
Andre mewakili ku untuk mengurus masalah Melati, karena kondisi ku yang belum stabil mereka memutuskan untuk melakukan itu. Sudah satu minggu aku di rumah, kejenuhan dan kegundahan hati ku untuk menemui Zean sudah tak dapat di tahankan lagi. Aku pun memutuskan untuk pergi ke rumah orang tua Zean.
"yah, Raa mau ke rumah orang tua Zean ya. Raa pengen liat keadaan Zean sekarang" ucap ku
"kamu pergi sama siapa nduk? kamu baru seminggu keluar loh" tanya ayah
"mungkin Raa akan pergi sama Dita yah, hati Raa benar-benar penasaran dengan keadaan Zean yah. Terlebih lagi saat Raa dengar rumor seperti itu di rumah sakit" jelas ku
"ya sudah, kamu hati-hati perginya ya nduk, kalau bisa suruh Dita yang nyetir. Biar kamu nggak ke capekan"
Aku pun bersiap-siap akan berangkat ke tempat Zean, aku pun sudah menghubungi Dita dan menyuruhnya untuk menjemput ku. Tak lama aku menunggu, Dita datang menjemput ku.
"yah, Raa pamit dulu ya" ucap ku
"iya, hati-hati kalian di jalan ya. Jangan ngebut-ngebut, kamu juga jangan capek-capek nduk"
"iya yah, lagian Raa juga nggak akan nginep di sana kok" ucap ku lagi
__ADS_1
"ya udah yah Dita sama Tiara berangkat dulu ya, biar nggak kesorean nanti" ucap Dita berpamitan
Kami pun pergi menuju ke rumah Zean, aku berharap keadaan Zean baik-baik saja. Namum hati ku sedikit gusar karena bila Zean baik-baik saja pastilah dia menghubungi ku dan menanyakan keadaan ku sekarang.
Setibanya di rumah Zean, aku tak melihat seorang pun ada di rumah itu. Sangat sepi dan tak berpenghuni. Aku mencoba mengetuk pintu rumah mertua ku itu.
tok...tok...tok...
"assalamualaikum...." teriak ku
Aku tak mendengar ada orang yang menyahut dari dalam, ku coba sekali lagi untuk memanggil.
Tak lama ada langkah kaki dari dalam rumah menuju pintu, dan tiba-tiba pintu terbuka. Ternyata yang membuka pintu itu adalah Adi, dan dia pun sedikit terkejut melihat kedatangan ku.
"owh waalaikumsalam, mbak Tiara?" ucap Adi sedikit terkejut
"boleh aku masuk Dii?" tanya ku
__ADS_1
"owh, boleh-boleh mbak. Ayo masuk mbak, mbak ke sini sama siapa? kok nggak ngabarin?" tanyanya
"aku ke sini sama Dita, bentar lagi dia nyusul ke sini. Hp nya tadi ketinggalan di mobil" ucap ku
"hmm gitu ya. Mbak mau minum apa? biar Adi buatin, jauh-jauh ke sini loh mbak" ucapnya
"nggak usah Dii, orang rumah kemana? Kok sepi banget?" tanya ku sambil melihat-lihat kondisi rumah
"iya mbak, bapak sama ibu pergi ke luar negeri mbak. Bapak mengalami serangan jantung dan komplikasi, jadi di rujuk ke rumah sakit yang lebih baik. Sebelumnya bapak di larikan ke rumah sakit kota, namun nggak ada perubahannya. Jadi keluarga udah memutuskan untuk cari perawatan yang terbaik buat bapak" jelas Adi
Aku pun terdiam mendengar penjelasan Adi, aku tak menyangka jika keluarga suami ku saat ini pun sedang dalam masalah besar.
"hmm, semoga bapak cepat pulih ya Dii. Aku dengar kamu yang urus Zean waktu di rumah saki ya?" tanya ku
"iya mbak, karena bapak sakit jadi yang lain ngurusin bapak. Aku yang berangkat sendiri urus mas Zean" ucap Adi
"jadi, sekarang Zean di mana? kenapa dia nggak menghubungi ku? keadaannya bagai mana?" tanya ku penasaran
__ADS_1
Adi terdiam mendengar serangkaian pertanyaan ku, mukanya sedikit muram dengan sederetan pertanyaan yang keluar dari mulut ku.
"mbak ngapain nanyain mas Zean? Mbak harus fokus dengan kehidupan mbak yang sekarang" ucap Adi