
dafa yang mendengar istrinya menangis dia pun membalikkan badannya.
" kenapa nangis?." tanya Dafa Ara Hanya menggeleng.
" udah diem ya jangan nangis. udah malam Ara ayo tidur." ucap Dafa lagi.
bukannya diam Ara makin nangis kencang.
karena sang istri makin nangis kencang Dafa pun bergeser mendekat ke ara dan memeluk Ara.
Ara yang di peluk Dafa langsung mengeluarkan unek-uneknya.
" kamu jahat !" ucap Ara sambil memukul dada Dafa.
" jahat.! " ucap Dafa heran.
" iya kamu jahat kenapa kamu manggil nama biasanya sayang manggilnya?. trus kenapa dari tadi ngediemin Ara? kesel tahu diemin." ucap ara.
Dafa baru mengerti ternyata karena cemburu dia sudah mendiamkan Ara dan juga di hanya memanggil nama. Dafa benar - benar tidak sadar dengan semua itu.
" maafin ya sayang karena aku cemburu ngelihat kamu baru pertama masuk kamu sudah akrab dengan seseorang, cowok lagi. karena itu aku lupa dengan semua itu." ucap Dafa sambil mengelus rambut Ara yang masih dalam pelukan Dafa.
" kamu cemburu!." ucap Ara melihat wajah Dafa.
__ADS_1
" dia teman SMA aku namanya Bayu, aku juga baru tahu dia kuliah di sini." ucap Ara lagi.
" aku takut kamu ninggalin aku karena dia." ucap Dafa datar.
" dia udah tahu aku udah punya suami jadi gak usah mikirin yang macem-macem." ucap Ara.
" kamu aja manggil aku masih nama sedangkan aku selalu manggil sayang." ucap Dafa ngambek.
" kamu mau aku panggil apa?." tanya Ara.
" apa aja kamu mau manggil aku apa?."
" besok aja aku pikirin sekarang aku mau tidur." ucap Ara.
" sayang jangan tidur dulu." ucap Dafa.
" aku boleh minta hak aku gak." ucap Dafa.
Ara belum menjawab tanpa basa-basi Dafa langsung membenamkan ciumannya di bibir mungil milik Ara. dia memegang leher belakang istrinya itu agar Ara tidak bisa melepaskan ciumannya. sedangkan Ara matanya membulat dengan sempurna. ciuman Dafa pun semakin lama semakin panas.hingga Ara kehabisan nafas.
" sayang bernafas lah ." ucap Dafa
saat Ara mencoba ngambil sebanyak- banyak udara. setelah itu Dafa kembali ******* bibir Ara. Dafa melepas pakaian Ara dan dafa pun beralih ke dua gunung kembar milik Ara.
__ADS_1
" aku masukin ya!" ucap Dafa.
Ara hanya mengangguk, Dafa pun langsung bersemangat membuat Dafa junior. malam ini menjadi malam panas untuk mereka berdua. mereka melakukan lagi dan lagi sampai pukul 4 pagi mereka baru tertidur saling berpelukan.
pagi hari Ara terbangun karena mendengar suara pintu di ketuk. karena masih ngantuk Ara pun membangunkan suaminya.
" daf, bangun ada kak Kinan tuh." ucap Ara.
Dafa yang di bangunkan Ara langsung membuka mata.
" apaan sih saya aku masih ngantuk nih." Dafa malah mempererat pelukannya.
" ih ada kak Kinan itu."
Dafa pun bangun memakai boxer nya dan membuka pintu kamar
" apaan sih kak ganggu aja. orang lagi enak juga." ucap Dafa kesel
" hello... ini udah siang jangan kelonan terus. oh iya kakak mau ikut mas bian mungkin pulang malam Gavin juga ikut kakak. kakak udah bikin sarapan, udah ya kakak pergi." ucap kak Kinan.
Dafa pun masuk kembali ke kamar melihat sang istri sedang duduk di tempat tidur sambil meringis.
" kenapa sayang?" tanya Dafa.
__ADS_1
" gara-gara ulah kamu itu aku sakit susah jalan, perih rasanya."ucap Ara sambil memanyunkan bibirnya.
" mana sini aku mau lihat." ucap Dafa sambil menarik selimut Ara.