
berapa bulan kemudian Ara sudah mulai membuka usaha cafenya bersama dengan Sheila. dan cafenya lumayan ramai walaupun baru sebulan di buka. Dafa juga sudah sibuk di rumah sakit sebagai dokter jantung. hari-hari mereka sangat bahagia.
hari ini si kembar ikut dengan Ara ke cafe karena mama dan papanya ada urusan. ini bukan pertama kalinya mereka ikut Ara kerja. seperti biasa kalau Ara sedang kerja biasanya mereka bermain di play' ground yang berada di cafe di temani baby sister mereka.
brak....
tiba-tiba pintu ruangan Ara di dobrak dengan keras terlihat Tuti masuk dengan wajah panik.
" Bu... Bu Devan dan Davin di culik." ucap Tuti gemetar ketakutan.
" gimana bisa?" Ara pun panik dan langsung bergegas keluar.
di play ground sudah ramai orang terlihat Sri sudah tergeletak di sana. Ara pun langsung histeris.
" Bu maaf kita sudah mencoba mengejar tapi kita kehilangan jejak." ucap security cafe yang berusaha mengejar.
" shel, anak gue shel." air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi.
tak lama ponsel Ara berdering nomor tak dikenal yang menghubunginya.
" siapa Ra?." tanya Sheila.
__ADS_1
" ga tahu." jawab Ara memperlihatkan ponselnya.
" angkat aja. loudspeaker."
Ara pun menuruti perintah Sheila.
" hallo adek iparku, apa kabar? pasti lagi panik ya mencari anak kamu. kalau kamu mau anak kamu kembali. kamu bisa datang ke alamat yang nanti aku kirim. datang sendiri jangan menghubungi polisi atau yang lainnya kalau sampai kamu langgar anak kamu mati di tangan aku." Nadia tertawa sebelum mematikan telponnya.
" kita harus telpon Dafa dan yang lainnya Ra." ucap Sheila.
" gak shel gue gak mau anak-anak gue kenapa-kenapa."ucap Ara langsung pergi mengendarai mobilnya.
Farrel yang mendapat telpon dari adik iparnya langsung menghubungi om Hadi dan papinya.
ponsel papi Anthony pun berdering ternyata Farrel dia langsung mengangkat telponnya
papi. : hallo....
farrel. : hallo pi, anak Ara di culik sama Nadia.
kebetulan papi meloudspeker dan Faris berada di sana langsung mengambil ponsel papinya.
__ADS_1
Faris. : Farrel kamu jangan asal nuduh ya. gak mungkin Nadia menculik anak Ara.
Farrel : kalau gak percaya ikut sama papi, Pi alamatnya Farrel sudah kirim.
Farrel pun mematikan sambungan telponnya.
" kamu ikut papi kamu akan tahu seperti apa sebenarnya istri kamu." ucap papi.
akhirnya Faris pun ikut dengan papinya.
di tempat lain Dafa pun langsung berlari meninggalkan rumah sakit setelah Sheila memberitahukan kalau anak mereka di culik. pikiran Dafa saat ini sangat kacau beruntung dia masih bisa fokus mengendarai mobilnya. dia juga sudah menelpon papanya.
Ara terus mengendarai mobil panik dan terus menangis memikirkan nasib anak-anaknya. Ara mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sudah tidak peduli dengan sekitarnya.
mobil yang Ara kendarai mulai masuk kawasan sepi seperti hutan sampai Ara pun sampai di sebuah bangunan tua tidak terpakai seperti gudang. Ara pun memarkirkan mobilnya tak lama Ara pun dihampiri oleh seorang pria seperti preman.
" mana anak aku?" tanya Ara.
" ayo ikut dengan kami. nanti kamu bisa bertemu dengan anakmu." ucap pria tersebut.
Ara pun mengikuti pria tersebut masuk ke dalam gudang tersebut.
__ADS_1