Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 62


__ADS_3

Aku bangkit dari tempat tidur ku, melihat jam di meja yang sudah menunjukan pukul 9.00wib. Aku pun bangkit dan pergi untuk membersihkan diri. Aku yakin, Zean sudah berangkat ke kantor dari tadi. Aku berencana untuk pergi menemui ayah ku sebelum pergi ke persidangan besok. 


Setelah siap berkemas dan membereskan semua yang aku perlukan, aku pun turun. Aku melihat Anggi di dapur yang sedang menyiapkan sarapan untuk ku.


"Hy mbak Anggi, gimana kabar anaknya?" Tanya ku sambil duduk di meja makan


"Owh, alhamdulilah mbak. Udah lumayan enakan" jawab Anggi


Anggi yang melihat koperku menjadi bingung dan mengerutkan kening.


"Mbak Tiara mau kemana? Kok bawa-bawa koper?" Tanya Anggi


"Owh, aku mau ketempat ayah. Mungkin aku besok pulangnya" jawab ku sambil makan roti


"Mbak pulang sendirian? Terus mas Zean gimana mbak?" Tanyanya lagi


"Iya, aku pulang sendiri. Zean kan besok kerja, jadi da'i nggak ikut aku buat pulang. Nanti kalau dia tanya bilang aja aku pulang ke rumah ayah" jawab ku


"Owh gitu mbak. Iya deh kalau begitu"


"Ya udah, aku berangkat ya. Udah kesiangan sih, pasti macet" 


"Iya mbak, hati-hati ya mbak nyetirnya. Jangan ngebut-ngebut"


Aku mengangguk mengiyakan ucapan Anggi dan berlalu. Ku hidupkan mobil dan berangkat menuju rumah ayah.


Melati melihat handphonenya, ia seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat menganggu fikiranya. Dan ia pun mulai menulis sebuah pesan.

__ADS_1


"Hy... Kamu sibuk?" Tulis Melati


Tak lama kemudian ada balasan dari ponselnya, ia pun membuka pesan tersebut


"Lumayan. Kenapa?" Tulis pesan tersebut


"Aku mau kita ngobrol sebentar. Nanti siang makan di luar ya" ajak Melati


"Aku udah ada janji, kalau penting kamu bisa langsung chat aku aja"


"Richard, kamu masih marah sama aku?" Tanya Melati


Cukup lama Richard membalas pesan dari melati, sampai-sampai melati mengirimkan pesan lagi kepadanya.


"Aku minta maaf, tak bisakah kamu maafin aku?" Tulisnya lagi


Selang beberapa waktu, Richard pun membalas pesannya.


"Jadi, kamu udah maafin aku kan?"


"Iya..."


"Bagaimana dengan perasaan mu sekarang?"


"Aku baik-baik saja"


"Maksudku, kenapa kamu sampai-sampai ke sini? Bagaimana perasaanmu terhadapku?" 

__ADS_1


"Aku menganggap mu hanya sebagai mantan. Dan aku ke sini real karena proyek perusahaan. Bukan karena mu"


Jawaban Richard sedikit membuat sakit hati Melati, namun ia mencoba merayunya lagi.


"Aku tau kamu marah, dan aku memaklumi itu. Tapi aku akan nunggu kamu kok"


"Sudahlah, fokus saja dengan apa yang kamu lakukan selama ini. Dan aku juga akan fokus dengan hal lain"


"Maksudmu...?"


"Aku sibuk. Kalau kamu butuh teman chatting, mending kamu hubungi pacar mu"


Melati terdiam melihat pesan terakhir dari Richard. Ia tak menyangka jika Richard sudah mengetahui hubungannya dengan Zean. Ia rasa saat bertemu dengan Tiara malam itu, dan Tiara sudah memberi tahukan semuanya kepada Richard. Ia sangat kesal akan hal tersebut dan mengutuk Tiara.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan ternyata itu telepon dari Zean. Ia sedikit enggan untuk mengangkatnya.


"Hy, tumben kamu telpon aku jam segini" ucap Melati


"Besok aku akan sidang di pengadilan agama" ucap Zean


Mata Melati terbelalak mendengar ucapan Zean, ia sangat tak menyangka jika Zean benar-benar akan berpisah dengan Tiara. Namun saat ini ia sangat mengharapkan Richard. Ia bingung apa yang akan di lakukan olehnya.


"Owh begitu. Terus, apa kamu akan hadir?" Tanya Melati pura-pura


"Kemungkinan tidak, pasti ayah Tiara ikut untuk menyaksikan sidang tersebut" ucap Zean


"Hmm... Apa kamu baik-baik saja saat ini?" 

__ADS_1


"Tidak, aku sangatlah tidak baik" 


Melati terdiam mendengar ucapan Zean. Ia sangat bingung dengan apa yang harus ia lakukan sekarang ini.


__ADS_2