
Kami telah tiba di rumah. Melihat Tiara yang tertidur pulas, Zean merasa kasihan untuk membangunkannya. Ia pun berinisiatif untuk menggendongnya. Zean menggendong Tiara ke kamar. Setelah meletakkan Tiara di kasur ia pun keluar dan menghidupkan ponselnya. Ternyata banyak pesan masuk di Hp nya. Dan rata-rata pesan tersebut dari Melati. Ia pun turun ke bawah dan menghubungi Melati.
"Hy, kamu udah tidur?" Tanya Zean
"Bisa ya kamu, satu harian ini kamu ke mana? Aku telponin nomor kamu tuh ngga aktif tau nggak? Kamu ngapain sih?" Tanya Melati marah
"Owh, aku pergi sama Tiara tadi seharian. Dan aku memang matiin Hp seharian ini. Ini kami baru pulang" ucap Zean menjelaskan
"Oooo jadi kamu hari ini kencan sama istri mu dan nggak mau aku ganggu jadi kamu matiin ponsel mu, gitu?" Ucap Melati meradang
"Iya aku memang udah janji dari dulu sama dia buat bawa dia jalan-jalan. Selama ini aku udah banyak nyakitin dia, jadi hari ini ada waktu ya ku bawa dia main"
"Terus, gimana janji-janji mu dulu sama aku? Kapan mau kamu wujudtin? Kamu nggak inget apa? Janji kamu ke aku itu lebih banyak di banding sama dia"
"Iya.... Aku tau, tapi mau gimana pun dia itu istri aku. Dan aku harus buat dia bahagia"
"Owh, sekarang kamu ingat kalau dia istri kamu. Jadi kamu udah mau rujuk sama dia? Iya?"
"Udah lah, aku capek. Besok aku masuk kerja. Kamu jangan malam-malam tidurnya" ucap Zean sambil mematikan ponselnya.
Pagi-pagi sinar matahari memasuki celah-celah gorden kamar dan membangunkan tidur ku. Aku pun terbangun, namun tiba-tiba aku berfikir bagaimana bisa aku tidur di kamar.
"Perasaan semalam aku tidur di mobil. Kok udah bisa di kamar? Apa aku ngelindur ya?" Gumam ku di atas tempat tidur.
Tiba-tiba Zean mengetuk pintu kamar dan masuk.
"Kamu udah bangun? Aku udah bilang Anggi siapin sarapan buat kamu. Tapi kalau masih ngantuk kamu tidur lagi aja" ucapnya
"Nggak, aku udah bangun. Kamu udah mau berangkat ke kantor?" Tanya ku sambil bangkit dari tempat tidur
__ADS_1
"Iya, tapi aku sarapan dulu. Aku tunggu kamu di bawah ya" ucap Zean sambil pergi
"Zean...." Teriak ku
".... Perasaan aku semalam tidur di mobil, kok bisa di kamar?" Tanya ku
"Nggak mungkin kan kalau kamu terbang" ucap Zean meninggalkan ku
Blusshhh tiba-tiba pipi ku terasa panas, mungkin saat ini memerah.
"Pasti semalam ia menggendongku ke kamar" pikir ku
"Aku sekarang kan udah berat, yah nggak diet selama menikah" pikir ku lagi
Aku berlari ke kamar mandi mencuci muka ku dan menggosok gigi, sangat malu ku rasa jika benar Zean menggendong ku semalam. Dengan bobot badan ku yang sekarang, membuat ku memikirkannya saja sudah malu. Aku turun menemuinya di meja makan.
"Zean, semalam kamu gendong aku ke kamar ya?" Tanya ku penasaran
Kami pun sarapan bersama, dan aku masih sangat penasaran dengan kejadian semalam. Tak lama kemudian ia bersiap akan berangkat ke kantor.
"Aku berangkat ke kantor dulu ya, kamu lanjutin aja makanya" ucap Zean
Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya.
"Sepertinya sekarang kamu lebih lumayan di banding baru-baru menikah dulu" ucap Zean lagi sambil berlalu pergi.
"Lumayan? Maksudnya lumayan? Aku tambah berat gitu?" Tanya ku
Tapi Zean berlalu meninggalkanku di meja makan. Bisa-bisanya ia melakukan itu kepadaku.
__ADS_1
"Mbak Anggi, aku gemuk banget ya sekarang?" Tanya ku tiba-tiba kepada Anggi
"Nggak kok mbak, biasa aja. Emang siapa yang bilang mbak gemuk?" Tanya Anggi balik
"Tadi Zean bilang aku gitu. Ohh nyebelin banget sih jadi orang" ucap ku sambil melahap roti ku
Anggi hanya tersenyum melihatku manyun karena ucapan Zean tadi.
Di kantor Naya menghampiri Dita di mejanya, ia memberikan laporan yang di buatnya ke Dita untuk di cek ulang oleh Dita
"Owh iya Nay, kemarin si Tiara pulang aman kan?" Tanya Dita
"aman dong kak, kan aku sama kakak ku yang antar" ucap Naya
" Owh gitu, makasih banget ya. Terus maaf ya aku ngerepotin kamu sama kakak mu buat antarin dia pulang. Habis aku kelupaan sih?"
"Seloow kak, aku juga sekalian keluar kok. Makanya sekalian aja antar kak Tiara pulang"
"Terus, kalian mampir ke rumah Tiara ngga?" Tanya Dita
"Nggak sih kak, cuma kakak aja yang turun buat antarin kak Tiara ke rumahnya. Aku nunggu di mobil"
"Owh gitu, yah paling juga si Zean nggak di rumah"
"Kok gitu kak?"
"Iya kalau ada Zean di rumah, pasti kalian di suruh mampir dulu. Biasanya sih gitu"
"Emang suaminya kak Tiara kemana kak? Kok nggak di rumah?"
__ADS_1
"Yahh... Paling lagi di luar sama selingkuhannya"
"What...? Suami kak Tiara selingkuh?"