
"Kalau memang aku harus menghasut suami ku untuk meninggalkan mu memangnya kenapa? Di mana letak salahnya?" tanya ku sambil membentak Melati
Melati yang mendengar ucapan ku langsung terdiam. Mungkin ia sangat tak menyangka kalau aku akan melawannya sekarang.
"Apakah salah aku meminta suami ku untuk meninggalkan selingkuhannya? Dan lagian Zean sama sekali tidak melakukan apa pun terhadap mu" lanjut ku geram
"Enggak cuma Zean, kamu juga menghasut Richard biar bisa pacaran sama teman mu itu. Kalian memang wanita serakah" ucap Melati
"HEY.... Sadar diri, yang serakah itu siapa? Kamu aja yang gak tau diri, udah tau suami orang masih di embat. Giliran dateng yang bening dikit malah pindah ke lain hati, jadi menurut mu yang serakah itu siapa?" bentak Dita
"Dan yang harus kamu tau, gara-gara kamu Zean meninggal. Puas kamu sekarang?" tanya ku sebal
"Sudah.... Sudah.... ini kantor polisi, kalau mau berdebat nanti di persidangan" ucap pak polisi
Aku pun diam dan tertunduk mendengar ucapan pak polisi, ku redam sedikit emosi ku yang masih membuncah di dada. Tak lama kami pun pulang dari kantor polisi.
__ADS_1
"Aku kesel banget tau gak sama si hantu itu tadi" ucap Dita
"Iya, aku juga. Rasanya pengen ku bejek-bejek tau gak sih" ucap ku menimpali
"Udah-udah, jangan ribut lagi. Dari hasil tadi kita udah bisa menyimpulkan kalau dia hanya berpura-pura sakit jiwa" ucap Andre
"Iya bagus lah kalau begitu, lagian aku udah gak sabar buat nunggu dia masuk penjara" jawab ku
Kami pun terdiam setelah meributkan masalah Melati. Tapi aku sedikit memperhatikan tingkah Dita beberapa saat ini.
"Aku akhir-akhir ini cari tau tentang masalah Zean Raa, aku ngerasa kalau Zean itu belum meninggal" ucap Dita
"Untuk apa sih Taa kamu cari yang begituan. Lagian kalau pun Zean belum meninggal, apa alasan dia buat bohongin aku" ucap ku
"Iya habis aku masih belum yakin loh Raa. Lagian kita juga belum lihat surat keterangan kematian dia" ucap Dita menjelaskan
__ADS_1
"Sudah, jangan di bahas lagi. Kita harus fokus ke masalah Melati. Ada kesalahan sedikit saja kita akan kehilangan dia, karena setelah di selidiki Melati itu memiliki banyak koneksi" ucap Andre
"Aku juga ingin masalah ini cepat selesai Ndre, aku terlalu lelah untuk menghadapi ini semua" ucap ku
Dita yang masih penasaran karena kematian Zean yang belum bisa di buktikan, ia mencoba memendam semuanya.
Zean menyusun semua baju-bajunya ke dalam lemari, dengan bantuan sahabat lamanya Arnold ia menyusun dan membersihkan apartemennya. Tiba-tiba Arnold mengambil sesuatu didalam koper Zean.
"Waahh, tapi kata kamu mau melupakan dia. Tapi foto pernikahan kalian sampai kamu bawa-bawa" ucap Arnold
"Aku kan hanya meminta mu untuk membantu menyusun semuanya, bukan menyuruhmu berkomentar" ucap Zean
"Saran ku, kalau kamu masih mencintainya jangan meninggalkannya. Jangan sampai kamu menyesal" saran Arnold
Zean hanya diam mendengar ucapan Arnold, ia hanya fokus ke pakaiannya yang masih berserak. Zean memandang foto pernikahannya dengan Tiara, terbesit rindu di dalam dada. Tapi ia ingin melihat Tiara yang sekarang jauh lebih bahagia dari Tiara yang sebelumnya.
__ADS_1
"Aahhh..... Aku benar-benar merindukan mu Bii" ucap Zean