Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 68


__ADS_3

Selesai makan kami masih duduk di dalam restoran, aku mencoba untuk memesan pencuci mulut agar ayah tak terlalu mencurigai ku.


"tumben kamu pesan makanan lagi, emangnya belum kenyang?" tanya ayah


"Raa lagi pengen makan manis yah, ayah mau yang mana?" tanya ku


"terserahlah. Tapi kita harus cepat, nanti kemaleman di jalan" ucap ayah


"iya iya, kalaupun kemalaman kita bisa tidur di hotel untuk semalam ini yah"


"terserahmu saja lah. Aku cuma takut nanti kamu kelelahan"


Pesanan kami pundatan, tak lama kemudian Zean mengirim ku pesan.


"aku udah sampai, ini udah di depan restoran. Kalian masih di sini kan?" tulis Zean


"ya kami masih di sini, kamu masuk aja. Kami di pojokan kiri" balas ku memberitahu


Tak lama kemudian Zean masuk dan menemui kami, aku sedikit canggung untuk menemuinya dengan status saat ini. Ia pun menyalami ayah.


"assalamualaikum yah, apa kabar?" tanya Zean


"apakah setelah melihat anak ku menangis, aku terlihat baik-baik saja?" tanya ayah

__ADS_1


"maaf yah, aku tau aku salah" ucap Zean sambil tertunduk


"kalau kamu sudah tau itu salah, kenapa kamu melanjutkannya? kenapa tidak menghentikannya" tanya ayah


"... aku memberikan putri ku berharap kamu akan membahagiakannya, berharap kamu bisa menerima kekurangannya" lanjut ayah


"ayah kita cerita di tempat lain ayok, nggak enak di sini. Banyak orang" bujuk ku ke ayah untuk pergi dari sana


"aku malas untuk ke mana-mana, kamu cukup diam dan mendengarkan" ucap ayah


"...jadi, apa rencana mu sekarang?" tanya ayah ayah ke Zean


"aku tidak punya rencana apa-apa sekarang yah, aku akan menghadapi apa pun saat ini"


"maaf yah, aku tau aku salah"


"tak ada kah kalimat yang lain yang bisa kau ucapkan selain itu?"


"aku tak bisa meminta hal yang lain selain maaf dari ayah dan Tiara"


"jadi kamu juga akan menerima gugatan dari Tiara?"


"jika itu bisa memaafkan ku dan membuat Tiara bahagia aku akan terima semuanya yah"

__ADS_1


"baik lah kalau begitu, berhenti untuk menghubunginya lagi mulai sekarang"


Zean terdiam mendengar ucapan dari ayahnya Tiara, dia tak menyangka jika ayahnya pun tak ingin mereka memperbaiki rumah tangga mereka. Lalu ia pun mencoba untuk memberanikan diri.


"yah, bisakah aku meminta Tiara kembali bersama ku lagi?" tanya Zean sedikit takut


"apa yang akan kamu tunjukan jika kamu tak akan menyakitinya lagi?"


"aku janji akan memperbaiki semua yang sudah ku hancurkan yah. Aku akan memperbaiki dengan tangan ku sendiri"


"bagaimana dengan wanita mu? sehingga kau yakin akan memperbaiki semuanya"


"aku dan wanita itu sudah tak ada hubungan lagi yah, Aku benar-benar ingin mengulang semua dari awal"


"kenapa kalian tak ada hubungan, cepat sekali kamu sudah tak berhubungan dengannya"


"kami pisah yah, aku sadar saat Tiara menggugat ku bahkan saat dia keluar dari rumah kami"


"nampaknya, kau mudah untuk memutuskan hubungan. Apa kau tak menyadari semua itu? Sudah lah, Aku sudah mempunyai kesimpulan sendiri. Tak salah jika Tiara ingin berpisah dengan mu"


"bukan begitu yah, aku meninggalkan wanita itu karena dia sangat buruk dan tak berperasaan"


"jadi, saat kau dapa yang lebih jelek kau pun membuangnya? sudah cukup. Aku tak ingin anak ku jadi bahan untuk perbandingan"

__ADS_1


__ADS_2