
"Mas, sepertinya kamu harus sedikit berhati-hati deh mas" ucap Adi menelepon Zean
"Kenapa begitu? Ada masalah apa sampai-sampai aku harus berhati-hati?" tanya Zean penasaran
"Dita baru saja menemui ku, dia mencoba mencari bukti kalau kamu itu masih hidup dan bukan pendonor Tiara" ucap Adi serius
"Itu bukan masalah, lagian dia tidak akan menemukan apa-apa. Semua bukti sudah ku bawa ke Paris" ucap Zean
"Iya, setidaknya berhati-hati lah" ucap Adi cemas
Adi menutup teleponnya tanpa berpamitan terlebih dahulu. Ia takut jika Dita dan Tiara benar-benar mengetahui semuanya, secara ia juga ingin membuat kakak iparnya itu hidup bahagia.
Tiba di rumah Tiara, Dita mencari sahabatnya itu. ia ingin mendiskusikan masalah Zean ke Tiara, namun belum sempat ia masuk Tiara membuka pintu rumah.
"Mau kemana kamu? Tumben rapi banget" tanya Dita penasaran
"Aku sama Andre mau ke kantor polisi, aku di suruh datang ke sana untuk di mintai keterangan" ucap Tiara
"Owh, kalau gitu aku ikut kalian ya. Sekalian aku mau bertanya sesuatu ke polisi itu" ucap Dita
"Hmm ok kalau begitu. Yuk kita berangkat, Andre nunggu di mobil dei tadi" ucap Tiara
kami pun pergi menuju kantor polisi, ada sedikit rasa takut di lubuk hati ku yang paling dalam. Entah semacam trauma yang kuat, karena terpikirkan nanti di sana akan bertemu dengan Melati.
__ADS_1
"Kamu baik-baik aja Raa...?" tanya Andre
"Aku agak sedikit gugup, rasanya aku takut untuk bertemu dengan Melati di sana nanti" ucap ku
"Aneh ya Raa, yang harusnya takut itu dia. Bukan kamu lah, orang yang nabrak dia kok" ucap Dita
"Iya aku tau itu, tapi entah lah. Aku sedikit merasa takut untuk berhadapan dengannya" ucap ku gugup
"Udah Raa, kamu gak usah mikir macam-macam. Apa yang di tanya polisi nanti kamu jawab aja sesuai dengan apa yang kamu tau" hibur Andre
"Iya Ndre... Makasih ya sarannya. Aku sedikit lega karena itu" ucap ku sambil tersenyum
Kami tiba di kantor polisi, benar saja tebakan ku. Ternyata ada sosok Melati di sana, tapi yang anehnya dia terlihat seperti orang yang kurang sehat.
"Mbak Tiara...?" sapa seorang polisi
Polisi itu mempersilahkan ku duduk di depannya, jantungku berdetak sangat kencang. Karena baru ini aku berhadapan dengan yang namanya polisi.
"Mbak Tiara rileks aja, saya akan tanya beberapa pertanyaan. Jadi mbak bisa jawab sepengetahuan mbak saja, tidak usah memaksakan diri" ucap polisi tersebut
"Baik pak, saya akan jawab apa yang saya tau" ucap ku sambil menggenggam kedua tangan ku
Pak polisi mempersiapkan komputernya untuk mengetik semua yang aku jawab, ia pun sesekali melihatku sambil tersenyum. Sepertinya ia tau akan kepanikan ku.
__ADS_1
"Mbak Tiara, sudah lama menikah dengan saudara Zean?" tanya pak polisi
"Hampir satu tahun pak, tapi saya sempat menggugat cerai Zean" jawab ku
"Apa alasan mbak Tiara menggugat cerai suami mbak? Ada masalah keuangan, KDRT atau perselingkuhan?" tanya pak polisi lagi
"Dia berselingkuh pak, dia berselingkuh dengan Melati" jawab ku tertunduk
"Jadi suami mbak Tiara berselingkuh dengan pelaku tabrak lari itu? Sudah berapa lama mereka kenal dan seberapa jauh hubungan mereka?"
"Dia itu mantan suami saya di waktu kuliah, dan muncul lagi setelah kami menikah. Hubungan mereka aku tidak terlalu mendalami nya"
"Apakah pernah suami mbak Tiara memukul atau tidak memberi nafkah kepada mbak Tiara?"
"Tidak pak, suami saya masih menafkahi saya sampai dia meninggal"
"Apakah mbak Tiara tau atau pernah melihat suami mbak bertengkar dengan pelaku?"
"Aku tidak mengetahui itu pak"
"Dan apa mbak pernah bertemu secara pribadi atau kebetulan dan bertengkar dengan pelaku?"
"Saya pernah mengajak pelaku bertemu secara baik-baik. Dan saya pernah meminta pelaku untuk menjauhi suami saya, tapi saya tidak pernah bertengkar dengan pelaku" jawab ku serius
__ADS_1
"Tapi dia menghasut Zean agar meninggalkan aku dan karena dia juga Zean sempat menampar ku" teriak Melati tiba-tiba
Aku terkejut mendengar ucapan Melati itu, saat seperti ini ia masih mencoba menjerumuskan aku. Padahal aku sama sekali tidak menyinggungnya sama sekali.