Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
138


__ADS_3

habis magrib semua keluarga berkumpul di rumah mas Tama dan Ara mereka mau merayakan ulang tahun Devan dan Devin. Bukan perayaan yang mewah hanya acara makan dan barbeque an aja.


" bang ini kado dari ayah." ucap mas Tama


" ayah pakai repot-repot ngasih kado kan kalau gini Devin jadi enak." ucap Devin.


sedangkan Devan menatap jengah adik kembarnya.


" yah boleh Devin buka kadonya." tanya Devin lagi.


" silahkan buka, semoga kalian suka."


Devan dan Devin pun membuka hadiah dari mas Tama.


" makasih yah." ucap Devan sambil memakai jam tangan pemberian ayahnya.


" makasih yah, ayah memang the best." ucap Devin yang juga sibuk memakai jam pemberian ayahnya.


" dan ini dari mama." ucap Ara.


Devan dan Devin pun membuka kado dari ara.


" makasih mah kado nya Abang suka." ucap Devan sambil memeluk sang mama.


" makasih mah kok mama tahu sih kalau Devin lagi suka sama sepatu ini." ucap Devin yang juga memeluk sang mama.


" Abang kado dari Fasya." ucap Fasya memberikan kado ke Abang kembarnya.


" hiks...hiks... " Caca nangis kencang membuat orang yang berada di sana kaget.


" sayang, kenapa cucu Oma nangis begini." ucap Oma Sherly.


" hiks .. Abang fasya jahat kan Caca mau ngasih kado duluan buat Abang kembar." ucapnya


Ara dan mas Tama hanya geleng-geleng kepala melihat putri bungsunya.


Devan dan Devin langsung menghampiri Caca


" mana kado buat Abang?." ucap Devan dan Devin serempak


" ini buat Abang Devan." ucap Caca


" terima kasih princess Abang." ucap Devan memeluk adik bungsunya.


" sama-sama Abang." ucap Caca tersenyum manis.


" princess mana buat Abang?." tanya Devin.


" ih.. Abang nggak sabaran deh tunggu dulu Caca ambil dulu." ucap caca sambil mengambil kado untuk Abang Devin.


" ini buat Abang Devin yang paling ganteng."

__ADS_1


" terima kasih princess Abang, ini kadonya beli dari uang Caca atau uang ayah sama mama." tanya Devin.


" ih... Abang mah tau aja kalau Caca belinya pakai uang mama sama ayah kan Caca jadi malu." ucap Caca.


semua tertawa melihat kepolosan Caca.


" nggak apa-apa sini peluk Abang." ucap Devin.


Dan berlanjut keluarga yang lain memberikan kado untuk Devan dan Devin.


Semua keluarga sedang berkumpul menikmati makanan yang ada. tiba-tiba muncul segerombol teman-temannya Devan dan Devin.


*************


Sakti, Jonathan, Nandes dan mika mereka berkumpul di rumah mika sebelum mereka berangkat ke rumah Devan dan Devin. Mereka mengendarai mobil masing-masing.


Saat mereka sampai mereka melihat ada berapa teman sekolahnya berkumpul di depan gerbang utama kompleks rumah Devan dan Devin.


Rumah Devan dan Devin memang merupakan townhouse dan yang tinggal di sana hanya keluarga besar Mahesa dan juga kerabat dekatnya. Opa Anthony sengaja membuat townhouse agar bisa dekat dengan anak dan cucunya walaupun mereka tinggal di rumah masing-masing. banyak yang menyebutnya Mahesa private residence.


Teman-teman Devan dan Devin tertahan di depan gerbang utama mereka tak di izinkan masuk. Mobil sakti yang berada di depan di hadang oleh teman-temannya, sedangkan mobil Nandes dan Jonathan langsung masuk tak mengikuti mobil sakti yang berhenti.


" Nat mereka pada ngapain." tanya Nandes yang baru keluar dari mobil bersama mika


" ya mana gue tahu, kita tunggu aja sakti." ucap Jonathan.


Sedangkan sakti terpaksa menghentikan mobilnya setelah di hadang oleh teman-temannya. Sakti pun keluar dari mobil dengan perasaan malas.


" ada apa?." tanya sakti.


" iya kenapa emangnya."


" kita semua mau ngasih kejutan buat Devan sama Devin." ucap salah satu temannya.


" iya kita mau kasih kejutan." ucap teman yang lain.


" iya sakti kita ikut lo ya masuk ke dalam soalnya kita nggak di bolehin masuk." ucap cindi.


" sorry ya teman-teman bukannya gue nggak mau ngajak kalian tapi gue izin dulu. soalnya mereka lagi ada acara keluarga." ucap sakti.


tin..tin..


" kenapa sak?." tanya om Farrel.


" ini om teman-teman mau ngasih kejutan buat Devan sama Devin tapi sakti nggak berani bawa mereka masuk soalnya belum izin sama Tante Ara." ucap sakti.


" suruh masuk aja sak, nanti om yang bilang sama security yang jaga." ucap om Farrel pergi meninggalkan sakti.


" ayo sak, kan udah di izinin masuk?." ucap cindi.


" ya udah, tapi ingat jangan bikin rusuh." ucap sakti masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Nandes, mika dan Jonathan yang menunggu sakti datang, mereka kaget karena sakti datang nggak sendiri tapi bersama teman-temannya.


" sakti apa-apa coba, bisa habis dia sama Devan dan Devin." ucap Nandes.


" tau sakti nyari masalah." timpal Jonathan.


sakti yang mendapat tatapan tajam dari sahabatnya langsung membela diri.


" bukan gue yang ngajak mereka tapi om Farrel yang kasih izin." ucap sakti.


" ayo masuk lewat taman samping aja." ucap Jonathan dingin.


mereka pun berjalan mengikuti Jonathan, Nandes, mika, dan sakti menuju taman belakang.


Devan, Devin dan seluruh keluarga besarnya kaget melihat rombongan yang baru datang.


" bang, Abang ngundang teman Abang?." tanya Ara


" nggak mah." jawab mereka serempak.


" selamat ya bro,." ucap Jonathan memeluk Devan dan Devin bergantian dan di lanjutkan dengan nandes, mika dan sakti.


teman-teman yang lain juga langsung mengucapkan selamat ke Devan dan Devin.


" selamat ulang tahun Devan." ucap cindi bersikap semanis mungkin untuk menarik perhatian Devan.


" terima kasih." ucap Devan sedikit memundur kebelakang saat cindi mau cipika-cipiki Devan.


cindi langsung cemberut karena Devan menghindarinya.


" selamat ulang tahun Bebeb Devin " ucap jelita.


" makasih." ucap dingin Devin sama seperti Devan Devin mundur kebelakang saat jelita mau cipika-cipiki.


" oh ini teman-temannya Devan dan Devin ya." ucap Ara.


" iya Tante " ucap mereka serempak.


" iya Tante kenalin aku cindi gebetannya Devan Tante." ucap cindi bersikap manis.


Ara hanya tersenyum menanggapi cindi.


" kalau aku jelita Tante bebebnya ayang Devin." ucap jelita.


lagi-lagi Ara hanya tersenyum.


" ayo silahkan di nikmati maaf seadanya soalnya Tante nggak tahu kalian mau datang." ucap Ara.


" iya Tante makasih.' ucap mereka.


" kamu nggak marahkan? serius aku nggak tahu mereka mau datang, dan soal cewek itu sumpah aku nggak ada hubungan apa-apa aku aja risih di ikuti terus sama dia." ucap Devan mencoba menjelaskan ke bintang.

__ADS_1


" iya aku percaya kok sama kamu, kamu tenang aja. aku bisa lihat cewek itu kaya gimana? lagian Freya juga pernah bilang kalau ada fans fanatik kamu yang berharap bisa jadi pacar kamu. kamu nggak usah merasa bersalah begitu." jelas bintang.


" makasih ya."


__ADS_2