
Zean merasa sangat gelisah karena Tiara tak mengajaknya kumpul bersama teman-temannya. Ia merasa Tiara sengaja melakukan hal tersebut. Atau mungkin Tiara sebenarnya sudah mengajak Andre untuk pergi bersamanya, jadi Tiara takut untuk mengajak Zean dan berbohong kepadanya. Tiba-tiba Melati menghubunginya.
"Hallo, kamu lagi ngapain?" Tanya Melati
"Aku di rumah, nggak ngapa-ngapain. Kamu?" Tanya Zean balik
"Owh aku di luar nih, belum tau mau kemana. Gimana kalau kita jalan hari ini" saran Melati
"Baiklah, setengah jam lagi aku jemput"
Zean memutuskan untuk pergi menemani Melati. Dari pada ia di rumah dan memikirkan sikap Tiara.
Dita dan Tiara mampir ke swalayan buat membeli beberapa daging dan keperluan lainnya, mereka sangat menikmati weekend ini semenjak kejadian kemarin yang membuat Tiara sedih.
"Raa, gak enak lah ya kan kalau kita bertiga aja, gimana kalau kita ajak Andre?" Tanya Dita tiba-tiba
"Hmm, terserah sih. Tapi tadi Zean mau ikut sih, cuma aku bilang kalau kita cewek-cewek semua" ucap ku
"Iya kan emang kita gak mau ajak dia, kalau Andre sih nggak apa-apa lah dari pada sepi. Hitung-hitung buat tukang bakar hahahha" gurau Dita
"Terserah mu lah Taa" kataku sambil tersenyum
Dita mencoba menghubungi Andre, dan Andre setuju dengan saran Dita. Jadi ia mengirimi alamatnya, agar bisa bertemu di sana sekalian.
Naya baru tiba di rumahnya, tiba-tiba ia di kagetkan dengan pintu rumah yang terbuka. Ia merogoh kantong celananya dan mendapati kunci masih pada dirinya. Naya masuk ke rumah pelan-pelan sambil membawa sapu yang ada di teras. Alangkah kagetnya ia mendapati seorang pria memakai Hoodie di dalam rumahnya, dan Naya pun bersiap-siap akan memukul laki-laki tersebut.
"Maling.... maliiing.... kurang ajar ya, berani-beraninya kamu masuk ke rumah ku" teriak Naya
__ADS_1
Seketika laki-laki tersebut menoleh dan menahan serangan Naya
"Nay... Nay... Stop Nay" teriak laki-laki tersebut
Naya pun menghentikan pukulan dan teriakannya, matanya terbelalak melihat sosok laki-laki yang ada di depannya tersebut.
"Kakak....?" Teriak Naya heran
"....kok kakak di sini? Kapan kakak sampai? Terus, kenapa kakak nggak kasih kabar ke aku kalau mau pulang?"lanjut Naya bertanya
"Iya, aku penasaran gimana keadaan kamu di sini. Aku takut kamu nggak bisa beradaptasi di sini" ucap kakaknya
"Kamu jangan ngeremehin kesosialan ku dong kak. Gini-gini aku juga mudah berteman tau"
"Baguslah kalau begitu, aku ke sini cuma seminggu aja kok. Karena aku beneran khawatir sama kamu"
"Apaan nih? Kamu sekalian mau cariin aku jodoh?"
"Ya siapa tau kan? Di antara mereka ada yang jodoh sama kakak" canda Naya
Mereka pun menyiapkan alat-alat pemanggang, tak lama kemudian Dita dan yang lain tiba di rumahnya Naya. Naya menyambut mereka dengan sangat senang
"Ayok kak masuk" ajak Naya
"Kamu tinggal sendirian di rumah ini Nay" tanya ku
"Owh iya kak, orang tua ku sibuk di luar negeri. Dan kakak laki-laki ku juga sibuk"
__ADS_1
"Hmmm....kamu nggak kesepian?" Dita juga bertanya
"Kemarin sih sepi, sekarang nggak" ucap Naya Riang
"Yee ntar kalau kami pulang sepi lagi dong, eh aku tadi juga undang temen ku cowok buat ke sini. Nggak apa-apa kan?" Tanya Dita
"Iya, dia sahabat ku dari kecil. Terus baru juga di kota ini. Jadi dari pada dia nggak tau mau kemana, aku juga saranin ke dia buat ke sini" jelas ku
"Nggak apa-apa kok kak, makin rame kan makin seru, kita langsung ke taman belakang aja ya kak" ajak Naya
Rumah Naya lumayan mewah, menurut ku sangat sepi bila tinggal di sini sendirian. Tapi mungkin Naya memang lebih suka kesunyian, fikir ku. Tiba di belakang, kami melihat seorang laki-laki yang sedang menghidupkan bara api.
"Hmm pantesan kamu nggak kesepian, orang di temanin cowok ganteng" ucap Dita
"Ha ha ha, kakak ih. Itu kakak ku yang di luar negeri. Dia baru aja sampe" jelas Naya
"Owh my... Masak sih itu kakak mu? Kok beda banget"
Naya pun mengajak kami mendekati meja, dan meletakan barang belanjaan kami di sana. Dan Naya pun menarik kakaknya mendekati kami.
"Kak kenalin, ini teman-teman kerja aku" ucap Naya
"Hy.... Kenalin aku Richard" ucapnya
"Hy.... Aku Dita, salam kenal ya" sapa Dita tersenyum
"Hy Richard, aku Tiara" ucap ku
__ADS_1
Richard tersenyum melihat ku, dan aku merasa gugup dilihat seperti itu olehnya. Ku akui, untuk mata seorang wanita, Richard sangat tampan dan memiliki postur tubuh yang bagus. Setiap wanita yang bertemu dengannya pastilah menginginkannya. Seperti apa tipe wanita yang di sukai Richard?