Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
53. rumah sakit


__ADS_3

pukul sepuluh Dafa dan keluarga kecilnya berangkat ke rumah sakit.


" mama, iya mo ana?" tanya Devin.


" iya ih." sambung Devan.


" kita mau ke rumah sakit lagi." ucap Ara lembut.


" Aya Alem, ma?" ucap Devan.


" iya." ucap Ara.


kedua anaknya hanya ber "o" ria.


sampailah mereka di rumah sakit saat masuk rumah sakit Devin langsung menunjuk toko roti yang berada di lobi rumah sakit.


" ma, Evin mo onat." ucap devin.


" Evan uga au."


" ayo kita beli donat." ajak Dafa.


" Acik." ucap mereka serempak.


mereka pun membeli dua lusin donat, beberapa roti dan juga minuman. setelah itu mereka pun menuju ruangan eyang.


" assalamualaikum." ucap Dafa ketika membuka pintu ruangan rawat eyang.


" walaikum salam." jawab mereka yang berada di ruangan itu.


kami pun berjalan masuk dafa meletakkan barang bawaannya di meja ruang tunggu. baru masuk ke ruangan eyangnya.


" eyang gimana keadaannya?" tanya Dafa Setelah mencium tangan eyangnya.

__ADS_1


" eyang baik, kamu gimana daf?." ucap eyang lemah.


" Dafa juga baik.' ucap Dafa.


" eyang." panggil Ara dan mencium tangan eyang.


" gimana Kabarnya cucu mantu eyang." ucap eyang.


" Alhamdulillah eyang Ara sehat." ucap Ara.


' oh iya eyang ini anak Dafa." Dafa mengangkat tubuh Devan dan Ara mengangkat tubuh Devin.


" ayo Salim sama eyang buyut." ucap Dafa.


kedua anaknya mencium tangan eyang buyutnya.


" namanya siapa?." ucap eyang.


" kalau yang ini Devan." ucap Dafa nunjuk Devan yang sedang dalam gendongan Dafa.


" ganteng-ganteng. Devan mirip sekali sana kamu Daf, kalau Devin mirip istrimu. eyang bahagia bisa kumpul semua." ucap eyang.


" eyang harus cepat sehat biar main dengan anak Dafa." ucap Dafa dan eyang hanya tersenyum.


karena si kembar sudah ribut mau makan donat akhirnya mereka pun ke ruang tunggu bergabung dengan yang lainnya dan berganti dengan papa Gilang yang menemani eyang.


si kembar pun langsung memakan donat bersama dengan yang lainnya. iya si kembar memang suka sekali makan donat mungkin karena Gavin sering makan donat dan adik-adiknya selalu di bagi akhirnya baik si kembar maupun alisha tidak pernah nolak dengan yang namanya donat.


" ma, kak Kinan sampai kapan?." tanya Dafa.


" nanti jam sebelas siang mereka sampai bandara Soekarno Hatta." ucap mama.


" nanti siapa yang jemput." ucap Dafa lagi.

__ADS_1


" supir keluarganya bian yang jemput. jadi nanti kalau pulang ke Jakarta lagi nggak repot." ucap mama.


jam tiga sore kak Kinan dan keluarganya sampai rumah sakit. kak Kinan dan keluarganya pun langsung menemui eyang setelah menemui eyang mereka pun berkumpul. di ruang tunggu.


menjelang magrib eyang meminta anak dan cucunya berkumpul di ruangan mereka. sedangkan cucu-cucu buyutnya bermain di ruang tunggu.


eyang mulai memberi pesan kepada anak dan cucu om sakti. setelah itu di lanjutkan ke papa Gilang.


" Lang, papa pesan jaga selalu anak dan cucu mu. jangan biarkan mereka bertengkar sesama saudara." ucap eyang.


" iya pa, Gilang bakal jaga mereka." ucap papa sedih.


" Desy, papa titip anak papa satu ini ya. terus sayangi dan cintai dia sampai ajal menjemput. jangan pernah tinggalin dia. " kini eyang berpesan ke mama Desy.


" iya pa, Desy bakal terus mencintai mas Gilang pa." ucap mama yang sudah menangis di pelukan papa.


" buat Riani dan Kinan, selalu jadi istri yang baik, nurut sama suami dan selalu jadi ibu yang terbaik buat anak-anak kamu." ucap eyang ke kak Riani dan kak Kinan.


" iya eyang." jawab mereka yang juga sudah menangis dalam pelukan para suaminya.


" buat yudha dan bian, jaga anak dan istri kalian. Dan eyang minta selalu mencintai dan menyayangi istri kalian." ucap eyang ke mas Yudha dan mas bian.


" iya eyang kami akan menjaga dan mencintai mereka." ucap mas bian dan mas Yudha.


' Dafa, eyang pernah minta kamu jangan pernah lelah menjaga istrimu. jangan sampai terjadi apa-apa dengan dia. eyang percaya sama kamu daf." ucap eyang.


" iya eyang Dafa akan selalu jaga Ara."


" buat kamu Ara, kamu tenang saja percaya dengan papi kamu. kamu pasti akan berkumpul lagi dengan keluarga kamu. percaya sama eyang." ucap eyang.


" iya eyang." ucap Ara.


" eyang sudah tenang kalau begini." ucap eyang tak lama eyang menutup matanya.

__ADS_1


eyang pun meninggal pas adzan magrib berkumandang. semua nya ikhlas dengan kepergian eyang.


__ADS_2