
Pagi ini setelah perdebatan panjang akhirnya papi mengizinkan Ara untuk bawa mobil sendiri. Mobil yang Ara kendarai memasuki parkiran setelah memarkirkan mobilnya. Di parkiran Ara bertemu dengan Riko.
" hai ko,yuk ke kelas." ajak Ara.
" tumben boleh bawa mobil." tanya Riko.
" dengan perdebatan panjang akhirnya boleh." ucap Ara
" kaya sudah mulai ada pemberontak nih." ucap riko
" udah ah gue males bahas." ucap Ara masuk kelas. ternyata sudah ada Sheila, Alika, Dita , Hendrik, dan Doni dikelas.
hari pertama tidak ada kegiatan belajar mengajar dan kami di pulangkan lebih cepat. kami semua pun berjalan menuju parkiran sekolah.
" dit hari loe ketempat les gak." tanya Ara kebetulan Ara dan Dita les di tempat yang sama.
" iya nanti jam tiga kan." Jawab Dita.
" Loe sekarang mau kemana?. gue males kalau pulang dulu." ucap Ara
" gue mau pulang Ra. soalnya ada sepupu gue nanti ketemu di tempat les aja." ucap Dita
" oh ya udah."
kami pun berpencar pulang, tapi tidak dengan Ara di malas pulang.
" aduh kemana ya? pulang males tadi pagi mami bilang mbak nadia mau ke rumah mau belajar masak sama mami dan bang Faris akan pulang pas jam makan siang buat mencoba masakan calon istri nya. males banget gue melihat mereka berdua." gumam Ara sambil memikirkan dia mau kemana.
__ADS_1
Akhirnya Ara dapat ide untuk ke perpustakaan nasional, tapi sebelum ke sana Ara pun mampir untuk makan setidaknya dia makan yang kenyang jadi aman kalau berlama-lama di perpustakaan.
Ara pun melajukan mobilnya menuju warung bakso dan Ara pun menikmati semangkuk bakso. Setelah membayar baksonya Ara pun menuju perpustakaan nasional. Banyak buku yang dia baca dia sangat menyukai di sini setidaknya dia bisa tenang disini. Dulu bagi Ara berada di rumah adalah kedamaian buat dia sekarang bagi Ara tempat yan selalu dia hindari adalah rumah. Rasanya sekarang Ara tidak betah di rumah dia malas bertemu dengan orang- orang yang ada di rumah.
pukul setengah tiga sore Ara pun meninggalkan perpustakaan nasional menuju tempat les. Dia juga sudah mengabari maminya kalau hari ini sudah mulai les dan Ara juga ikut les tambahan dan akan pulang malam. sampai sana ternyata sudah ada Dita.
" hai dit, udah dari tadi." sapa Ara saat masuk ke kelas.
" belum lama Ra, loe gak pulang." tanya Ara yang melihat aku masih pakai seragam.
" gak" jawab Ara singkat.
" terus Lo kemana tadi." tanya Dita.
" muter-muter aja males di rumah." jawab Ara santai
" males ada pasangan Bucin di rumah. apalagi mbak Nadia kalau dekat mami manjanya minta ampun." ucap Ara malas
" coba loe cerita ke gue ada apa?." Dita langsung melihat ke arah Ara meminta jawaban kenapa sahabat berbeda.
" gue males aja ta, kemarin habis pulang dari tempat Lo gue sampai rumah subuh siangnya mami maksa untuk ikut mereka mau ke wo. apa yang terjadi mbak Nadia nempel terus ke mami. gue yang ada di situ gak di anggap dari siang sampai malam gue cuma ngikutin mereka semua yang mbak Nadia inginkan mami langsung di iyakan. niatnya cuma mau ke wo jadi ke mall karena mbak Nadia ingin shopping. belum lagi kalau dia mau ke rumah semua sibuk mami, papi,bang Faris semua sibuk seakan ratu mau datang. siang ini dia ke rumah buat belajar masak sama mami tapi repot nya minta ampun belum lagi mereka selalu membandingkan gue sama dia kata mereka gue harus nurut kaya dia. kesel ga Lo jadi gue." ucap Ara dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" itu yang membuat Lo jadi gak betah di rumah." ucap Dita.
" kapan coba gue gak nurut sama mereka cuma karena sekali doang gak nurut pas ikut Lo ke Semarang tapi kesannya gue kaya anak bandel yang sering gak nurut selalu aja di sindir." ucap Ara mengeluarkan kekesalannya saat ini.
" udah yang Sabar, udah jangan sedih sebentar lagi Miss jenny masuk." ucap Dita menenangkan Ara.
__ADS_1
pukul delapan malam Ara pun pulang langsung masuk kamar begitu hari - hari yang di lalui oleh Ara
walaupun capek setidaknya Ara terbebas dari keribetan di rumah.
Ara bisa menghindari makan malam tapi tidak dengan sarapan. seperti pagi ini Ara duduk di meja makan dan mengambil roti bakar baru satu gigitan mami sudah membuka suaranya Ara pun menghentikan makannya dan memandang datar ke mami.
" dek mami sudah naruh baju buat nanti. yang putih kamu pake buat acara pengajian dan yang lainnya di pake buat acara akad dan resepsi. mami udah izinin kamu ke sekolah mulai besok sampai Senin." ucap mami.
" kok mami gak bilang dulu ke Adek, besok adek ada ulangan." protes Ara
" kan bang Faris mau nikah dek. ulangan masih bisa nyusul." ucap mami lembut
" tapi mi,."
" kamu selalu saja gak pernah nurut. contoh tuh calon kakak ipar kamu selalu nurut. pokoknya nggak ada bantahan." potong papi
Ara yang lagi - lagi dibanding- bandingkan dengan calon kakak iparnya. Ara pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan tidak lagi meneruskan sarapannya.
" terserah aja." jawab Ara pelan langsung pamitan.
saat Ara ingin masuk mobil bang farel manggil.
" adek tunggu." panggil bang farel.
" apa bang?" ara tahu apa yang ingin Abangnya omongin ke dia.
" dek kamu apa- apaan sih jadi nggak sopan.?"
__ADS_1
" kalau Abang mau ngebahas yang tadi nanti aja Ara jadwal piket hari ini." potong Ara dan langsung masuk mobil dan melajukan mobilnya ke sekolah.