Perjalanan Cinta Naura

Perjalanan Cinta Naura
139.


__ADS_3

Devan dan Devin kumpul bersama temannya mereka mengobrol sambil menikmati makanan yang dia sediakan.


" cin, Lo lihat deh si Freya..Freya itu." ucap jelita.


" iya kenapa?."


" dia siapa sih kok akrab banget sama keluarganya Devan sama Devin." ucap jelita.


" iya ya, kenapa dia akrab banget sama keluarganya Devan dan Devin." ucap cindi yang baru menyadari kehadiran Freya di sana.


" kayanya kita harus bertindak deh biar si Freya tuh nggak dekat-dekat sama Devan dan Devin." ucap cindi kembali.


" betul tuh cin, kita harus bikin Freya menjauh dari Devan dan Devin. gara-gara si Freya kita susah dapatin Devan sama Devin." balas jelita.


" iya betul."


pesta ulang tahun Devan dan Devin yang awalnya hanya untuk keluarga dan juga sahabatnya menjadi ramai karena kedatangan teman-teman sekolahnya. beruntung Ara menyiapkan makanan yang lumayan banyak jadi tidak begitu kerepotan.


tepat pukul sepuluh malam teman-temannya Devan dan Devin pamit undur diri.


" Devan, Devin kami pamit dulu ya makasih udah dibolehin kami untuk gabung." ucap mereka.


" iya sama-sama." ucap Devan dan Devin bersamaan.


" om, Tante kami pamit dulu, makasih makanannya." ucap mereka pamit sama Ara dan mas Tama.


" sama- sama terima kasih juga udah bikin kejutan buat Devan dan Devin." jawab Ara.


" Devan cindi pamit dulu ya." ucap cindi yang menghampiri Devan.


" hmm...." ucap Devan acuh.


" Devin jelita juga pamit ya.' kini giliran jelita yang menghampiri Devin.


Devin hanya mengangguk.

__ADS_1


" gih dah jauh-jauh sana, siapa juga yang ngundang Lo." ucap Devin yang hanya bisa berkata dalam hati.


kalau tidak ada mama dan ayahnya Devin paling malas bermanis-manis dengan dua wanita itu.


setelah teman-temannya Devan dan Devin pergi, keluarga yang lainnya juga pamit pulang ya walaupun rumah mereka hanya sejengkal. tapi karena anak-anak sudah pada ngantuk jadi mereka pulang.


begitu juga mami dan papi pulang ke rumah mereka yang berada di depan rumah Ara. sedangkan mama dan papa mertua Ara. menginap di rumah langit begitu juga dengan Anggia adiknya bungsunya mas Tama dia juga menginap di rumah langit bersama suami dan anaknya.


" ayah gendong Caca udah ngantuk." ucap manja Caca ke ayahnya.


mas Tama pun dengan senang hati mengendong putri cantiknya menuju kamarnya.


" sebelum tidur ganti bajunya ca." ucap Ara saat mas Tama akan menaiki tangga.


" Fasya juga ayo tidur jangan main game terus." ucap Ara yang melihat anak ketiganya masih asik bermain game di ponselnya.


" iya mah." jawab Fasya yang langsung naik ke kamarnya.


Ara kembali ke halaman belakang menemui anak-anaknya karena masih ada Nandes, mika, Jonathan, sakti, Freya, bela dan juga bintang.


" iya Tante nggak apa-apa kan." jawab Nandes, Jonathan dan sakti bersamaan.


" ya nggak apa-apa. terus mika kamu nggak di marahin pulang malam." tanya Ara ke mika.


" nggak Tante, mika udah izin sama mami bakal nginap di rumah Freya." ucap mika.


" iya aunty yang cewek-cewek nginap di rumah Freya." sahut Freya.


" ya udah, terus nandes, Jonathan sama sakti udah izin pulang malam." tanya Ara ke tiga laki-laki sahabat anaknya.


" kita mau nginap di sini Tante nggak apa-apa kan." kali ini sakti yang bicara.


" nggak apa-apa dong. ya udah kalian ada yang mau di makan dan minum nggak soalnya mau di beresin." ucap Ara.


" boleh Tante, itu sih nggak nolak " jawab nandes dengan semangat empat lima.

__ADS_1


nandes dan yang lainnya pun mengambil makanan yang masih ada. sedangkan Ara membantu bibi buat beres-beres. setelah selesai beres-beres Ara kembali ke halaman belakang terlebih dahulu menengok anak-anak di halaman belakang. barulah dia naik ke lantai atas menuju kamarnya.


ceklek


Ara membuka pintu kamarnya dan terlihat mas Tama sedang menonton bola di tv. Ara pun segera masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


setelah selesai bersih-bersih Ara menyusul suaminya naik ke tempat tidur.


" mas masih mau nonton, kalau masih mau nonton Ara tidur duluan ya " ucap Ara sambil mengambil posisi untuk tidur.


" enak aja mau langsung tidur orang mas nungguin kamu juga dari tadi." ucap mas Tama sambil mematikan tv dan ikut tidur memeluk Ara


" ya udah tidur." ucap Ara.


" mas mau tidur tapi yang bawah harus di tidurin dulu." bisik mas Tama di telinga Ara.


" astaga..." ucapan Ara terpotong karena bibirnya sudah di ***** oleh mas Tama. Ara pun hanya bisa pasrah karena kalau sudah begitu mas Tama sulit untuk di hentikan.


kembali ke halaman belakang Devan dan yang lainnya masih asik ngobrol.


" bang Devin cewek yang tadi kayanya suka deh sama abang." ucap Bellatrix.


" dia tuh salah satu fans Devin yang paling fanatik." jawab Nandes.


" oh ya, keliatan sih. abang kenapa nggak pacaran aja sama dia, cantik tahu bang orangnya."


" walaupun cantik, tetep ogah Abang bikin hidup Abang jadi ribet pacaran sama dia." jawab Devin.


semua yang di sana tertawa.


"kalau Devin pacaran sama si jelita, Devin kemana-mana pasti udah di tempelin terus sama ulet bulu." ucap sakti sambil tertawa


" udah sih kenapa bahas dia." ucap Devin ketus.


karena hari makin malam para cewek-cewek pun memutuskan untuk pulang ke rumah Freya. sedangkan para cowok mereka lanjut masuk ke dalam rumah dan kini mereka kumpul di kamar Devin sambil main PS.

__ADS_1


__ADS_2