Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 79


__ADS_3

"Raa.... aku mau kamu dengarkan penjelasan ku Raa" teriak Zean


"sudahlah Zean, aku lelah untuk berdebat dengan mu lagi. Terlebih lagi, sekarang aku sudah sama sekali tak perduli kamu mau ngapain di rumah ini" ucap ku sambil menyusun baju-baju ku


"ok kalau kamu memang nggak bisa kembali pada ku setidaknya kamu percaya sekali ini saja Raa. Aku berani bersumpah, di ke sini saat aku mabuk dan aku juga nggak tau dia tiba-tiba udah masuk ke dalam rumah" jelas Zean


"percaya...? Sulit buat ku percaya pada dirimu lagi Zean. Dengan semua keadaan ini dan mata kepala ku yang melihat sendiri, haruskah aku percaya pada mu?" tanya ku


"aku tau aku salah, setidaknya sekali ini tolong percaya pada ku Raa. Kamu mau kemana? Kenapa kamu susun semua baju-baju mu?" tanya Zean panik

__ADS_1


"aku ingin memperjelas status kita Zean, dan memperjelas kalau aku sudah tak ingin kembali pada mu lagi" ucap ku serius


"ok aku tau aku nggak punya kesempatan lagi. Setidaknya kamu tetap di rumah ini, biar aku yang pergi dari sini Raa" ucap Zean memelas


"nggak Zean, rumah ini kamu yang beli. Aku tau perjuangan mu untuk mendapatkan rumah ini, jadi aku nggak berhak ada di rumah ini"


"bukan begitu Raa, setidaknya kalau aku yang pergi aku masih bisa tau keadaan mu. Walau aku melihat mu dari jauh, setidaknya aku dapat melihat dan tau akan kabar mu. Karena kamu masih di rumah ini. Tapi kalau kamu pindah, aku pasti nggak akan tau kamu tinggal di mana. Jangankan melihat mu, kabar mu pun aku nggak akan tau" jelas Zean sambil memegang tangan ku


"aku mohon Zean, jangan seperti ini. Jangan membuat ku ragu" batin ku

__ADS_1


"aku nggak bisa tinggal di sini Zean, aku merasa sesak bila mengingat semuanya" ucap ku melepaskan tangan Zean


"aku mohon Raa, aku janji aku nggak akan ganggu kamu sama sekali. Bahkan aku nggak akan nampakin muka ku ke kamu untuk selamanya" ucap Zean memohon


"baiklah kalau begitu. Jadi, kapan kamu akan keluar dari rumah ini?" tanya ku sedikit ketus


"aku akan mengemas barang-barang ku, nanti kalau aku sudah pergi akan ku beritahu Dita. Biar dia bisa menyampaikannya sama mu" ucap Zean


"baiklah kalau begitu. Aku harap kamu janga terlalu lama, karena aku nggak nyaman tinggal di rumah orang lain" ucap ku beralasan

__ADS_1


Aku pun pergi meninggalkan Zean di kamar itu sendiri. Saat aku turun, aku sama sekali tak melihat sosok wanita itu lagi di sini. Mungkin dia mendengar ucapan kami tadi dan pergi begitu saja. Ahh terserah lah, yang penting sekarang aku harus fokus pada sidang ku selanjutnya.


Zean duduk di atas kasur, ia memandangi seluruh sudut kamar ini. Semua dekorasi dan perabotan adalah pilihan Tiara, warna peach kesukaannya. Dulu, kamar ini di penuhi dengan kehangatan cinta mereka. Harapan dan doa selalu terucap di kamar ini setiap mereka akan tidur. Tapi untuk beberapa hari kedepan, ia tak akan memasuki kamar ini lagi. Ia akn meninggalkan kamar ini dan pergi selamanya dari tempat dimana dia selalu menghabiskan. waktu bersama Tiara.


__ADS_2