Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 81


__ADS_3

Aku pulang ke tempat Dita, setiba di rumahnya aku tak menemukan Dita di sana. "mungkin dia pergi kerja" fikir ku. Aku mu merebahkan badan ku di atas sofa sambil menghidupkan Tv, tiba-tiba ponsel ku berbunyi dan aku pun meraihnya dri atas meja. Saat ku lihat ternyata telepon dari Andre, aku pun mengangkatnya cepat.


"hallo, orang yang sangat sibuk" sapa ku


"hy Raa, apa kabar? ha ha ha maaf maaf aku memang sedikit sibuk disini" ucap Andre


"ya ya aku tau itu, alhamdulillah aku sehat. Gimana dengan kerjaan mu?" tanya ku


"ya lumayan lah, sekarang sedikit lebih lapang di bandingkan hari-hari sebelumnya"


"hmm baguslah, jadi kapan kamu berniat kembali ke sini?"


"mungkin minggu depan aku sudah pulang ke sana. Kamu mau apa? Nanti aku beliin dari sini" tawar Andre


"hmm nggak ada sih, terserah mu aja. Lagian kamu di sana kan kerja, bukannya liburan. Masa aku minta oleh-oleh" ucap ku


"ya kan nggak apa-apa sekalian aku juga mau pulang. Siapa tau kamu butuh sesuatu yang nggak ada di sana"


"nggak ada sih, ya aku harap kamu cepat pulang aja. Terus baik-baik di perjalanan"

__ADS_1


"ok makasih ya. Jadi kamu sekarang ngapain?"


"nggak ada sih, aku sekarang di rumah Dita"


"owh gitu. Baiklah kalau begitu kamu have fun ya, jangan lupa makan teratur"


"yang seharusnya seperti itu ya kamulah. Pekerjaan mu itu lebih padat di bandingkan aku yang seorang pengangguran. Jadi kamu yang harus banyak makan dan minum vitamin"


"baiklah-baiklah, akan aku turuti semua yang kamu bilang ibu bos. Ya sudah, bye"


Aku pun menutup telepon dan tersenyum mendengar ucapan dari Andre tadi, dan tiba-tiba aku pun teringat lagi kepada Zean. Teringat dulu juga dia memperlakukan ku seperti ini, ia bahkan sangat detail dalam memperhatikan Segal sesuatu. Andai waktu bisa ku putar lagi, andai tak ada masalah seperti ini, dan andai semua baik-baik saja. Mungkin kami sangat bahagia sekarang. Ahh kepala ku pusing memikirkan ini semua, aku pun melanjutkan tontonan ku.


tok...tok...tok


"selamat siang, pak Zean" panggil suara dari luar


Zean pun turun dan membukakan pintu rumah ternyata yang datang adalah pak Adi, notaris yang mengurus surat-surat rumah Zean.


"owh pak Adi, masuk pak" sapa Zean sambil membukakan pintu

__ADS_1


"selamat siang pak, maaf saya menganggu. Saya datangnya tiba-tiba sekali ya pak" ucap pak Adi


"ha ha ha nggak kok pak, saya yang harusnya minta maaf. Karena tiba-tiba menghubungi bapak dan minta mendadak untuk mengurus ini semua" ucap Zean


"ok baik pak, jadi apa yang bisa saya bantu pak?" tanya pak Adi


"hmm jadi begini pak Adi, saya mau rumah dan tanah ini di balik nama atas nama istri saya. Pak Adi bisa uruskan kan?" tanya Zean


"loh kok mau di ganti jadi atas nama istri pak? Saya tau ini hak istri, tapi kan saya juga tau pak Zean berusaha mati-matian untuk membangun rumah ini dulunya" ucap pak Adi penasaran


"iya pak, nggak apa-apa. Cuma sekedar tempat tinggal kok, kalau saya ada rejeki lagi kan bisa buat lagi" ucap Zean beralasan


"owh gitu, baiklah pak surat-suratnya akan saya urus secepatnya. Nanti kalau sudah selesai akan saya hubungi bapak" ucap pak Adi


"baik pak, terima kasih banyak ya pak. Maaf merepotkan"


"nggak apa-apa pak, saya pamit dulu ya pak Zean" pamit pak Adi


"ok silahkan pak"

__ADS_1


Zean mengantarkan pak Adi ke luar rumah. Setelah pak Adi pergi, ia pun menutup pintu dan memandangi seluruh isi ruangan ini. Ia merasa keputusan yang di ambilnya adalah yang terbaik. Dan ia berharap agar Tiara dapat lebih bahagia di banding sekarang


__ADS_2