Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 74


__ADS_3

Richard mengantar Dita sampai ke depan rumahnya. Dita hanya diam dan tak mengucapkan sepatah katapun dari tadi bahkan di dalam perjalanan menuju pulang ke rumah. Richard pun memahami kondisi inj dan memulai percakapan terlebih dahulu sebelum Dita turun dari mobil.


"Taa, maaf kalau tindakan aku tadi kelewatan" ucap Richard


"Owh, nggak apa-apa kok. Lagian aku tau kamu ngomong gitu karena ingin Melati menjauhi mu sepenuhnya. It's ok" ucap Dita sambil tersenyum


Namun di balik senyumnya ia merasa sakit jika benar ternyata Richard seperti itu hanya sebuah alasan untuk menjauhkan Melati. Tak ingin berlama-lama Dita pun berinisiatif untuk turun dari mobil.


"Tunggu Taa, aku belum selesai ngomong" cegat Richard


"Hmm, kamu mau ngomong apa lagi?" tanya Dita


"Hmm,,, mungkin ini terlalu cepat Taa, tapi aku serius dengan ucapan ku" ujar Richard


"Owh, tak apa. Aku juga maklum kok, ya udah aku masuk ya"


"Bukan gitu Taa... Maksudku bukan itu" ucap Richard terbata-bata

__ADS_1


"Baiklah, jadi maksud mu?" tanya Dita serius


"Maksud ku aku benar-benar serius dengan ucapan ku untuk menikahi kamu" jelas Richard


Mata Dita terbelalak lebar bahkan mulutnya pun ikut menganga mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Richard. Ia sangat tak menyangka jika Richard menyatakan lamaran nya dalam kondisi seperti ini. Yang bahkan mereka sama sekali tidak melewati tahap pacaran.


"Taa, kamu marah? Sorry ya Taa kalau aku tiba-tiba ngomong kayak gini. Tapi kalau kamu keberatan juga nggak apa-apa kok Taa, kita bisa tekanan aja dulu" ucap Richard yang sedikit takut melihat ekspresi Dita yang hanya diam


Tiba-tiba Dita menangis dan meraung sejadi-jadinya membuat panik Richard. Richard pun bingung dengan keadaan seperti ini dan ia tak tau di mana letak kesalahannya. Ia mengambilkan tisu untuk Dita.


"Taa, aku minta maaf banget kalau aku ada salah. Sore ini emang salah aku ok, jadi kamu boleh marahin aku. Tapi pliiss jangan nagis, ntar di sangka orang aku ngapa-ngapain kamu Taa, cup...cup...cup diem ya" bujuk Richard panik


"Hiks...Kamu jahat banget sumpah" ucap Dita terbata-bata


"Sorry Taa, aku minta maaf ok. Lagian salah ya aku ngajak kamu buat serius. Kita kan emang udah lumayan dekat" bujuk Richard


"Kamu jahat banget sih, dari toko tadi aku diem mikir sendirian tau" ucap Dita yang masih terbata-bata

__ADS_1


"Kamu mikir apaan? Aku sama Melati itu cuma masa lalu"


"Bukan itu, aku mikir gimana kalau kamu ngelakuin itu cuma karena buat alasan doang, biar bisa jauh dari cewek gila itu. Dari tadi hati aku gak tenang tau nggak" oceh Dita


"Oh my... Maaf ya Taa. Kelakuan aku tadi jadi bikin kamu kepikiran. Tapi aku serius dengan ucapan ku"


"Aku nggak mau" jawab Dita


Mendengar jawaban Dita, Richard terkejut dan tak menyangka jika lamrannya di tolak.


"Kamu nggak mau nikah sama aku? Why Taa?" tanya Richard tak percaya


"Aku nggak suka kamu ngelamar aku kayak gini" ucap Dita yang masih terisak


".... Kamu udah buat mood aku turun dari tadi dan tiba-tiba malah ngelonjakin naik. Lagian aku sekarang jelek banget karena nagis gini. Terus aku nggak pake baju bagus dan make up. Jadi aku nggak cantik. Orang lamaran kan kudu romantis" ucap Dita sambil sesegukan


Richard yang mendengar ucapan Dita itu pun langsung memeluk dan mengecup kening Dita dengan lembut.

__ADS_1


"Ok kalau gitu, aku akan buat lamaran teromantis buat kamu. Dan aku harap kamu terima aku ok" ucap Richard


Dita hanya mengangguk di dalam pelukan Richard, ia tak menyangka jika Richard akan memintanya menjadi istrinya.


__ADS_2