Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 49


__ADS_3

Saat makan siang, Naya menghampiri Dita lagi. Dia sangat penasaran dengan apa yang di katakan Dita tdi kepadanya. 


"Kak Dita, kita makan bareng ya" ucap Naya menghampiri


"Hmm, kamu kepo ya..." Kata Dita 


"Iya, habis aku nggak nyangka banget loh kak. Suami kak Tiara itu yang kerja di sini juga kan?" Tanya Naya penasaran


"Iya, ayok kita pergi makan" ajak Dita 


Merekapun pergi ke kafetaria dekat kantor. Dan memesan makanan.


"Kok bisa sih kak, suami kak Tiara selingkuh? Secara ya kan, kak Tiara itu cantik, pintar terus lumayan berada lagi kan?" Ucap Naya bingung


"Iya, kabarnya sih... Mantan pacar suaminya itu kembali ke sini. Padahal


 dulu dia pernah ninggalin Zean demi mengejar mimpinya, bahkan pergi tanpa perpisahan dan pamit. Jahat banget kan?" Ucap Dita menjelaskan


" Kok kak Zean mau balikan lagi sama cewek itu yang jelas-jelas udah ninggalin dia?" Naya semakin penasaran


"Entahlah, yahh mungkin karena dia masih belum bisa melupakan wanita itu. Jadi, dia lebih memilih kembali bersama wanita itu dari pada mempertahankan rumah tangganya"


"Jahat banget sih. Apa bedanya kan dia sama wanita itu"


"Begitu lah, ayo kita makan. Sebentar lagi kita ada meeting"


Mereka menghabiskan makanan dan bergegas pergi ke kantor lagi. Naya sangat penasaran seperti apa rupa wanita yang menjadi selingkuhan Zean itu.

__ADS_1


Melati duduk di depan cafe, suasana hatinya masih sangat suram. Terlebih lagi sampai saat ini Zean belum juga menghubunginya untuk meminta maaf. Saat di cafe ia melihat sosok yang sudah lama tak ia lihat. Dan ia pun menghampiri.


"Richard, , , itu kamu?" Sapa Melati


Richard yang melihat Melati hanya diam tak menanggapinya.


"Kamu di sini? Kapan kamu sampai?" Tanya Melati lagi 


Namun Richard tetap diam dan tak menanggapi melati sama sekali. Ia melanjutkan melihat ponselnya.


"Richard, aku tau kamu marah. Aku minta maaf. Ada sesuatu yang mau aku omongin ke kamu, dan aku harap kamu mau mendengarnya" ucap Melati berusaha menjelaskan


"Sudah cukup, aku nggak mau dengar ucapan ku. Apa lagi harus mendengar penjelasan mu. Kita udah selesai" ucap Richard sambil meninggalkan Melati


"Tidak kah kau memikirkan perasaan ku? Kamu fikir aku enak di sini?" Ucap Melati sambil berteriak


"Aku tau, tapi setidaknya kamu harus dengar penjelasan aku dulu. Aku nggak mau kita nggak saling kenal"


"Sudah lah. Urus baik-baik diri mu sendiri" Richard pun meninggalkan Melati di cafe


Melati terdiam melihat sikap Richard yang dingin kepadanya. Ia benar-benar tak menyangka bila Richard pulang ke Indonesia saat ini. Alasannya pulang pun membuat melati penasaran, apakah Richard mengejarnya sampai ke sini?


Dita mengantar Naya pulang ke rumahnya, karena ia ingin sekali bertemu dengan Richard. Mungkin saja ia dan Richard berjodoh, jadi ia beralasan untuk mengantar Naya pulang.


"Kak ayo masuk dulu, katanya mau ketemu kakak ku" ledek Naya


"Gak apa-apa? Hmm aku buatin kalian makan malam ya" usul Dita

__ADS_1


"Nggak apa-apa, udah ayo turun" ajak Naya


Mereka pun turun dan masuk ke dalam rumah. Mereka mendapati Richard sedang di ruang keluarga menonton televisi. Naya meninggalkan mereka ke kamar. Dita pun menyapa Richard 


"Hy . . . Maaf ya ganggu, aku habis antar Naya pulang" basa basi Dita


"Hy, , , maaf ya udah ngerepotin kamu. Dia udah aku suruh bawa mobil sendiri, tapi nggak mau juga" ucap Richard


"Nggak apa-apa kok, aku malah seneng bisa antar dia pulang. Di rumah juga aku sendiri soalnya" ucap Dita malu-malu


Dan tak lama kemudian, Naya tiba menghampiri mereka dan sudah berganti pakaian.


"Kak, kak Dita gabung sama kita aja makan malamnya. Ya kan kak?" Usul Naya 


"Boleh, kalau gitu aku siapin makan malamnya ya" ucap Richard


"Nggak usah, biar aku yang siapin. Kebetulan aku memang pengen masak" ucap Dita


Dita dan Naya pun pergi meninggalkan Richard di ruangan itu, mereka masak makan malam spesial untuk mereka bertiga. Selama ini kalau bukan dengan Tiara, Dita hanya makan seorang diri. Tapi malam ini ia menghabiskan makan malam bersama Naya dan kakak nya terasa sangat menyenangkan. Makan malam saat ini sangat hangat dan penuh dengan suasana kekeluargaan. Selesai makan Dita menyusun piring kotor dan mencucinya. 


"Kenapa harus kamu cuci? Tinggalin aja, besok akan ada pembantu yang nyuciin kok" ucap Richard 


"Nggak masalah sih, aku juga udah terbiasa. Jadi aneh aja rasanya kalau habis makan nggak langsung di cuci" jelas Dita 


"Owh, kamu rajin ya Taa. Yang jadi suami kamu nanti pasti seneng banget. Punya istri rajin terus pintar masak kayak kamu" puji Richard 


Dita merasa sangat malu di puji oleh Richard seperti itu, rasanya pipinya sangat panas dan jantungnya berdegup kencang. Seolah-olah Richard mendengar suara detak jantungnya di ruangan itu. Sebisa mungkin ia mengatur nafas agar jantungnya kembali normal. Dan ia pun menahan senyumnya, agar tak nampak oleh Richard ....

__ADS_1


__ADS_2