
Andre meminta ku menemuinya hari ini di cafe pas jam makan siang, dan aku pun menyetujuinya.
"Hy Ndre, ada perlu apa tiba-tiba kamu ngajak aku ketemuan?" Tanya ku
"Owh iya, aku mau kasih kamu ini. Sekalian buat Dita juga, rencananya aku lusa mau berangkat ke luar negeri" jelas Andre sambil memberikan bingkisan
"Apa nih...? Kok dadakan banget berangkatnya?" Ucap ku sambil membuka bingkisan yang ternyata isinya sweeter
"Iya, ada hal penting yang harus aku lakuin di sana. Dan belum tau cepat apa lama di sana. Gimana kamu suka?" Tanya Andre
"Wow, ini kan belum launching di pasaran. Kok kamu bisa dapet sih?" Ucap ku kagum
"Hmm, kebetulan mereka kerja sama dengan perusahaan ku. Terus kemarin kasih sample gitu he he ye" canda Andre
"Tapi ini bagus loh, masak sample cucok gini? Terus kamu berangkat jam berapa lusa?" Tanya ku
"Aku naik pesawat pagi, besok aku mau nyelesaiin kerjaan yang di sini dulu"
"Hmm gitu, ya udah. Kamu hati-hati ya" ucap ku menasehati
Kami pun melanjutkan makan siang, tak lama kami makan tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri ku. Saat ku lihat ternyata sosok itu adalah Melati.
__ADS_1
"Jadi, ini yang kamu lakuin di belakang suami mu? Makan siang sama laki-laki lain?" Tuduh Melati
"Masalahnya dengan mu apa?" Tanya ku santai sambil melanjutkan makan siang ku
"Ternyata kamu cukup pintar ya Tiara, untuk membodohi laki-laki yang dekat sama mu. Di rumah kamu pura-pura seperti seseorang yang sangat terluka. Namun di luar kamu menikmati hidup dengan laki-laki lain" ucap Melati meradang
"Yaahh setidaknya aku tak mengganggu suami orang kan?" Ucap ku sambil tersenyum
"Owh kamu nyindir aku? Setidaknya aku nggak sok polos dan pura-pura bodoh untuk mendapatkan simpati laki-laki"
"Hmm aku harus melakukannya, karena dengan begitu aku bisa menarik perhatian suami ku lagi kan? Dan menurut ku, salah bagi mu untuk berdebat dengan ku. Aku ini wanita baik-baik sehingga suami ku berat untuk melepaskan aku sedangkan kamu?"
"Kamu bilang aku wanita murahan gitu? *******..." Umpat Melati sambil mengayunkan tangannya untuk menampar ku.
"Aku nggak bilang kamu murahan, dan lagian kalau Zean bisa meninggalkan mu menurut ku itu wajar. Dia aja bisa ninggalin aku, apa lagi cewek kayak kamu"
Melati benar-benar meradang mendengar ucapan ku, ia berusaha menyerang ku. Dan Andre yang diam dari tadi menyingkirkan wanita itu dari hadapan ku.
"Kamu gila ya...?" Ucap Andre cemas
"Nggak, aku bakalan buat mereka yang nyakitin aku Nerima hal yang lebih menyakitkan lagi" ucap ku
__ADS_1
"Kamu memar loh, itu luka kena kuku juga" ucap Andre sambil menunjuk ke arah pipi ku
"Telpon Zean, bilang aku di sini. Pliiisss" ucap ku memohon
Andre pun menuruti omongan ku, dia menelepon Zean, dan mengatakan aku di serang seseorang. Tak lama Andre menelepon Zean tiba di tempat kami berada.
"Kamu kenpa? Ya tuhaann,,, Raa muka mu bengkak. Ini luka loh" ucap Zean kaget
"Aku nggak apa-apa. Padahal tadi aku udah bilang Andre buat gak usah hubungin kamu. Tapi dia tetep aja ngeyel" ucap ku meringis
"Kamu kok bisa sampe kayak gini? Siapa yang buat?" Tanya Zean lagi
"Selingkuhanmu yang sok cantik itu. Bilang sama dia, kalau lagi ada masalah jangan lampiasin ke orang lain. Untung aku ketemu dia di sini" ucap Andre berakting
"Melati? Kamu yakin dia yang ngelakuin ini ke kamu?" Tanya Zean setengah percaya
"Oy bro, cinta sih boleh. Tapi jangan bodoh. Kamu kira Tiara segitu begoknya sampe mukulin diri sendiri biar dapat simpati dari mu?" Ucap Andre lagi
"Udah aku mau pulang..." Ucap ku
Zean mengantar ku pulang, aku hanya diam di perjalanan. Aku melihat muka Zean yang sangat menahan emosinya. Mungkin ia sangat ingin bertemu dengan Melati saat ini
__ADS_1
"Ok girls, permainan ini kita mulai" batin ku.
Aku menahan senyum, namun memang terasa sangat perih hasil dari cakaran wanita ****** itu. Aku nggak tau apa yang akan terjadi antara Zean dan Melati. Aku sangat menginginkan kabar secepatnya.