
Ara cukup terhibur di temani oleh Alika, Sheila dan Kimi. kegugupannya lumayan berkurang sedikit.
" assalamualaikum." muncul mama Desy, kak Kinan, kak Riani dan Tante murni keluarga Dafa.
" walaikum salam."
" ya Allah cantik nya anak mama." ucap mama Desy.
" makasih mah. mama, kak Kinan, kak Riani dan Tante murni makasih ya sudah datang."
" pasti kami datang nak, walaupun Dafa sudah nggak ada kamu tetap anak mama." ucap mama memelukku.
" iya Ara, kami tetap keluarga mu sampai kapan pun." ucap Tante murni.
" udah ah dek, pengantin gak boleh sedih kamu tetap adek kak yang paling cantik."
ucap kak Kinan dan di anggukin oleh kak Riani
Ara bersyukur walaupun Dafa sudah tidak ada tapi keluarganya selalu ada untuk Ara. perhatian dan kasih sayangnya tidak pernah berubah.
" oh iya mah mau bawa Devan dan devinnya kapan?."
" kamu izinin Devan dan Devin kami bawa ke Singapura."
" pastilah mah Ara izinin orang mereka pergi sama nenek dan kakeknya."
__ADS_1
" tapi kamu sudah bilang ke Tama anak-anak mama bawa. walau bagaimanapun sekarang Tama akan jadi ayah buat mereka. walaupun anak-anak kami yang bawa kamu tetap izin ke Tama." ucap mama.
" mama tenang aja Ara sudah bilang ke Tama kok. lagi pula Minggu depan kita juga bakal nyusul ke sana."
" makasih ya sayang. pesawat nya besok sore jadi malam ini kami juga bakal nginap di hotel kamu resepsi."
rombongan mempelai pria sudah sampai di kediaman keluarga Ara. segala rangkaian Acara menuju akad pun sudah dilaksanakan. kini tinggal mempelai pria mengucapkan ijab Kabul.
" maaf pak Anthony apa bisa di mulai ijab kabulnya?." tanya pak penghulu.
" tam, gimana sudah siap?." tanya papi ke Tama.
" siap pih." walaupun di dera kegugupan yang luar biasa tapi dia mencoba untuk tenang.
" pak Anthony mau menikahkan sendiri atau di wali kan." tanya pak penghulu
" saya sendiri saja pak yang menikahkan putri saya."
" baiklah silahkan."
Tama pun langsung menjabat tangan papi Anthony.
" bismillahirrahmanirrahim, saudara Wiratama Adiyaksa Wijaya bin Lukman Wijaya saya nikahkan dan saya kawinkan putri saya yang bernama Naura ghayda Az-Zahra Mahesa binti Anthony putra Mahesa dengan mas kawin perhiasan emas sebesar 50 gram dan uang tunai sebesar 500 juta di bayar tunai."
" saya terima nikahnya dan kawinnya Naura ghayda Az-Zahra Mahesa binti Anthony putra Mahesa dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
__ADS_1
" gimana para saksi."
" sah"
" sah."
" sah."
Tama berhasil mengucapkan ijab Kabul dengan satu tarikan nafas.
" Alhamdulillah, sekarang mempelai perempuan untuk menemui mempelai pria." ucap pak penghulu.
mami dan kak Audrey masuk ke kamar ku untuk membawa aku keluar.
" ayo sayang kita temui suamimu." ucap mami
mami dan kak Audrey menuntun aku ke tempat akad berlangsung. perasaanku saat ini campur aduk antara senang dan juga gugup.
" ya Allah, cantiknya." gumam Tama dalam hati.
" jangan di liatin terus nanti tuh bola mata keluar." ledek langit yang melihat sang Abang bengong melihat istrinya.
" karena mempelai perempuan sudah ada silahkan kalian tukar cincin." ucap pak penghulu.
Tama pun langsung menyematkan cincin ke jari manis Ara begitupun Ara menyematkan cincin di jari mas Tama. lalu Ara mencium tangan Tama dilanjutkan Tama mencium kening Ara.
__ADS_1