Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
82


__ADS_3

keluar dari toko maina mereka masuk toko donat yang berada di sebelahnya. setelah itu baru Tama mengantar Ara pulang ke rumah. sampai rumah Ara mengajak Tama untuk mampir dulu memberikan mainan yang tadi di beli secara langsung.


kami pun sampai depan rumah aku dan mas Tama pun langsung turun dari mobil.


" ayo mas masuk." ajak ku


aku dan mas Tama pun masuk kedalam rumah. terlihat kedua jagoan ku sedang bermain dengan Oma dan opanya.


" assalamualaikum."


" walaikum salam."


aku dan mas tama pun mencium tangan mami dan papi


" hallo ayah apa kabar?" sapa Devan.


" iya ayah apa kabar?" timpal Devin.


" kabar Ayah baik. nih ayah punya hadiah, ini buat Devan yang ini buat Devin." ucap Tama memberikan mereka hadiahnya masing-masing.


" makasih ayah." ucap Devan.


" makasih ayah " ucap Devin


mereka pun membuka hadiah dari Tama.


" wah..." ucap Devan senang.


" yeah... Devin juga dapat pistol-pistolan." ucap Devin jingkrak-jingkrak kesenangan.

__ADS_1


" dek nanti kita kasih tahu uncle Farrel."


" iya biar nanti di ajarin nembak." ucap Devin.


" kenapa harus uncle kenapa nggak opa yang ngajarin." ucap papi.


" karena uncle farrel itu seorang tentara opa. iya kan Abang." ucap Devin


" iya opa, uncle itu tentara yang jago nembak katanya.' ucap Devan yang mengiyakan ucapan adik kembarnya.


" opa dulu juga seorang tentara."


" iya opa, kok Devan gak tahu."


" iya Devin juga."


" bukan cuma opa, ayah Tama juga tentara lebih jago dari uncle kalian."


" iya."


" asik berarti kita nggak butuh uncle lagi sudah ada ayah." Devan yang senang langsung memeluk Tama.


" iya nanti aku mau mainnya sama ayah aja." Devin juga ikut memeluk Tama.


" sudah-sudah mama bawa kalian donat."


" asik." ujar mereka serempak.


mereka berdua sibuk memakan donatnya.

__ADS_1


" gimana sudah beres semuanya?." tanya papi.


" sudah Pi." jawab Tama.


" syukurlah kalau begitu."


papi pun mengajak mas Tama ke teras belakang untuk ngobrol entah apa yang mereka obrolin. sedangkan Ara memilih menemani sang buah hati bermain. iya berapa hari ini Ara sibuk untuk nikah kantor sehingga dia jarang bermain dengan Devan dan Devin.


habis shalat ashar berjamaah mas Tama pamit pulang.


" mih, pih Tama pamit dulu ya." ucap Tama mencium tangan papi dan mami.


" iya Tam, salam ya sama mama dan papa." ucap papi.


" Devan, Devin ayah Tama pamit dulu ya." pamit Tama ke Devan dan Devin yang sedang bermain.


" iya yah, hati-hati." ucap Devan mencium tangan Tama.


" nanti Ayah main lagi sama kita ya." ucap Devin.


" iya nanti kita main lagi. sekarang ayah pamit pulang ya." tangan Tama mengacak rambut mereka


" dadah ayah." ucap mereka saat Tama berjalan keluar rumah di temani oleh Ara.


" mas pulang dulu ya." pamit Tama.


" iya mas, mas hati - hati di jalan kalau sudah sampai jangan lupa kasih kabar"


" iya, mas akan hati-hati dan begitu sampai rumah mas bakal menghubungi kamu. " ucap Tama sambil mengelus rambut Ara.

__ADS_1


"hiks..., kebiasaan." gerutu Ara sedangkan Tama hanya tersenyum.


mas Tama pun masuk kedalam mobil setelah itu mobil mas Tama melaju meninggalkan rumah Ara. Ara yang melihat mobil mas Tama sudah menjauh barulah dia kembali masuk ke dalam rumah.


__ADS_2