
Richard melihat pesan di ponselnya, setelah dia melihat dari siapa pengirimnya ia sama sekali tak membuka pesan tersebut. Richard langsung menghapus pesan itu tanpa membacanya terlebih dahulu.
"sekuat apa pun usaha mu sekarang, aku nggak akan ketipu lagi dengan kebusukan mu itu" batin Richard
Richard pun melanjutkan pekerjaannya, sekarang sudah sama sekali ingin berurusan dengan Melati. Cukup baginya dulu ia bertindak bodoh hanya untuk wanita itu. Sekarang ia sedang nyaman dengan wanita yang ada di dekatnya. Richard pun mencoba untuk mengirim pesan ke Dita
"hy... sibuk gak?" tulis Richard
Tak lama menunggu ponsel Richard pun berbunyi, dan yang pasti itu adalah balasan pesan dari Dita
"hy, aku baru siap meeting. Kenapa?" tanya Dita
"makan siang di luar yuk, mau kan?" ajak Richard
"hmm,,, aku ada janji makan sama Naya sih. Gimana dong? masak aku batalin?" ucap Dita
"ya udah nggak apa-apa. Kalau gitu pulang nanti aku jemput ya, kita makan ice cream mau?" usul Richard
"boleh, nanti tunggu aku di depan aja ya"
__ADS_1
"siap boss" akhir Ricard
Dia hanya tersenyum melihat pesan yang di kirim Dita kepadanya. Hatinya seakan mau meledak saat mencoba untuk menghubungi Dita. Dia sangat tak sabar untuk berjumpa dengan Dita secepatnya dan menghabiskan waktu bersama.
Zean menghampiri meja Dita, ia ingin menanyakan tentang Tiara pada sahabat istrinya itu. Ia penasaran kenapa Tiara tak menginap di rumahnya saja semalam.
"Taa, aku mau tanya boleh?" ucap Zean
"apaan?" ucap Dita singkat
"Tiara semalam nginap di rumah mu ya kan?" tanya Zean
"dia gak ada cerita apa-apa gitu sama mu?"
"yaa. . . dia cuma cerita kemarin dia menghadiri sidang perceraian kalian. Karena udah malam jadi dia nginap di rumah ku"
"dia gak bilang alasannya dia nggak mau pulang ke tempat ku gitu?"
"nggak ada sih, mungkin dia emang berusaha menghindari mu mulai sekarang deh"
__ADS_1
"berarti dia juga sama dengan ayahnya. Nggak ingin kami kembali kayak dulu lagi" ucap Zean lirih
"ya wajar dong dia milih pisah dari mu, orang kelakuan mu itu bikin sakit hati. Tau nggak?"
"jadi apa yang harus aku lakuin sekarang Taa?"
"yaa,,, mending kamu lanjutin aja hubungan mu dengan selingkuhan mu itu. Setidaknya kalian kan saling mencintai dari dulu" ucap Dita berpura-pura tak tau dengan hubungan Zean sekarang ini.
"aku udah nggak ada niat buat lanjut sama dia lagi Taa. Aku nyesal banget sekarang"
"hmm,,, kenpa kamu nyesal. Kan kamu sendiri yang udah milih untuk lanjutin hubungan mu dengan selingkuhan mu itu. Bahkan Tiara sudah berkali-kali meminta kamu untuk berhenti dari semua itu. Tapi kamu nggak sama sekali nge gubris ucapan Tiara" ucap Dita panjang lebar
"iya aku tau aku salah Taa, dan sekarang aku baru sadar. Aku benar-benar udah di butakan sama Melati kemarin itu. Aku benar-benar khilaf" ucap Zean memelas
"yahh sudah lah Zean, nasi udah jadi bubur. Setidaknya jadikan semua ini pelajaran buat kamu. Jadi seandainya kamu berumah tangga lagi nantinya, kamu lebih bisa menghargai istri mu"
"aku masih mengharapkan Tiara kembali Taa, aku belum bisa terima untuk kehilangan dia"
Zean pergi mninggalakan meja Dita, fikirannya kalut dan sangat takut untuk kehilangan Tiara
__ADS_1