
berapa tahun kemudian
" bi tolong panggil Devan sama Devin sudah di tunggu untuk sarapan." ucap Ara ke asisten rumah tangganya.
" apa sih mah, ini kita sudah di sini." ucap Devan sambil menarik kursi begitu juga Devin.
" ayo cepat sarapan, ini hari pertama kalian masuk setelah liburan kenaikan kelas jangan sampai telat." ucap Ara.
" iya mama ku yang cantik."
" nanti Caca siapa yang antar."
" ayah yang antar kamu sana Abang Fasya sekalian ayah dinas."
" yeah diantar ayah..."
" assalamualaikum Freya cantik datang."
" walaikumsalam."
" pagi uncle." sapa Freya sambil mencium tangan mas Tama.
" pagi juga Frey."
" pagi aunty yang paling cantik." sama Freya juga mencium tangan Ara.
" sudah sarapan."
" udah aunty."
" Frey, ngapain sih pagi-pagi udah di rumah orang." ucap Devin.
" kan Freya mau bareng sama Abang kembar."
" sudah siap Freya buat jadi anak SMA." tanya mas Tama.
" siap uncle apa lagi nanti di sana kan ada Abang kembar jadi Freya gak takut."
" terus tas sama perlengkapan ospek kamu dimana?" tanya Devan.
" Freya taruh di ruang tamu Abang soalnya Freya cepek bawa dari rumah."
" eh...Frey pakai bilang capek kaya rumah jauh aja. orang kamu keluar pager cuma dua langkah langsung pagar rumah ini." ucap Devin.
Freya hanya nyengir kuda.
" sudah ayo berangkat, ayah, mama kami berangkat dulu." pamit Devan mencium tangan mas Tama dan Ara dan di ikuti oleh Devin dan Freya.
" hati-hati bang bawa mobilnya." pesan Ara ke Devan karena biasanya Devan yang nyetir mobil.
tak lama suami dan kedua anaknya pun berangkat. Ara biasanya bergegas masuk kamar untuk siap-siap ke cafe sama Sheila tapi hari ini mereka berdua memilih berdiam diri di rumah. karena hari ini anak-anaknya hari pertama sekolah setelah liburan kenaikan kelas. sudah di pastikan mereka pulang cepat.
SMA pembangunan
mobil yang di kendarai oleh Devan memasuki gerbang sekolah. Devan langsung memarkirkan mobilnya. banyak pasangan mata para hawa sudah menunggu ke datangan mereka.
Devan, Devin dan Freya keluar dari mobil.
mereka terpesona dengan kegantengan si kembar tapi hari ini para kaum hawa memandang nggak suka Freya yang bareng dengan pangeran mereka.
" eh cindi... jelita lihat gebetan kalian kayanya akrab banget sama cewek itu."
__ADS_1
" tahu siapa sih tuh cewek genit pakai pintunya di bukain sama yayang Devin lagi."; ucap cindi.
" iya siapa sih cewek tersebut." timpal jelita.
Devin turun dari mobil dan membukakan pintu untuk adiknya. Devin sangat sayang sama adiknya walaupun sering ribut. sama juga dengan Devan dia juga sangat menyayangi Freya.
" Frey ada teman kamu yang sekolah di sini juga." tanya Devan.
" ada bang Devan si Irene katanya tadi di sudah berangkat pas freya mau ke rumah Abang. "
" ya sudah mungkin Irene sudah di lapangan."
" Abang kembar panitia ospek ya."
" iya kami panitia dan bang Devan ketua OSIS nya."
" apa Abang ketua OSIS." tanya Freya dan di anggukin oleh Devan.
" Freya..." panggil Irene yang sudah ada di lapangan.
" itu Irene bang." tunjuk Freya.
" ya sudah kamu samperin Irene, Abang kembar mau ke ruang OSIS ." ucap Devan.
" dadah Abang kembar."
banyak para senior perempuan menatap
Freya tidak suka.
" frey kamu bareng Abang kembar." tanya Irene.
" iya aku bareng mereka."
Kini bang Devan yang memberi sambutan sebagai ketua OSIS.
" Freya , bang Devan jadi ketua OSIS disini.' Freya hanya mengangguk.
" keren bang Devan."
" berisik ren nanti kita di hukum." ucap Freya
" assalamualaikum." Fasya dan Caca pulang sekolah
" walaikumsalam, kenapa anak cantik mama nangis." tanya Ara .
" hiks...hiks... lutut Freya luka."
" kenapa bisa luka? Abang kenapa adiknya bisa luka."
" Caca suka ngeyel kalau Abang bilangin. caca minta di beliin cilok mah di taman Abang sudah bilang Caca tunggu di mobil tapi caca malah nyusul Abang sambil lari akhirnya jatuh ke sandung kan." ucap Fasya kesal.
" mama Abang marah-marah terus dari tadi."
" sudah ah pusing Abang dengerin kamu. nih cilok nya Abang mau ganti baju."
" lukanya sudah di obati nak."
" pas Caca jatuh bang Fasya gendong Caca ke mobil terus langsung ngobatin luka Caca."
" Caca dengerin mama ya. kalau di bilangin sama Abang Fasya kamu harus nurut. Abang tuh sayang sama kamu."
__ADS_1
" Caca minta maaf mah."
" jangan ke mama tapi ke Abang Fasya."
" iya."
" sudah sekarang kamu makan cilok nya terus ganti baju."
" Caca bawa cilok nya ke kamar mah."
" ya udah."
saat ini Freya sedang menunggu Abang kembarnya keluar dari ruang panitia.
" maaf ya Frey Abang lama." ucap Devan yang kasihan melihat Freya menunggu mereka.
" nggak apa-apa kok bang."
" besok kunci mobil Abang kamu pegang jadi kamu bisa nunggu di mobil." ucap Devan.
" ayo Frey, Abang traktir es krim." ucap Devin sambil mengandeng tangan Freya.
" assalamualaikum."
" walaikumsalam." jawab Ara yang sedang nonton tv.
" pada kemana mah."
' Caca tidur kalau Fasya lagi main basket."
" oh ya udah kita ke kamar dulu mah." si kembar pun memutuskan untuk naik keatas menuju kamarnya.
sore hari si kembar dan Fasya sedang main PS di ruang tv. tak lama Caca datang menghampiri mereka dengan jalan sedikit pincang. Abang kembar mengerutkan keningnya melihat adik bungsunya.
" kenapa kakinya dek." tanya Devan
" jatuh tadi di taman.'
' kenapa bisa jatuh."
' caca susah bang di bilangin, tadi pulang sekolah Caca minta cilok yang ada di taman udah Fasya bilang suruh tunggu di mobil eh dia malah nyamperin Fasya sambil lari kesandung jatuh deh." jelas Fasya.
" Ade gak boleh begitu harus nurut yang di bilang Abang Fasya. ya cantiknya Abang Devin ngerti kan." Caca mengangguk.
" anak ayah kenapa sedih gitu.' ucap mas Tama yang ikut duduk di samping Caca.
" anak ayah jatuh lututnya lecet." jawab Ara yang menghampiri mas Tama sambil membawa minum.
" princess ayah jatuh kok bisa."
" bisalah yah, orang dia lari-lari terus kesandung jatuh." ucap Fasya dia sengaja menjawab lebih dulu karena dia tahu ayah dan kakak-kakaknya sangat posesif dan sangat menjaga Caca dan mama termasuk dirinya sendiri.
" Abang fasya kan Caca udah minta maaf caca salah besok-besok Caca bakal dengerin Abang."
" Abang udah maafin Abang nggak marah."
" berarti besok pulang sekolah Abang beliin cilok lagi ya."
" dek kamu demen banget sih makan cilok kagak bosen apa?."
" nggak."
__ADS_1
" iya besok Abang beliin lagi cilok."