Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 136


__ADS_3

Zean bingung dengan keadaan sekarang yang sudah mengetahui kalau Tiara tidak di kota itu lagi, ia berharap Adi bisa membantunya mencari informasi kemana Tiara pergi. Tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam apartemennya, ia pun bangkit dan mencoba berjalan perlahan.


"Hy... Apa aku mengejutkan mu?" tanya Arnold yang baru saja tiba.


"Owh, aku kira tadi siapa. Aku meliburkan Paul hari ini, dan mencoba hidup normal." ucap Zean melangkah ke kursi.


"Kau sudah sarapan? Biar aku buatkan. Kemajuan mu sungguh pesat, pasti sebentar lagi akan pulih." ucap Arnold membuka kulkas.


"Tumben pagi-pagi sudah di sini, tidur mu terganggu?" tanya Zean.


"Aku sedikit bad mood, kau mau apa? Coklat, atau stroberry?" tanya Arnold memegang selai.


"Terserah..... Apa agenda mu hari ini?"


"Tidak ada, aku kosong. Makan lah, akan ku panaskan susu." ucap Arnold meletakan piring yang berisi roti selai.


Saat meletakan piring, Zean memperhatikan muka Arnold yang sedikit lebam. Matanya terbelalak melihat itu.


"Ada apa dengan muka mu? Apa kau mulai berkelahi lagi? Dengan siapa kau berkelahi?" ucap Zean panik.


"Tenang lah, aku sama sekali tidak berkelahi. Hanya orang itu yang mudah tersulut emosi dan tiba-tiba memukul ku." jelas Arnold santai.


"Kau selalu mencari masalah ke semua orang, saat ku tanya selalu menjawab seperti itu. Apa kau memulainya duluan?" tanya Zean.


"Aku tidak pernah memulai duluan, dia yang mengganggu orang ku duluan." ucap Arnold memberikan segelas susu hangat.


"Siapa...? Wanita...? Sejak kapan kau bertengkar hanya karena wanita?" tanya Zean tak percaya.


"Sudahlah... Lanjut kan makan mu. Aku mau main game." ucap Arnold berlalu meninggalkan Zean.


"Whoaa... ternyata sahabat ku sudah dewasa dan bertemu dengan jodohnya sekarang. Terima kasih Tuhan." ledek Zean sambil tersenyum-senyum.


Arnold hanya diam dan tak menanggapi ledekan dari Zean, ia hanya fokus menghidupkan game di ruang keluarga milik Zean.


"Heyy.... Siapa wanita itu? Kau harus memperkenalkannya kepada ku." rayu Zean.


"Bukannya kau tak ingin melihat wanita, kenapa sekarang kau tertarik untuk melihatnya?" tanya Arnold.


"Kalau wanita yang kau ajak itu milik mu aku dengan senang hati menyambutnya seperti adik ipar." ucap Zean menghampiri Arnold.

__ADS_1


"Ada saatnya kau tau, fokuskan kesembuhan mu. Lagian wanita itu belum tentu akan memilih ku." ucap Arnold.


"Why... Apa yang gak mungkin."


"Sudahlah, tidak usah membahasnya lagi. Kau mau main juga?"


"Ok..."


Mereka menghabiskan waktu bersama dengan main game.


Aku baru bangun dari tidur ku dan melihat jam. Ternyata sudah pukul 9.00, aku bergegas untuk mandi dan sarapan. Rencana ku hari ini akan menemui Andre di apartemennya dan memastikan semuanya baik-baik saja. Ia tak ingin karena kejadian semalam berlarut terus dan membuat hubungan persahabatan mereka berantakan. Setelah selesai aku pun berangkat menuju alamat yang sudah di berikan oleh Dita. Setiba di alamat yang di tuju aku bergegas mencari nomor apartemen Andre dan mengetuknya.


Tok.... Tok.... Tok....


Aku masih menunggu di luar dan berharap Andre mau membukakan pintu untuk ku. Ku coba mengetuknya lagi dan akhirnya pintu terbuka.


"Raa... Kok kamu bisa ada di sini?" ucap Andre baru bangun.


"Boleh aku masuk Ndre? Banyak hal yang harus kita bahas." ucap ku.


Andre mempersilahkan ku masuk dan duduk di ruang keluarga. Sedangkan dia pergi untuk mencuci mukanya dan menyiapkan secangkir coklat hangat.


Aku mengambil gelas yang berisi coklat hangat dan menyeruputnya. Bingung bagaimana harus mengatakan semuanya karena aku takut menyinggung perasaan Andre lagi.


"Aku sudah tau semuanya Ndre. Aku sudah menanyakan semuanya ke Dita semalam." ucap ku memulai.


"Sorry Raa, tapi aku benar-benar gak bisa mengalihkan fikiran ku dari kamu." ucap Andre.


"Aku tau itu sulit Ndre, tapi aku pun tidak bisa menerima perasaan mu. Aku menganggap mu hanya sahabat ku dan gak lebih." ucap ku mencoba menjelaskan.


"Apa karena laki-laki itu Raa? Kenapa kamu bisa membuka perasaan mu kepadanya tapi tidak bisa membukanya kepada ku?" tanya Andre.


"Aku sudah terbiasa dengan hubungan persahabatan kita Ndre, dan sulit untuk mengubah itu. Sedangkan Arnold bukanlah siapa-siapa aku, dia hanya sering menolong ku itu saja." ucap ku.


"Sesusah itukah untuk menerima ku Raa? Kita bisa mencobanya sekali." bujuk Andre.


"Sorry Ndre, aku gak bisa. Kalau memang kau susah untuk melupakan aku, lebih baik kita tidak udah bertemu dan berhubungan lagi." ucap ku putus asa.


"Raa pliis ini gak lucu. Aku sama kamu itu kenal udah dari kecil, masa kamu mau memutuskan hubungan ini begitu saja." ucap Andre.

__ADS_1


"Jadi apa yang harus aku lakukan Ndre? Aku sudah mengatakan aku tidak bisa untuk menjalani hubungan dengan mu. Dan aku juga tidak ingin kamu selalu memikirkan aku." ucap ku.


Andre hanya terdiam mendengar ucapan ku dan tertunduk sedih.


"Aku gak pernah mau kita ribut gara-gara hal seperti ini Ndre, aku mau kita baik-baik saja. Tapi sepertinya kamu yang memilih untuk aku tidak menganggap mu lagi." ucap ku berdiri dan beranjak pergi.


"Tunggu Raa.... Baiklah kalau kamu menolak ku lagi. Tapi aku gak mau kamu benci aku dan memutuskan persahabatan kita. Sorry." ucap Andre menahan ku.


"Berfikir lah dengan tenang Ndre, kalau kau sudah menemukan jawabannya nanti baru hubungi aku." ucap ku pergi.


Andre hanya terdiam dan duduk di sofa dengan menengadahkan wajahnya ke arah langit-langit ruangan.


Aku pun pulang menaiki taksi, tiba-tiba aku ingin mengunjungi Carlo. Karena sebentar lagi natal, mungkin dia sudah menyiapkan beberapa makanan di rumahnya. Aku pun meminta supir taksi mengubah rute perjalanan ku.


Saat Andre masih duduk di ruang keluarga dan menyesali perbuatannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ia pun mengangkatnya. Ternyata itu telepon dari penginapan yang semalam ia sewa untuk wanita muda yang di tolongnya. Dan ternyata ada keributan di sana, Andre pun dengan cepat menuju penginapan semalam karena ingin tau apa penyebabnya.


"Mr.Andre anda yang membawa wanita itu semalam ke sini?" tanya salah satu petugas.


"Iya ada apa...? Saya hanya menolongnya mencari tempat tinggal." ucap Andre panik.


"Ada beberapa pria menariknya pagi ini dan kami masih menahannya di satu ruangan." ucap petugas itu.


Mereka pun melangkah cepat menuju ruangan itu, takut jika terjadi apa-apa pada wanita itu. Benar saja, wanita itu sudah babak belur di pukul oleh laki-laki yang tak di kenali oleh Andre.


"Berhenti, kenapa kalian memukul wanita itu?" tanya Andre terkejut dengan apa yang di lihatnya.


"Dia melarikan diri dari Pub semalam dan membuat ku mengalami kerugian." ucap seorang laki-laki yang kemungkinan adalah bos mereka.


"Berapa kerugian kalian...?" tanya Andre mendekati wanita itu.


"Waahhh sudah mau jadi pahlawan ya. Kamu kira sanggup untuk membayarnya?" tanya pria itu.


"Katakan saja, aku akan membayar semuanya. Tapi dengan syarat." ucap Andre.


"Baiklah, kau harus membayar 35juta untuk semua kerugian termasuk hutang ayahnya" ucap pria itu sombong.


"Baik, kirim rekening mu. Aku bayar semua itu dengan syarat kalian termasuk ayahnya tidak boleh mengganggunya lagi mulai sekarang. Jika itu terjadi aku akan memasukan kalian ke penjara." ucap Andre membuka jaketnya dan memberikan ke wanita itu.


Setelah semua selesai Andre membawa wanita itu ke rumah sakit untuk di rawat. Wanita itu sudah setengah kehilangan kesadarannya dan Andre pun panik akan hal itu.

__ADS_1


"Kau harus bertahan, sebentar lagi kita tiba di rumah sakit." ucap Andre


__ADS_2