
Aku membuka mata ku, dan langsung bangkit dari tidur ku. Aku melihat sekeliling kamar yang masih asing bagi ku.
"OMG, aku lupa kalau semalam tidur di tempat Zean. Ngomong-ngomong di mana dia? Owh ya aku lupa kalau dia tidur di luar semalam. Mungkin dia belum bangun." batin Tiara.
Aku bangun dan merapikan kasur terlebih dahulu. Saat aku bangun ternyata Zean sudah bangun duluan dan sedang menyiapkan sarapan. Aku duduk di meja makan dan memperhatikannya.
"Kamu sudah bangun Bii? Aku buatin sarapan buat kamu dulu, kamu cuci muka dulu gih sana." ucap Zean.
Aku terdiam mendengar ucapannya, sudah lama aku tidak mendengarnya dengan sapaan seperti itu. Aku tersenyum dan menuruti perintahnya. Selesai mencuci muka aku pun duduk kembali ke meja makan yang ternyata sudah tersedia nasi goreng dan segelas susu di atasnya.
"Duduklah dan makan sarapan mu, nanti aku akan antar kamu pulang." ucap Zean.
"Kamu gak ikut makan?" tanya ku sambil menyuap nasi ke dalam mulut ku.
"Makanlah duluan, aku akan menemani mu." ucap Zean.
Aku menyendok nasi dan menyuapkannya ke Zean.
"Makanlah, aku malu kalau kamu lihatin begitu." ucap ku sambil tersenyum.
"Baiklah, aku tidak akan membuat mu malu-malu lagi." ucapnya memakan suapan ku.
Kami menikmati sarapan bersama, setelah itu ia pun bersiap-siap dan mengganti pakaiannya. Tak lama kemudian Paul datang dan menyapa ku.
"Selamat pagi nona." sapa Paul sedikit kaget karena melihat Tiara di tempat Zean.
"Hy, Zean sedang di kamarnya. Kamu baru sampai?" tanya ku.
"Iya, anda sudah sarapan? Mau saya buatkan?" tanya Paul balik.
"Tidak terima kasih, aku sudah makan dengan Zean." ucap ku sambil tersenyum manis.
Paul mengangguk dan berjalan melewati ku. Ia menuju ke kulkas dan mengambil minum lalu meminumnya. Tak lama kemudian Zean keluar dengan pakaian yang sudah rapi.
"Owh kau sudah sampai Paul, aku baru saja ingin menghubungi mu." ucap Zean.
"Apa kita akan pergi keluar tuan? Saya akan menyiapkan mobil anda." ucapnya.
__ADS_1
"Iya aku berniat untuk mengantar Tiara pulang ke apartemennya, bisakah menolong ku untuk mengantar kami?" tanya Zean.
"Baiklah, aku akan menyiapkan mobilnya." ucap Paul pergi meninggalkan kami.
Aku sedikit bingung, kenapa Zean meminta Paul untuk menyipitkan kami. Bukannya dia bisa membawa mobil? Namun pertanyaan itu tidak keluar dari mulutku dan hanya tertahan di kerongkongan ku.
"Aku masih harus sering kontrol ulang, dan belum mendapat izin dari dokter untuk mengemudi. Jadi kamu gak keberatan kan kalau aku minta Paul mengantar kita." ucap Zean
"Owh kapan kamu check up aku akan menemani mu. Aku bisa bawa mobil." ucap ku.
"Aku tidak akan mengizinkan mu mengemudi lagi Bii, aku gak mau kamu kenapa-kenapa. Tunggu sebentar lagi aku akan mengantar kemanapun kamu mau." ucap Zean.
"Baiklah, ayo kita berangkat. Paul pasti sudah menunggu kita." ucap ku berjalan menuju pintu.
Tiba-tiba Zean menarik ku dan memeluk ku erat, aku membalas pelukannya dengan mesra. Tiba-tiba ia menatap ku dan mendekatkan wajahnya ke arah ku, bibir kami pun berpaut antara satu sama lain menikmati kerinduan yang sudah lama terpendam. Aku pun mendorongnya dengan sedikit cemberut.
"Apa kamu mau merusak lipstik ku?" tanya ku bercanda.
"Ha ha ha baiklah-baiklah. Kita selesaikan sekarang." ucap Zean membelai lembut kepala ku.
"Aku akan langsung ke rumah sakit, kamu istirahat ya. Jangan lupa makan dan hidupkan penghangat kamar." nasehat Zean.
"Kenapa kamu gak ikut turun dulu?" tanya ku cemberut.
"Aku akan mampir nanti, kamu masuklah di luar dingin." ucapnya lagi.
"Baiklah, kamu hati-hati ya." ucap ku mengalah.
"Aku akan menghubungi mu nanti." ucapnya.
Aku mengangguk mengiyakan ucapannya, tak lama ia pun berlalu dari hadapan ku. Setelah itu aku naik ke atas menuju kediaman ku sambil tersenyum bahagia mengingat kejadian tadi sebelum pulang. Bagaikan remaja yang lagi kasmaran aku tersenyum-senyum sendiri sambil mengepal tangan ku. Setiba di depan kamar ku aku membuka pintu namun menoleh ke arah kamar Arnold. Teringat kejadian semalam dan membuat ku sedikit kurang nyaman.
"Apa yang akan aku katakan jika aku bertemu dengan Arnold? Aku pun tidak mungkin menghindarinya. Ia sudah banyak membantu ku selama ini." batin ku sambil melihat ke arah pintu kamar Arnold.
Namun tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan Arnold muncul di balik pintu kamarnya membuat ku terkejut.
"Kau baru pulang? Selamat natal." ucap Arnold santai.
__ADS_1
"Owh, selamat natal untuk mu. Apa kamu pulang sendiri semalam?" tanya ku.
Tiba-tiba aku tersadar dengan apa yang barusan aku tanyakan.
"Ahh bodohnya, tentu saja dia pulang sendiri. Aku kan meninggalkannya di Eiffel sendirian semalam." batin ku sambil memukul kepala ku.
"Ya setelah perayaan aku pulang. Kau pulang dengan Zean? Di mana dia?" tanya Arnold.
"Hmm dia ke rumah sakit dengan Paul. Kamu mau keluar?" tanya ku.
"Ya, Aku akan ke gereja dan merayakan natal bersama keluarga ku. Mungkin beberapa hari aku tidak akan pulang." jelasnya.
"Owh, baiklah. Hati-hati." ucap ku bingung akan mengatakan apa.
"Ya, masuklah. Nanti kau beku kalau terlalu lama di luar." nasehat Arnold sambil berlalu melewati ku.
Arnold melewati ku, karena masalah semalam aku mencoba untuk memberanikan diri meminta maaf kepadanya.
"Arnold.... Semalam aku benar-benar minta maaf." ucap ku tiba-tiba.
Arnold pun berhenti dan berbalik ke arah ku. Ia berjalan mendekati ku dan membuat ku gugup terdiam
"Apa hanya maaf saja cukup untuk menyelesaikan semuanya?" tanya Arnold.
"Jadi, kamu mau aku gimana biar mau memaafkan ku?" tanya ku gugup.
Arnold hanya diam menatap ku yang terpojok dan sedikit takut akan perlakuannya.
"Sudahlah, anggap saja kita tidak melakukan apa-apa dan lanjutkan hidup mu." ucap Arnold mundur dari hadapan ku.
"Kau yakin, aku merasa tidak enak karena semalam meningglakan mu sendiri." ucap ku.
"Anggap saja kau melakukan hal benar. Jadi tidak usah menghiraukannya, cukup jaga Zean untuk ku." ucapnya sambil berlalu meninggalkan ku.
Aku terdiam mendengar ucapan Arnold dan tersenyum. Ternyata dia mengerti kalau aku masih mencintai Zean dan menerima keputusan ku itu. Aku benar-benar merasa beruntung bertemu dengan Arnold yang selalu mencoba membantu ku dan mengerti aku. Aku pun masuk ke dalam rumah dan mengganti pakaian ku. Aku membuka laptop ku dan melihat-lihat lagi foto ku dengan Zean dari jaman dahulu.
"Aku akan selalu menjaga mu." gumam ku
__ADS_1