Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
6. sedih


__ADS_3

Mobil Fortuner yang di kendarai bang Faris pun melaju di tengah keramaian kota Jakarta yang lumayan ramai karena ini malam Minggu. Ara duduk di paling belakang di kursi tengah mami dan papi sedangkan bang farel duduk di sebelah bang Faris. dan kursi belakang aku melihat bang farel hanya diam saja biasanya dia akan ngobrol dengan bang Faris sepanjang perjalanan. tapi bang Faris hanya diam dan Ara yakin bang farel sedang menikmati kak Audrey.


" bang ini kan kompleks tempat tinggal nya om Lukman." tanya papi.


" oh iya ya Pi." jawab bang Faris yang baru sadar kalau ini kompleks perumahan sahabatnya papi di kesatuan.


tak lama mobil pun berhenti di rumah yang sangat familiar buat Ara.


" loh..loh... bang ini kan rumah om Lukman. trus pacar kamu yang mana?" tanya mami bingung


" ini mi nomor 6. kok rumah om Lukman." ucap bang Faris yang juga terlihat binggung.


" coba kamu cek dulu." ucap mami meyakinkan bang Faris


" bener kok mi aku udah chat." ucap bang Faris sambil menunjukkan ponselnya


" jangan-jangan nama pacar kamu Nadia." kali ini papi yang bertanya.

__ADS_1


" iya Pi." ucap bang Faris sambil menggaruk keningnya yang gak gatal.


" nadia anaknya Lukman adiknya Tama. mungkin kamu lupa sama Nadia memang sejak SMP Nadia ikut adik mamanya yang tidak bisa punya anak jadilah Nadia ikut tantenya ke Belanda. sudah ayo turun." jelas papi sambil turun dari mobil.


Ara yang begitu mendengar nama mas Tama di sebut sama papi. dan soal kenyataan bahwa calon istrinya bang Faris adik mas Tama seketika rasa ini seperti runtuh. yang tadinya Ara semangat seketika bad mood rasanya dia ingin pulang . Tapi tidak memungkinkan dengan terpaksa Ara pun ikut masuk.


" assalamualaikum mang Jaja. bapak ada mang." ucap papi ke mang Jaja tukang kebun di rumah om Lukman.


" mari pak Anthony silahkan masuk, silahkan duduk saya panggil bapak dulu." ucap mang Jaja


tak lama keluarga om Lukman keluar menghampiri kami di ruang tamu dengan anggota keluarga lengkap. deg, aku melihat mas Tama mata kami bertemu dan mas Tama tersenyum.


" kita duduk dulu mas" ajak papi.


setelah berapa lama akhirnya papi mulai berbicara.


" bismillah mas, mbak sepertinya rencana buat jadi besan bakal terwujud deh." ucap papi melihat ke arah om Lukman dan om Lukman terlihat binggung.

__ADS_1


" jadi gini mas saya juga nggak tahu gimana mereka bertemu. tiba-tiba Faris pulang ke Indonesia trus dia bilang sedang dekat dengan perempuan dan ingin ta'aruf. dan dia minta saya untuk melamar gadis itu, karena belum kenal jadi kami memutuskan buat berkenalan dulu. saya kaget saat masuk kompleks ini lebih-lebih saat Faris bilang alamat rumah gadis itu ya di sini. saya pun langsung senang bisa jadi besan mas Lukman." cerita papi.


" oh iya jadi yang di maksud Nadia kalau ada cowok yang mau datang untuk ngajak ta'aruf itu nak Farid toh. wah kalau ini nggak usah perkenalan langsung lamaran aja." ucap om Lukman antusias.


obrolan pun berlanjut dengan di iringi tawa senang tapi tidak dengan ketiga orang yang ada di situ. Abang farel semenjak aku memberitahukan bahwa kak Audrey kecelakaan membuat bang farel hanya diam saja. Ara yang sebelum masuk rumah om Lukman mood nya sudah jelek saat tahu kenyataan itu. dan Ara juga melihat perubahan di wajah mas Tama saat kami masuk sampai tahu maksud kedatangan kami. perubahan wajah mas Tama dari biasa menjadi datar tapi terlihat seperti menahan kemarahan.


setelah itu kami pun di ajak makan malam. sebenarnya Ara sudah nggak nyaman dan ingin pulang tapi aku tidak mau mengacaukan acara aku pun berusaha menutupi.


" wah Ara sekarang sudah kelas tiga kan sebentar lagi lulus dong." tanya om Lukman ketika kami kembali lagi ke ruang tamu setelah makan.


" iya om," jawab Ara sopan


" rencana mau kuliah dimana?" tanya om Lukman kembali.


" belum tahu om" ucap Ara


mereka pun melanjutkan makan malam mereka.

__ADS_1


beruntung tidak lama setelah itu kami pamitan dan lusa rencana lamarannya. sampai rumah aku langsung pamit untuk ke kamar dengan alasan sudah ngantuk . tapi kenyataannya Ara tidak bisa tidur memikirkan perasaannya terhadap mas Tama.


__ADS_2