
Richard telah tiba di rumah, ia sedang mencari-cari informasi tentang siapa pelaku dari tabrak lari Zean dan Tiara. Ia pun mencoba menghubungi temannya.
"hy Jer, gimana? kamu udah dapat info pelaku dari tabrak lari itu?" tanya Richard kepada temannya yang bernama Jerry
"aku udah cek semua cctv dan keterangan saksi-saksi yang kemarin ada dan melihat kejadian di sana. Kejadiannya sangat cepat jadi tidak semua memastikan nomor plat kendaraan itu" ucap Jerry menjelaskan
"bagai mana dengan ciri-ciri mobil pelaku? apa tidak ada yang tau?" tanya Richard lagi
"pelaku menggunakan mobil sedan keluaran tahun lalu, dengan warna merah dan tak ada sama sekali corak di mobil tersebut. Aku rasa pelaku sudah merencanakan semua ini dengan matang" ucap Jerry lagi
"... kamu coba untuk cek ponsel milik korban, siapa tau selain Dita ada lagi yang mengetahui keberadaan Tiara dan Zean di sana. Karena kalau di bilang kemungkinan terjadi begitu saja atau tanpa di sengaja, aku rasa ini terlalu terinci. Bahkan pelaku bisa mengetahui letak cctv dan juga menghindarinya" lanjut Jerry
Richard pun terdiam mendengar ucapan Jerry, ia pun sangat lengah sampai tak mengetahui hal seperti itu. Dan tiba-tiba ia teringat akan Melati yang saat ini sedang konflik dengan Tiara.
__ADS_1
"Jer, aku nggak tau cewek ini ada hubungannya atau nggak. Tapi dia memang sedang ada konflik dengan korban" ucap Richard memberi tahu
"siapa? aku akan mencoba mengecek perjalanannya selama beberapa hari jika menurutmu dia sangat mencurigakan. Terlebih lagi dia memiliki konflik dengan korban" ucap Jerry menanyakan
"Melati, kamu pasti kenal dengan dia kan?"
"what...? Melati? Melati mantan mu itu? Apa hubungannya dengan dia sih?" tanya Jerri tak percaya
"Ok, aku akan coba cari tau tentang dia beberapa hari ini. Kalau memang dia, akan lebih mudah menangkapnya. Tapi aku sedikit kurang yakin, secara dia itu nampaknya lembut banget loh" ucap Jerry ragu
"yahh, i dont know. Kita nggak pernah tau sifat aslinya orang ya kan?"
Mereka pun mengakhiri obrolan lewat telepon tersebut. Pikiran Richard sedikit kalut mendengar info yang di dapatnya. Terlebih lagi sekarang ia pun belum menemukan pendonor yang cocok untuk Tiara. Tiba-tiba Naya masuk dan memperhatikan kakaknya yang sedikit bingung.
__ADS_1
"kak...? kenapa?" tanya Naya
"owh, aku baru saja telepon Jerry buat nanyain kasusnya Tiara dan Zean. Dia bilang pelakunya sudah merencanakan itu semua sejak awal. Bahkan ia bisa mengelak dri cctv yang banyak terpasang di toko-toko pinggir jalan tersebut" ucap Richard
"ya ampun, berarti kak Tiara sama suaminya memang udah di incer ya kak? kok ngeri banget sih?" ucap Naya
"iya bisa jadi Nay, dan entah kenapa aku langsung terfikirkan kalau pelakunya itu adalah Melati"
"kakak jangan asal tuduh ah, nanti salah-salah malah kakak yang kena loh. Kita harus cari ini dengan pelan-pelan kak, jangan gegabah mutusin pelaku"
"iya aku tau Nay, kan tadi ku bilang cuma firasat doang. Semoga kasus ini cepat selesai ya Nay, kasihan keluarga Tiara pasti sangat sedih"
Naya pun menganggukkan kepala menyetujui ucapan Richard. Walau pun baru bertemu dengan Tiara, mereka sudah menganggap Tiara sebagai saudara mereka sendiri. Terlebih lagi semenjak Dita dan Richard yang lagi dekat, Naya sangat tertolong dengan adanya bantuan Tiara yang secara tak langsung menjodohkan kakaknya dengan Dita.
__ADS_1