Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 87


__ADS_3

Andre menghampiri mereka yang menunggu dengan cemas di lorong rumah sakit. Andre pun menatap ayah yang mungkin sudah pasrah akan keadaan anaknya. Dengan lembut Andre menghampiri ayah dan duduk di sampingnya.


"kabar apa yang di bilang Dokter pada mu?" tanya ayah lirih


"Tiara mengalami kecelakaan yang cukup parah yah, kornea matanya rusak karen benturan dan begitu juga hatinya. Dokter bilang kemungkinan bertahan hidup cuma satu minggu jika kita nggak dapat pendonor hati untuk Tiara" ucap Andre berhati-hati


Semua yang mendengar ucapan Andre terkejut bahkan ada yang menangis, ayah pun nampak berusaha tegar mendengar ucapan dari Andre. Ia menepuk-nepuk tangan Andre untuk mengurangi rasa sedihnya.


"saya akan cari orang yang mau mendonorkan untuk Tiara pak, bapak tenang saja. Saya sudah menghubungi semua koneksi saya, insyaallah akan cepat mendapat kabar baik" ucap Andre


"satu minggu bukanlah waktu yang lama untuk mengurus ini semua, mencari pendonor saat ini bukanlah hal yang mudah. Sebanyak apa pun uang yang kita punya, mungkin tak akan sempat membuat Tiara kembali" ucap ayah sedih


"saya akan usahakan yang terbaik pak, Tiara orang yang kuat. Dia nggak mungkin semua itu jatuh dari semua ini" Andre menyemangati

__ADS_1


"aku juga akan bantu cari pendonor untuk kasus ini, tapi selagi kita mencari pendonor kita juga harus menemukan tersangka yang menabrak Tiara dan Zean" ucap Richard


"... aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari tau keberadaan tersangaka. Semoga kita cepat mendapatkannya" lanjut Richard


"terima kasih, sudah mau repot membantu anak saya" ucap ayah


Tak lama kemudian, ruang operasi terbuka. Mereka pun menoleh ke arah ruangan itu, ternyata Zean yang masih terbaring di tempat tidur akan di pindahkan ke ruang inap. Sedangkan Tiara akan di letakan di ruang ICU.


"bagaimana dengan dia" tanya ayah tiba-tiba


Ayah dan pak sugeng juga di temani Andre pergi menuju ruangan di mana Tiara di rawat sedangkan Dita, Richard dan Naya pergi ke ruangan Zean. Dita sangat ingin melihat Tiara, namun saat ini tak ada satu pun yang bisa menjaga Zean. Jadi di berinisiatif untuk ke kamar dimana Zean di rawat.


Dita pun duduk di sofa ruangan itu, melihat sosok Zean dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"kamu minum dulu, dari tadi kamu nangis pasti haus kan?" tanya Richard


"aku nggak mau apa-apa, aku mau diem gini aja" ucap Dita


"kakak jangan gitu dong, Naya tau kakak kepikiran kak Tiara. Tapi kakak juga harus ada tenaga, minum dikit buat basahin tenggorokan kakak" bujuk Naya


"kenapa bukan dia yang ngalamin luka parah? kenapa harus Tiara? kenapa dia jahat banget sama Tiara?" tangis Dita pun pecah di ruangan itu


Naya dan Richard berusaha menenangkan Dita semampu mereka, mereka paham betul bagaimana Dita sangat menyayangi sahabatnya itu.


"kamu nggak nisa nyalahin siapa-siapa Taa, ini semua takdir Tuhan. Kamu nggak bisa nyalahin Zean seorang, yang salah itu pengendara mobil ugal-ugalan itu" ucap Richard


"ya seharusnya Zean nggak biarin Tiara untuk nyebrang sendirian, seharusnya dia ngelindungin Tiara kan?"

__ADS_1


"sudah-sudah, aku yakin Zean pasti berusaha melindungi Tiara. Kalau dia tidak melindunginya dari mana dia dapat luka yang cukup serius begini" ucap Richard menenangkan


Dita pun menumpahkan tangisnya ke dalam pelukan Richard, Ia sangat takut untuk kehilangan Tiara sahabatnya itu.


__ADS_2