Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 36


__ADS_3

Aku sudah bersiap-siap menunggu Andre menjemput. Tak lama aku menunggu suara mobilnya terdengar dan aku pun ke luar untuk menemuinya


"hy... kamu udah siap?" tanya Andre


"siap banget, ayook banyak yang mau aku beli. Tadi aku juga lihat ada diskon di mall" ucap ku sambil masuk ke mobil


"ha ha ha antusias banget ya"


"iya habis kebanyakan kemaren baju-baju lama ku tinggal di tempat ayah, aku kasih ke anaknya pak Sugeng sebagian"


"iya kalau masih bagus sih nggak masalah. Tapi kita makan dulu ya, aku udah pesan tempat tadi"


"owh ya... karena kamu yang ajak makan dan pesan tempat, jadi kamu yang bayar ya he he he" canda ku


"aman, kamu pakai dulu ini" ucap Andre memasang kan seatbelt ku


Aku sedikit terkejut karena pandangan kami bertemu satu sama lain. Dan entah kenapa tiba-tiba jantung ku berdetak kencang.


"ok. brangkat" ucap Andre mengagetkan ku.


Aku pun mengangguk dengan sedikit canggung.


Naya menghampiri Dita di mejanya, Naya adalah pengganti ku semenjak aku sudah tidak kerja lagi. Jadi bisa di bilang anak baru dan masih di bimbing oleh Dita.

__ADS_1


"kak Dita, kita break makan siang keluar yuk" Ajak Naya


"pekerjaan ku banyak Nay, belum lagi aku mau siapin laporan pak Hendra nanti jam 14.00 mau meeting" jelas Dita


"kak Dita nggak tau ya, kalau pak Hendra izin pulang? jadi meetingnya di undurin smpe besok"


"masak sih? kok aku nggak tau?"


"iya kak, tadi mbak Dwi yang kasih tau. Jadi kita kosong siang ini. Ayok makan di luar"


"yaahh tau gitu aku juga izin buat pulang cepat, terus ikut si Tiara blanja. Mana kabarnya mall lagi banyak Diskon"


"ha ha ha,,,, kak Dita ayok mau makan di luar nggak?"


Dita pun pergi dengan Naya, hatinya masih sedikit kesal karena ketidak tahuannya akan rapat yang di undur. Dia sangat menginginkan pergi berbelanja dengan sahabatnya Tiara.


Andre memesan sebuah restoran besar untuk makan siang kami. Aku sedikit terkejut karena tak pernah menyangka akan makan siang seperti ini dengan seorang laki-laki yang bukan siapa-siapa. Aku menahan senyum ku melihat Andre yang memesan makanan.


"kamu kenapa lihatin aku kayak gitu?"tanya Andre


"kamu buat aku malu ya Ndre? kenapa kita makan di restoran beginian sih?" ucap ku


"memangnya kenapa? nggak ada yang salah kok dengan restoran ini"

__ADS_1


"restoran ini nggak salah, tapi kamu liat aku dong. Pakaian ku cuma pake kaos biasa sama hotpen aja"


"terus...?"


"terus? kamu nggak liat orang-orang di sini makan pakaianya bagus-bagus tau"


"udah Raa, aku ke sini mau ajak kamu makan, bukan mau ajak kamu fashion show apa lagi pergi pesta jadi biasa aja"


"aku nggak habis fikir ya Ndre dengan sifat kamu itu"


Tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampiri kami, dan ternyata laki-laki tersebut adalah kenalannya Andre.


"selamat siang pak Andre,,,," sapa laki-laki tersebut


"owh selamat siang pak Putra, sedang makan siang di sini juga pak?" tanya Andre basa-basi


"iya-iya, saya mau makan sekalian meeting. Owh ya, ini pacar pak Andre ya, cantik sekali" ucap pak Putra sambil menyalami ku


"owh bukan Pak ini teman dekat saya" Andre memberi penjelasan


"ha ha ha, teman pun bisa menjadi pacar dan juga istri, saya doakan semoga langgeng ya. Lagian siapa sih yang nggak mau sama pak Andre, sorang CEO yang pintar dan tampan. Ok di lanjut makannya" ucap pak Putra sambil berpamitan


Mata ku terbelalak mendengar ucapan pak Putra barusan. Aku benar-benar nggak menyangka kalau orang di depan ku adalah seorang CEO. Orang yang dulu sama-sama bermain lumpur dan berpanas-panasan dengannya sekarang merupakan seorang CEO.

__ADS_1


__ADS_2