
pukul satu siang mas Tama tiba di rumah sakit. mas Tama langsung menuju ruang bayi saat menuju ruang bayi mas Tama melihat Ara sedang duduk di bangku depan ruang rawat bayi.
" sayang, kenapa nunggu di sini." tanya mas Tama yang langsung duduk di samping Ara.
" eh.. mas sudah sampai ini aku habis telpon orang rumah kalau baby Fasya mau pulang ke rumah."
" oh... dokter mawar belum selesai operasinya sayang."
" sudah mas hanya dia istirahat dulu untuk makan siang, oh iya ngomong-ngomong mas sudah makan belum."
" belum kamu sendiri."
" aku tadi udah makan tapi sekarang lapar lagi." ucap Ara sambil cengengesan.
" ya udah kita ke kantin aja dulu."
Ara dan mas Tama pun berjalan menuju kantin rumah sakit.
" mas mau makan apa?." tanya Ara.
" kayanya makan soto Betawi enak deh."
" mbak pesan soto Betawi 1, rawonnya 1, minumnya es lemon tea 2."
" udah itu aja mohon di tunggu ya." ucap pelayan itu.
" mas kan Fasya belum di aqiqah gimana kalau hari Minggu aja mas aqiqah nya."
" ide bagus tuh sayang nanti kita bilang ke mami, papi, papa dan mama dulu gimana baiknya."
tak lama pesanan Mereka pun datang, mas Tama dan Ara menikmati makan siang mereka.
" ayo mas, suster Melda sudah chat aku kalau sudah di tunggu dokter mawar di ruangannya." ucap Ara
" ya udah ayo."
Ara dan mas Tama kini sudah berada di ruangannya dokter mawar.
" selamat ya Bu akhirnya bisa kumpul dengan baby Fasya," ujar dokter mawar.
" iya dok, sudah nggak sabar."
" ya sudah sekarang boleh bawa baby Fasya nya di ruang bayi."
" makasih ya dok, kalau begitu kami permisi. assalamualaikum."
__ADS_1
" walaikum salam."
Ara dan mas Tama pun keluar dari ruangan dokter mawar.
" sayang kamu ke ruang bayi aja. mas mau urus administrasinya." ucap mas Tama. dan kami pun berpisah mas Tama ngurus administrasi sedangkan Ara menyiapkan keperluan baby Fasya.
setelah semua sudah administrasi baby Fasya di urus kini Ara pun membawa baby Fasya pulang.
" sus makasih banyak ya sudah ngejaga baby Fasya." ucap Ara.
" sama-sama mom, dadah baby Fasya." ucap mereka.
" ya udah sus kami pamit ya assalamualaikum."
" walaikum salam."
Ara dan mas Tama pun berjalan keluar rumah sakit menuju tempat parkir. sampai di mobil mas Tama membukakan pintu untuk Ara dan membantu Ara untuk duduk dengan nyaman sambil menggendong baby Fasya. setelah itu mas Tama berjalan memutari mobil untuk masuk di pintu pengemudi. setelah di rasa cukup aman mas Tama pun melaju mobilnya meninggalkan rumah sakit memasuki jalanan ibukota.
begitu mobil yang di kendarai mas Tama sampai rumah terlihat mama, papa, mami, papi, Anggia, kak Audrey, Freya dan si kembar sudah menunggu di teras rumah. Mas Tama turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Ara.
" bisa sayang, hati-hati." ucap mas Tama lembut.
" bisa kok mas." Ara turun dari mobil dan berjalan mendekati yang lainnya.
" yeah Dede Fasya pulang." teriak Devin dan Freya senang.
" makasih Abang" jawab Ara menirukan suara anak kecil.
" ayo sayang bawa baby Fasya istirahat dulu." ucap mami.
" iya sayang biar dia beradaptasi dengan suasana rumah." ucap mama Widya.
Ara pun membawa baby Fasya ke lantai dua ke kamarnya di ikuti oleh Anggia dan anaknya, kak Audrey juga Freya dan si kembar serta mas Tama yang membawa barang-barang baby Fasya. Ara langsung menaruh baby Fasya di atas kasur yang sudah dialasi oleh kasur bayi.
" udah di kasih asi lagi dek." tanya kak Audrey.
" sudah kak belum lama baru mau masuk kompleks dia selesai *****." jawab Ara.
" sudah yuk biar adiknya istirahat dulu." ajak kak Audrey.
' tapi aunty Devan masih mau sama adik. Devan kangen."
" sama Devin juga."
" Freya juga." Freya nggak mau kalah sama abangnya.
__ADS_1
" biarin adiknya istirahat dulu kan sekarang bisa main sama adik setiap hari." ucap kak Audrey.
" iya mah." ucap Devin menanyakan apa yang di katakan aunty nya benar atau tidak.
" iya Sekarang Abang kembar, Freya sama Romi bisa setiap hari main dengan adik fasya.' jawab Ara
setelah di beri pengertian akhirnya mereka mau keluar kamar meninggalkan baby Fasya untuk beristirahat. tak lama mas Tama masuk ke dalam kamar sambil membawa jus alpukat kesukaan Ara.
" nih sayang di minum dulu jusnya." mas Tama memberikan gelas berisi jus ke Ara setelah itu dia naik ke tempat tidur, tidur di samping Fasya sambil tangannya memeluk Fasya.
Ara sedih juga senang melihatnya mas Tama memeluk Fasya Ara tahu dia amat merindukan buah hatinya dan sekarang terlihat tidak mau jauh dari anaknya. Ara yang melihat mas Tama ternyata tidur di samping Fasya. karena tidak mau menganggu mereka Ara pun beranjak masuk kamar mandi untuk bersih-bersih dan ganti baju.
setelah bersih-bersih dan ganti baju Ara pun memutuskan untuk turun ke bawah. sampai bawah terlihat mama, mami, kak Audrey, Anggia sedang sibuk di dapur.
' wah kayanya mau ada acara nih." ucap Ara ikut gabung.
" oh ini mami sama mama mertua kamu mau buat acara syukuran baby Fasya pulang ke rumah kita makan malam trus BBQ an. oh iya kamu mau apa nak?."
" nggak mih, mau ikut gabung aja."
" terus Fasya nya di tinggal sendirian.'
" Fasya nya tidur mih, lagi pula ada yang mulai posesif."
" maksudnya.' tanya mama Widya.
" iya mah ada yang mulai posesif takut jauh dari anaknya mas Tama tidur sambil melukin Fasya. si kembar beda generasi tidur pules banget."
" nggak apa-apa sayang."
" ya udah ada yang bisa Ara bantu."
" nggak kok sayang ini sudah selesai kok."
" oh iya kak Sheila nanti kesini kan"
" iya, Kimi juga kakak suruh ke sini.'
" oh iya sayang kamu bantu Abang kamu buat yakini Kimi kalau Abang kamu serius sama dia. seperti Abang kamu mulai menyerah karena Kimi sengaja menjauh dan menghindari Abang kamu."
ucap mami yang kasih melihat anak tertuanya.
" jadi bang Faris belum ada kemajuan sama Kimi mih."
" berapa hari yang lalu di tampak galau gitu mami tanya kenapa nggak mau jawab? terus mami tanya gimana dengan Kimi?. Abang kamu bilang kalau dia mau menyerahkan karena sepertinya Kimi tidak tertarik dengannya. tolonglah sayang kalau memang Kimi nggak suka sama Abang kamu suruh bilang ke Abang kamu biar Abang kamu tidak berharap lagi."
__ADS_1
" iya mih nanti Ara bilang ke Kimi."
malam pun tiba semua senang bahkan tanpa sepengetahuan semua adik mas Tama langit datang bersama keluarga dari Yogyakarta. jadi makin lengkap semua kebahagian dan di tambah semua berebut mengendong Baby Fasya.