Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
151.


__ADS_3

Devan dan Bintang mulai sibuk mengurusi pernikahan mereka. Beruntung mereka dibantu oleh keluarga jadi Bintang dan Devan hanya fokus untuk mengurusi nikah kantor.


Ara dan dara mereka membantu anak-anaknya untuk mengurusi pernikahan mereka. Mulai dari WO, baju pengantin, gedung, undangan, catering, sovenir, dan lain-lain.


Hari telah berganti tak terasa besok sudah hari H untuk Devan dan juga Bintang. Malam ini Ara mengecek kembali barang-barang yang akan di bawa besok untuk seserahan. Ara memastikan semuanya agar tak ada yang terlewat.


Sedangkan keluarga besar Bintang sudah berada di hotel tempat acara akad nikah dan resepsi. Sengaja mereka sudah berada di hotel sehari sebelum hari H. Karena prosesi Pengajian dan siraman untuk Bintang memang diadakan di hotel.


Sebelum masuk ke dalam kamar Ara mampir dulu ke kamar Devan.


tok...tok...


" Bang ini mama nak." panggil Ara dari luar.


" Masuk aja mah nggak di kunci.'


Ara pun masuk ke kamar anaknya dan melihat Devan sedang duduk di meja belajarnya.


" Mama mengganggu nak?."


" Nggak kok mah Abang lagi Ngapalin buat ijab besok."


" Sudah hapal nak."


" Insyaallah mah."


" Ternyata anak mama sudah dewasa padahal mama merasa baru kemarin mama gendong kamu nggak tahunya besok sudah mau nikahin anak orang aja. "


Devan langsung memeluk sang mama.


" Walaupun Abang sudah menikah Abang tetap anak mama kok."


" Nak begitu besok kamu mengucapkan ijab qobul berarti kamu harus siap bertanggung jawab terhadap Bintang karena om bintang menyerahkan tanggung jawabnya menjaga dan membahagiakan Bintang ke kamu. Mama cuma minta apa pun nanti masalah yang kamu hadapi jangan sekali-kali kamu memukul atau pun menyakiti hati Bintang. Kalau mau menyakiti Bintang berarti kamu menyakiti mama. Asal kamu tahu bang, baik papa Dafa atau pun ayah Tama sampai saat ini tak pernah namanya memukul mama. Kalau kamu sedang emosi lebih baik kamu pergi dulu sebentar sampai emosi kami reda setelah itu kamu minta maaf. Walaupun bukan kamu yang salah tapi tetaplah minta maaf. mama doain kamu sama Bintang bisa menjadi keluarga . yang sakinah, mawadah warahmah dan semoga kamu juga bisa menjadi kepala keluarga dan ayah yang baik dan bertanggung jawab."

__ADS_1


" Makasih mah, Abang akan selalu ingat nasihat-nasihat mama."


Setelah itu Ara pun kembali ke dalam kamar untuk tidur karena hari ini dia cukup lelah di tambah lagi besok pasti akan sangat melelahkan.


Sekitar pukul sembilan Rombongan Ara dan keluarga sampai di hotel diamond tempat akad dan resepsi pernikahan Devan dan Bintang.


Tepat pukul setengah sepuluh rombongan pun sampai di hotel. Mas Tama yang melihat anaknya gugup segera menghampiri dan merangkulnya.


" Nervous bang."


" Iya yah, Abang nervous banget." ucap Devan yang merasa tangannya dingin dan gugup.


" Tenang bang, Rileks aja. Sebelum ijab tarik nafas dulu buang perlahan terus ucap bismillah. Insyaallah di berikan kelancaran." ucap mas Tama menenangkan anak sambungnya.


Kami semua memasuki ballroom tempat acara. Devan semakin nervous, Ara langsung menggenggam tangan anak sulungnya.


" Ya Allah kok deg-degan ya. kenapa jadi gugup gini sih?." gumam Devan dalam hati.


" terima kasih mah." lirih Devan saat sangat mama menggenggam tangannya setidaknya dia sedikit lebih tenang.


" Bisa di mulai pak langit." tanya penghulu.


" Van kamu sudah siap?."


" Insyaallah siap pah."


" Silahkan pak penghulu di mulai."


" Baik pak langit mau menikahkan sendiri atau di wakilkan."


" Saya sendiri pak penghulu."


" Baiklah, Nak Devan silahkan jabat tangan pak langit. silahkan pak langit dimulai."

__ADS_1


" Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Devandra angkasa prawira bin Daffa Alfarizi putra prawira saya nikahkan dan kawinkan ananda dengan anak kandung saya sendiri Bintang Prameswari Wijaya binti langit Prasetya Wijaya dengan mas kawin perhiasan emas 50gr dan uang tunai sebesar sembilan juta dua ratus tiga puluh ribu di bayar tunai."


" Saya terima nikah dan kawinnya Bintang Prameswari Wijaya binti Langit Prasetya Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."


" sah."


" sah."


" sah."


Devan dan semua yang ada di sana bernafas lega karena Devan bisa mengucapkan ijab qobul dengan lantang dan dengan satu tarikan nafas.


Tak lama Bintang pun di bawa keluar untuk menemui Devan yang sudah sah menjadi suaminya. Devan pun memasangkan cincin ke jari manis Bintang begitu pula sebaliknya Bintang memasangkan cincin ke jari Devan. Setelah itu bintang mencium tangan Devan dan Devan mencium kening Bintang.


Setelah menandatangani surat dan buku nikah. Kini saatnya Bintang dan Devan meminta restu kedua orang tua baik orang tua Devan mau pun Bintang.


Kini mereka berdua sudah berada dihadapan Langit dan Dara orang tua Bintang.


" Selamat ya nak, sekarang kamu bukan tanggung jawab papa lagi sekarang sudah ada suami kamu yang akan bertanggung jawab dan menjaga kamu. papa cuma minta jadilah istri yang baik dan selalu hormat sama suami." ucap Langit dengan mata yang sudah berkaca-kaca dia tak menyangka anak gadisnya akan di bawa oleh suaminya.


" Makasih pa, sudah menjadi papa terhebat buat Bintang."


" Selamat sayang, mama doain semoga kamu bisa jadi istri yang baik. Kamu nggak lupa kan apa yang mama bilangin kemarin. Selalu layani semua kebutuhan suami kamu, utamakan suami kamu."


" Iya mah Bintang nggak akan pernah lupa. terima kasih atas kasih sayang yang mama berikan selama ini."


Kini giliran Devan sungkem ke mertuanya.


" Selamat ya nak sekarang papa serahin tangung jawab Bintang ke kamu. selalu sayangi dia, bahagiain dia, jangan sekali-kali kamu memukulnya. kalau kamu sudah dia sayang dan cinta lagi sama bintang. Kembalikan baik-baik ke papa jangan kamu sakiti hatinya."


" Insyaallah Devan akan selalu sayang dan cinta sama Bintang, Devan mau berterima kasih karena papa karena telah rela memberikan putri papa untuk hidup bersama devan.'


" Nak selamat ya mama titip anak mama, sayangi dan cintai dia ya nak. Jangan sekali-kali kamu memukul dan menyakiti hatinya. Karena kalau kamu menyakiti hati mama sendiri yang akan mengambil Bintang dari sisi kamu." ucap mama Dara dengan air mata yang terus mengalir

__ADS_1


" insyaallah Devan akan selalu mencintai dan menyayangi Bintang. Dan Devan mau mengucapkan terima karena mama telah melahirkan putri cantik mama untuk Devan. Dan Devan janji akan menjaga Bintang "


__ADS_2