
semalam saat menelpon papi Anthony menanyakan kabar ternyata papi bilang maminya sedang sakit. jadi rencananya dia akan membawa anak-anaknya menginap di rumah mami dan papi.
" ayo Devan , Devin pamit sama kakek sama nenek dulu." ucap Ara.
kedua anaknya itu pun mencium tangan kakek dan neneknya.
" mah, pah Ara pergi dulu ya?" pamit Ara.
" iya nak salam ya sama mami dan papi." ucap mama Desy.
" iya mah, nanti Ara sampein." ucap Ara.
" oh iya nak nanti di sana kamu pasti akan bertemu dengan Abang kamu Faris. jangan pernah membencinya ya nak, dia juga korban sama kaya kamu. dia sepertinya merasa bersalah sama kamu. dia tidak berani mendekat ke kamu, papa kasihan sama dia nak." ucap papa.
" Ara sudah melupakan semuanya pa, Ara tidak pernah membenci bang Faris." ucap Ara. iya juga Bingung karena dia hanya melihat bang Faris waktu di gudang itu saja setelah itu dia tidak melihat keberadaan abangnya itu.
" syukurlah nak." ucap mereka serempak.
" oh iya ma, Kimi gak ikut sama Ara tapi dia bilang mungkin pulang malam dia sekalian mau cari kos dekat kampusnya." ucap Ara.
__ADS_1
" tadi Kimi juga sudah bicara sama mama." ucap mama Desy.
akhirnya Ara pun mengendarai mobilnya menuju rumah orang tuanya. dua puluh menit perjalanan akhirnya mobil yang dikendarai Ara pun sampai. dia pun mengklakson dan mang Diman pun membukakan pintu gerbang rumah Ara. setelah memarkirkan mobilnya Ara pun keluar.
" ya Allah neng Ara... Masya Allah neng mang Diman kangen banget. si neng mah nggak pulang-pulang." ucap mang Diman yang terlihat semakin tua.
" Ara juga kangen mang, gimana mang Diman sehat?." ucap Ara.
" Alhamdulillah sehat neng, ini anak-anak neng Ara. ganteng-ganteng neng." tunjuk mang Diman ketika si kembar turun dari mobil.
" iya mang, ayo Devan, Devin Salim dulu." Ara menyuruh anaknya untuk mencium tangan mang Diman.
" mang Ara masuk dulu ya."
Ara pun masuk rumah yang sudah berapa tahun dia tinggalkan. rasanya kangen dengan suasana dulu.
" assalamualaikum." Ara mengucapkan salam ketika melihat papi sedang duduk di ruang keluarga.
" walaikum salam, sudah sampai kamu nak." ucap papi.
__ADS_1
" iya Pi." Ara mencium tangan papinya.
" opa.." teriak si kembar berlari menghampiri opanya.
" wah... jagoan opa sini duduk sana opa." ajak papi Anthony kepada kedua cucunya.
mami yang mendengar suara cucunya langsung keluar dari kamar. ara yang melihat sang mami keluar kamar langsung mengambil.
" mami kenapa keluar kamar?" Ara menuntun maminya duduk gabung dengan papi.
" mami mendengar suara cucu mami makanya mami keluar kamar." ucap mami.
Devan dan Devin pun mencium tangan Omanya.
" Oma tatit." tanya Devin yang duduk di pangkuan sang Oma.
" Oma hanya pusing sedikit, tapi sekarang pusingnya hilang karena kalian datang." ucap mami menciumi pipi Devin.
" mi Ara mau menginap di sini trus Ara tidur dimana?" tanya Ara.
__ADS_1
" serius kamu mau menginap disini." tanya mama raut mukanya langsung berseri.
" terserah kamu mau kamar yang mana? kamar yang dulu juga sudah di rubah lagi seperti dulu saat dulu kamu tinggalin. Karena bang Faris pindah ke kamarnya yang dulu. kamu tenang aja mami sudah merubah dan membersihkan semua yang bersangkutan dengan perempuan iblis itu." ucap mami emosi.