Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
85


__ADS_3

selesai pengajian Faris memilih menikmati segelas kopi di balkon atas dia sedikit memikirkan perasaannya yang aneh terhadap Kimi. sampai sang adik mengagetkannya.


" ya Allah dek ngagetin aja." ucap Faris yang terkejut melihat sang adik duduk di bangku sampingnya.


" ngelamunin apa sih bang."


" nggak, nggak ada." elak Faris.


" bang, Ara sudah menemukan pendamping hidupnya lagi. loe nggak mau cari pendamping hidup lagi." ucap farrel hati-hati takut bang Faris marah.


" doain aja dek, siapa sih yang nggak mau punya pendamping."


" kenapa nggak Deketin Kimi aja bang." ucap farrel antusias.


" Kimi masih muda mana mau sama Abang."


" coba dulu bang, siapa tahu Kimi jodoh Abang."


" kamu sepertinya kenal banget sama Kimi." ucap Faris menatap sang adik.


" ya lumayan kenal."


" kenal kapan?." tanya Faris

__ADS_1


" kepo." ledek farrel yang tahu bang faris sedikit mulai tertarik tentang Kimi.


bang Faris mengendus kesal.


" kenal Kimi saat Ara masih di London saat Ara hamil berapa bulan gitu. Kimi mulai ikut Ara dan Dafa setelah mama dan kakaknya meninggal karena kecelakaan. karena Kimi sudah tak punya keluarga lagi jadi Dafa dan Ara memutuskan untuk Kimi ikut mereka dan Dafa yang membiayai. begitu masuk kuliah Kimi yang mendapat beasiswa dia sudah tidak lagi meminta ke Ara. dan dia juga memilih untuk tinggal sendiri kos dekat kampus. kalau tertarik bilang sama Ara pasti dia akan bantu. Kimi anak yang baik, penurut dan pintar. gue jamin itu." tukas Farrel berlalu pergi.


" kasihan ternyata sudah tidak punya siapa-siapa? wajahnya cantik, baik, pintar pasti banyak yang suka? mana mau sama duda? astaghfirullah Faris ngapain juga loe mikirin dia." gumam Faris dalam hati.


akhirnya Faris pun memutuskan untuk masuk kamar


***


malam telah berganti sejak subuh rumah Ara sudah sibuk melakukan aktivitas.


" makasih Kim, oh iya si Devan dan Devin sudah sarapan."


" kakak tenang aja, si kembar lagi di suapin sama bi tuti dan bi sari. kakak nggak usah mikirin mereka banyak yang jaga."


Ara pun memakan sarapannya setelah selesai Ara pun langsung di make up oleh MUA.


" assalamualaikum, Sheila yang cantik datang." Sheila dan Alika masuk ke dalam kamar Ara.


" walaikum salam."

__ADS_1


" sumpah loe cantik banget." celoteh Sheila.


" ya elah shel, udah dari dulu kalau Ara gak cantik mana mungkin mas Tama setia menunggu." ucap Alika.


" iya ya, habis Ara si kecebong ini bakal nikah." ucap Sheila nunjuk ke Alika.


" sabar jojoba." ucap Kimi.


" apa tuh?."


" jomblo jomblo bahagia." ucap Kimi tertawa meledek Sheila


" yeah si bocah dia ngeledekin gue sendirinya Emang gak jomblo."


" UPS... lupa kalau jomblo juga." semua yang di situ pun tertawa melihat tingkah Kimi.


" oh iya kalian cuma berdua."


" gak Riko, Doni Sama Hendrik di luar, oh iya titipan dari Dita, dia nggak bisa datang maklum bisnis women sibuk." ucap Alika.


" iya takut bangkrut kalau satu hari nggak kerja." timpal Sheila.


" ya sudah, mungkin memang dia sibuk banget nggak bisa di tinggal kerjaannya."

__ADS_1


" sibuk banget padahal nemuin loe cuma butuh berapa menit sih masa nggak bisa." ucap Sheila dengan nada sewot.


__ADS_2