
Sheila sudah sampai tapi dia tidak berani mendekat. tak lama bang Farrel, Dafa dan om Gilang pun sampai bersamaan dengan anak buah mereka.
" shel, gimana bisa kaya gini sih." tanya Dafa dengan suara tinggi.
sebelum Sheila menjawab rombongan om Hadi dan om Anthony pun datang. mereka pun membagi tugas.
sedangkan Ara sudah berada di dalam gudang tersebut. mata Ara membulat sempurna saat melihat kedua anaknya di ikat di kursi dengan keadaan tak sadarkan diri.
" hallo adik ipar apa kabar?" suara Nadia.
Ara pun spontan menengok ternyata Nadia sedang duduk menetap Ara.
" Nadia mau kamu apa sih? lepasin anak-anak aku." ucap Ara
Nadia pun tertawa keras.
" kamu tanya aku mau apa? ha...ha...ha aku ingin kalian mati biar aku bisa memiliki semuanya." ucap Nadia.
" aku sudah melepas semua dan pergi jauh kenapa kamu masih mengganggu aku sih." ucap Ara.
" aku memang sudah berhasil membuat kamu dan Farrel pergi jauh. tapi aku belum berhasil membuat semua kekayaan keluarga mahesa jatuh ketangan aku." ucap Nadia.
" dasar orang gila." ucap Ara.
__ADS_1
Nadia pun tertawa keras mendengar Ara bilang dia orang gila.
tak lama beberapa orang masuk, melihat ada yang masuk dan membuat anak buah Nadia bertarung dengan orang tersebut.
Ara pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu. dia pun menghampiri kedua anaknya dan melepaskan ikatan talinya.
" Nadia lebih baik kamu menyerah diri. semua sudah berakhir." ucap Farrel.
Nadia yang tinggal seorang diri dia masih kekeh tak mau menyerahkan diri.
" aku lebih baik mati dari pada menyerahkan diri. tapi sebelum itu aku akan membuat kalian menderita karena orang yang kalian sangat sayangi mati." ucap Nadia yang langsung mengarahkan pistolnya kearah Ara.
" Ara awas."
tak lama terdengar lagi suara tembakan. ternyata Tama berhasil menembak tangan Nadia yang otomatis pistol yang di pegangan terlepas. anak buah om Hadi langsung memborgol Nadia.
plak....
Tama menampar keras pipi Nadia.
" dasar iblis, tidak tahu terima kasih setelah di pungut dari jalan ini balasan kamu." ucap Tama emosi.
plak...
__ADS_1
kini sang adik Tama juga menampar keras pipi Nadia.
sementara Ara yang melihat Dafa tertembak pun histeris memeluk suaminya.
" by, bertahan lah by jangan tinggalin aku."ucap Ara
Dafa tersenyum memandang wajah sang istri.
" I love you sayang. sampai kan peluk cium aku buat Devan dan Devin." ucap Dafa lemah.
akhirnya Dafa dan kedua anaknya pun di larikan ke rumah sakit.
sampai rumah sakit Dafa pun langsung di bawa ke ruang operasi. sedangkan kedua buah hatinya berada di IGD karena masih dalam pengaruh obat bius dan Sheila menemani si kembar di IGD bersama Farrel.
sedangkan kini Ara terus menangis dalam pelukan sang papi.
" Pi, dafa akan baik- baik saja kan Pi. Ara takut." ucap Ara lirih.
" Dafa akan baik-baik saja, kamu harus kuat sayang ." ucap papi yang sebenarnya dia orang yang paling sakit melihat anak perempuannya seperti ini.
" nak kamu percaya Dafa pasti kuat dan baik-baik saja. lebih baik kita berdoa semoga operasinya berjalan lancar." ucap papa Gilang mengelus rambut mantunya agar lebih tenang.
tak lama mami dan keluarga Dafa datang. mami terlebih dahulu melihat keadaan cucunya. karena bertemu farrel di IGD sedangkan keluarga Dafa langsung ke ruang operasi.
__ADS_1