak nurut cuma karena gue kabur trus ikut ngantar Dita ke Semarang. trus di anggap anak yang selalu gak nurut gitu. trus tiba - tiba di datang dan minta kamar gue dan nyuruh gue pindah kamar dan orang tua gue langsung mengabulkan tanpa bertanya ke gue. terus gue gak boleh kesel, gue cuma minta bokap buat Nanda tanganin berkas beasiswa gue aja dia nggak mau dia malah bilang lulus sekolah gue harus nikah sama anak sahabatnya. dan juga gue gak boleh marah." ucap Ara dengan emosi.


" itu loe cuma iri aja Ra, karena semua orang lebih sayang ke kakak ipar Lo. harusnya Lo bisa ngertiin, orang tua Lo baru punya menantu jadi mereka berusaha membuat mantunya betah. ayo lah Ra kenapa jadi kaya anak kecil gini sih." kata Riko


Ara yang mendengar jawaban Riko. dia langsung berdiri dan meninggalkan rumah Dita. walaupun mereka mencoba mengejar Ara, Ara yang di selimuti emosi langung menjalankan mobilnya cepat.


Ara kecewa dengan apa yang Riko katakan dia. karena dia juga malas ketemu sahabat nya jadi Ara memutuskan untuk bolos les. dan Ara baru balik lagi ke rumah pukul 10 malam.

__ADS_1


__ADS_2