
Aku pulang dengan mata sembab. Aku pun langsung mandi dan membereskan belanjaan ku yang ku beli siang tadi. Aku tak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan ku. Dan melihat sikap Zean yang sangat egois tadi, kini terbesit rasa benci ku kepadanya. Terlebih lagi dia sudah mengatakan akan menceraikan aku. Tiba-tiba handphone ku berbunyi. Dan ternyata Andre yang menelepon ku.
"hy Raa, kamu udah makan malam?" tanya Andre
"hmm... aku masih mau nyusun barang-barang yang aku beli tadi siang Ndre. Kamu di mana sekarang?" tanyaku kembali
"owh, kamu jangan nggak makan ya. Aku udah di apartemen"
"hmm... iya habis susun ini nanti aku makan, tadi siang maaf ya Ndre"
"buat apa?..."
"karena aku, kamu jadi di tuduh kayak gitu"
"udah lah, lagian kan kenyataannya nggak kayak gitu. Dan untungnya lagi Dita datang di saat yang tepat"
"hmm... iya, untung banget ya kan"
"Raa, perjuangkan orang yang mau di perjuangin, jangan membuang waktu mu dan terluka semakin dalam"
"aku tau Ndre, aku bakalan ngelepasin dia. Bukan karena siapa-siapa, tapi aku juga ingin bahagia"
__ADS_1
"baguslah kalau begitu, aku bakalan selalu dukung kamu Raa. Ya udah, kamu jangan lupa makan ya. Istirahat"
"iya, makasih ya Ndre"
Aku pun menutup telepon dan menyusun barang-barang yang ku beli tadi. Aku memisahkan barang-barang ku dari kamar ini. Ku pindahkan semua ke kamar tamu. Dan keputusan ku sudah bulat. Aku tak akan mengemis kepada Zean lagi mulai saat ini. setelah selesai mengemasi semua barang-barang ku, aku pun memasak nasi goreng untu ku sendiri. Mulai sekarang aku harus membiasakan diri acuh terhadap Zean. Ini sudah larut malam dan Zean belum juga pulang, kurasa mungkin ia akan menginap di rumah wanita itu. Dan aku tak peduli, aku memilih tidur duluan.
Zean terdiam semenjak pulang dari mall tadi sore, ia merasa sangat ceroboh telah menuduh Tiara berselingkuh dengan Andre karena melihat mereka jalan berdua. Dan ternyata ada Dita di sana. Ia sangat merasa bersalah, terlebih lagi ia telah membentak dan meneriaki Tiara di depan orang ramai. Setelah mengantar Melati pulang ke rumahnya, ia pun menuju rumah. Ia bingung, apa yang aka ia katakan kepada Tiara atas kecerobohannya tadi. Saat tiba di rumah, ia tak mendapati Tiara yang biasanya menunggunya di Ruang Tv. Dan ia pun naik ke kamar, ia berfikir kalau Tiara mungkin ada di kamar. Tapi ternyata kamar itu pun kosong, dan terlebih lagi kamar itu sudah tidak ada lagi barang-barangnya Tiara. Ia mencoba melihat ke kamar tamu, ternyata di kunci. Dan Zean pun mencoba mengetuk kamar terebut.
tok....tok....tok....
"kamu di dalam bii...?" tanya Zean
Aku pun membukakan pintu kamar ku. Setelah melihatnya, aku mengajaknya untuk berbicara di bawah.
"aku mau ngomong sesuatu sama kamu bii" ucap Zean
"nggak usah panggil aku bii lagi, aku merasa jijik dengan panggilan itu" ucap ku
Dan Zean merasa aneh dengan jawaban ku
"aku tau kamu marah karena sikap ku tadi, aku minta maaf. Aku nggak bermaksud buat ngata-ngatain kamu tadi" jelas Zean
__ADS_1
"nggak pa-pa kok, santai aja. lagian kan kamu cuma salah paham" ucap ku sambil tersenyum
"kamu serius bii...? aku tadi kayak gitu karena aku cemburu sama kamu. Aku cemburu karena kamu jalan sama Andre"
"ya wajar kamu cemburu, karena dia memang sangat baik sama aku. Lagian nggak seharusnya lah kamu cemburu, kamu kan tadi jalan sama wanita mu"
"kamu itu masih istri aku bii, dan aku masih berhak cemburu"
"hmmm nggak Zean, bentar lagi kita kan mau cerai"
"kamu ngomong apa sih bii. Aku bilang kayak gitu karena aku emosi aja"
"nggak Zean, walau pun kamu emosi aku udah nggak mau lagi jadi istri kamu. Dan aku juga udah sama sekali nggak ngerepin kamu lagi" jelas ku ke Zean
"aku nggak bakalan cerain kamu Raa, aku sayang sama kamu"
"kalau kamu nggak ceraiin aku, kamu bakalan sakit lebih dalam dari pada aku loh Zean"
"kenapa kamu bisa bilang kayak gitu?"
"sudah lah, ini udah malam. Dan aku juga udah ngantuk, seharian ini aku belanja. Dan aku udah ngerestui hubungan mu sama wanita itu"
__ADS_1
Aku pun pergi meninggalkan Zean yang masih duduk sendiri di meja makan. Ia sangat bingung akan perubahan sikap Tiara yang sangat drastis menjadi seseorang yang dingin. Mungkinkah karena di hati Tiara sekarang sudah tidak ada lagi Zean?