
Dita berteriak memanggil dokter saat melihat monitor sambungan dari elektroda menunjukan detak jantung Tiara yang melemah. Teriakan Dita mengagetkan Zean dan Andre yang masih ada di kooridor rumah sakit. Andre pun berlari mendekati Dita.
"Taa, kenapa? ada apa?" tanya Andre cemas
"itu lihat, denyut jantung Tiara melemah Ndre cepat panggil dokter" ucap Dita cemas
Andre pun berlari menuju ruangan dokter, dan memberitahu keadaan Tiara. Secepat mungkin dokter dan para perawat mendatangi kamar tempat Tiara di rawat.
"kita harus melakukan operasi sekarang, tubuh pasien melemah drastis. Jika tidak kita akan kehilangan pasien" ucap dokter
"tapi bagaimana dok, kami belum punya pendonor untuk Tiara saat ini. Dan juga saya belum menerima hasil tes medis kemarin" ucap Andre bingung
"untuk sekarang saya akan membawa pasien ke ruang operasi, saya harap kalian bisa cepat mendapatkan donor yang cocok untuk pasien. Dan untuk hasil tes, anda bisa cek langsung ke dokter Burhan. Saya rasa hasil tes nya sudah keluar" ucap dokter
__ADS_1
"baik dok, saya akan ke sana sekarang. Tolong usahakan yang terbaik untuk Tiara dok" ucap Andre berlari menuju tempat yang di beri tahu.
Dita menangis terisak-isak melihat kondisi Tiara yang melemah, ia pun menghubungi ayah Tiara dan Richarad. Tak berapa lama mereka pun berkumpul. Dengan wajah cemas mereka menunggu di depan ruang operasi tempat Tiara di rawat.
Zean melihat dari jauh keadaan Tiara sekarang, dia bahkan tak mampu untuk mendekati ruang operasi. Tiba-tiba Adi mendekati Zean.
"mas yakin akan melakukan ini? mas nggak ngasih tau keluarga mbak Tiara terlebih dahulu?" tanya Adi
"tak ada yang perlu di jelaskan ke mereka Dii, urusan Tiara itu sudah tanggung jawab ku" ucap Zean
"mas, aku harus bilang apa nanti sama bapak dan ibu? pikirkan lagi mas. Kamu nggak harus berkorban sampai sejauh ini" ucap Adi
"ini pun belum cukup untuk membalas semua kesalahan ku Dii, untuk bapak sama ibu tolong kamu yang urus ya Dii. Kamu bisa bilang aku nggak bisa selamat dari kecelakaan itu. Dari dulu kamu yang paling mengerti aku Dii, ini permintaan terakhir ku" ucap Zean lirih
__ADS_1
Adi pun memeluk Zean dengan sangat erat, ia tak menyangka jika Zean sejak mengetahui masalah Tiara sudah melakukan rangkaian tes untuk menjadi pendonor Tiara. Hanya Adi yang mengetahui itu semua, bahkan Zean meminta para dokter untuk merahasiakan semua ini dari keluarga Tiara.
Andre melihat hasil tes nya, ternyata Andre tak bisa mendonorkan organnya untuk Tiara. Ia pun terduduk lemas melihat hasil tes yang ada di tangannya. Andre bingung setengah mati bagaimana untuk mencari pendonor di saat genting seperti ini. Tiba-tiba ada telepon masuk dari ponselnya.
"Ndre, kamu di mana? Tiara udah dapat pendonor yang cocok" ucap Dita di seberang telepon
Andre pun terkejut dan langsung berdiri, ia sangat bersyukur karena di detik-detik terakhir akhirnya ada pendonor yang cocok untuk Tiara.
"syukurlah Taa, aku akan ke sana sekarang" ucap Andre semangat
"iya, operasinya akan di lakukan jam lima nanti sore. Sekarang Tiara di letakan di ICU untuk persiapan operasi" ucap Dita
"baguslah kalau gitu Taa"
__ADS_1
Andre menutup telepon, dengan cepat ia melangkahkan kaki menuju ruangan tempat Dita dan yang lain menunggu. Ia sangat bersyukur dengan keadaan sekarang