Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 126


__ADS_3

Andre mengajak Dita dan Richard untuk makan siang bersama. Ada suatu hal yang ingin ia diskusikan dengan mereka berdua saat ini, dan menunggu mereka di sebuah cafe. Tak lama kemudian Dita dan Richard sampai di cafe tersebut.


"Hy Ndre.... Kamu udah lama di sini?" sapa Dita


"Enggak, aku juga baru sampai." ucap Andre


"Sorry ya Ndre, habis dia lama keluar kantor tadi." ucap Richard sambil menunjuk ke Dita.


"Slow... Cowok memang harus banyak menunggu bro. Aku udah pesan, tinggal kalian aja yang belum. Lagian aku kurang mengerti selera kalian seperti apa" ucap Andre sambil tertawa.


"Owh gak apa-apa, biar aku yang pesan." ucap Dita sambil melihat menu.


Saat Dita memesan makanan, Andre dan Richard banyak berbincang masalah bisnis dan kantor. Mereka berbagi ilmu dan pendapat agar perusahaan mereka semakin maju di kemudian harinya. Tak lama, pesanan mereka pun datang. Mereka menikmati makan siang bersama yang sangat jarang di lakukan setelah Tiara berangkat ke Paris beberapa bulan yang lalu.


"Aku berencana akan pindah ke Paris." ucap Andre tiba-tiba.


Dita dan Richard terkejut dengan ucapan Andre dan saling menatap satu sama lain. Bukan suatu rahasia lagi kalau Andre saat ini mengejar Tiara, namun mereka tak menyangka jika Andre sampai nekat untuk pindah ke Paris juga demi Tiara.


"Kamu yakin Ndre pindah ke sana? Terus nanti kantor mu yang di sini gimana?" tanya Dita serius.


"Masih aku yang kelola, tapi aku juga mau mengembangkan kantor ku yang di Paris." ucap Andre.


"Waahhh sudah sampai buka cabang di Paris ya? Sepertinya ada yang gerak cepat nih Taa." ledek Richard sambil tersenyum ke arah Dita.


"Iya dong sayang, cinta itu kan butuh perjuangan." ucap Dita manja.


"Kalian bisa aja, tapi di sini aku butuh bantuan mu Chad. Aku butuh kerja sama perusahaan kita di sana, karena di sana perusahaan mu lebih besar mungkin akan lebih mudah masuk ke pasaran" jelas Andre.


"Hmm... Di sana yang pegang masih Dady aku sih Ndre tapi nanti aku minta resume kamu dan proposalnya. Aku tawari sama Dady semoga aja Dady aku tertarik dan bisa kerja sama dengan perusahaan mu." ucap Richard menjelaskan.

__ADS_1


"Ok thank's ya. Semoga di permudahkan semuanya." ucap Andre berharap.


"Amiinnn, lagian aku juga kasian kalau Tiara terus-terusan sendiri. Aku ingin dia hidup normal lagi." ucap Dita.


Andre hanya tersenyum mendengar ucapan Dita. Sebenarnya Andre sama sekali tak ada niat untuk membohongi mereka tentang Zean yang masih hidup, tapi karena cintanya ke Tiara jadi membuat Andre buta akan hal baik yang selama ini ia lakukan. Dan sekarang Andre malah takut untuk memberi tahukan kalau Zean masih hidup ke pada mereka, karena ia takut kalau di tuduh bersekongkol dengan Zean dan menipu Tiara.


"Baiklah, Kemungkinan aku akan berangkat lusa." ucap Andre tiba-tiba.


"What....Lusa?" teriak Dita dan Richard bersamaan.


"Kamu gila ya Ndre? Secepat itu kamu mau berangkat ke sana?" Tanya Dita.


"Iya memangnya kamu sudah urus semua keperluan mu untuk berangkat dan keperluan mu di sana?" tanya Richard juga


"Santai, aku sudah urus semua kok. Tapi kalian jangan kasih tau Tiara ya kalau aku ke sana." ucap Andre.


"Aku gak mau dia ngira aku ke sana buat ngejar dia, aku mau kami ketemu tiba-tiba aja gitu." ucap Andre.


"Alah... Kebanyakan drama kamu mah. Langsung ketemu aja kan gak masalah." ucap dita sepele.


"Iya gak masalah sih, tapi feel-nya itu gak ngena banget kalau aku sengaja datang ke sana. Kalau tiba-tiba kami ketemu gitu kan aku bisa bilang ada urusan kerjaan di sana" jelas Andre.


"Oo... Jadi gitu taktik cowok. Sok ada kerjaan padahal emang cari jalan." ledek Dita.


"Iya gimana lagi Taa, aku gak mau dapat kesan jelek dari Tiara." ucap Andre.


"Bener banget itu bro, kalau kamu langsung datangin Tiara ke apartemennya pasti dia akan mikir kalau kamu laki-laki yang nekat. Ujung-ujungnya bukan dapat simpatik malah dia bosan dengan sikap kita. Ya nggak?" ucap Richard.


"Stuju men..." ucap Andre sambil tertawa.

__ADS_1


Mereka pun tertawa dan menghabiskan jam makan siang dengan bercanda ria, setelah selesai mereka pun berpisah dan mengerjakan aktivitas mereka masing-masing.


________________


Arnold masuk ke dalam Apartemennya dan menuju ruang Tv, ia menghempaskan badannya ke sofa dan memegang kepalanya yang sedikit pusing. Bukan karena kerjaan atau pun keuangan, melainkan karena hubungan Zean dan Tiara yang rumit yang terjadi di depan matanya secara langsung.


"Bagaimana aku mau berumah tangg, melihat hubungan mereka saja aku sudah pusing sendiri." gumam Arnold sambil menghidupkan Tv nya.


Saat akan bangkit untuk mengambil air minum, tiba-tiba ponselnya berbunyi. Dan ternyata itu telepon dari Zean, ia pun mengangkatnya dengan cepat.


"Hallo.... Ada apa?" tanya Arnold sedikit khawatir.


"File yang kemarin sudah aku selesaikan, tadi aku lupa buat suruh kamu bawa ke kantor besok." ucap Zean.


"Ok besok sebelum berangkat kerja aku mampir ke sana ambil filenya, kamu letak aja di atas meja makan mu. Biar gak usah ku bangunin lagi besok." saran Arnold.


"Besok aku juga ada urusan ke kantor, aku nebeng ya?" tanya Zean berharap.


"Ok, memang besok ada urusan apa kamu ke kantor?" tanya Arnold balik.


"Ada dokumen yang harus aku perbaiki dan ku tandatangani, aku gak enak sama Mr.Steph untuk menyuruh orang lain ke rumah ku. Itu kan kesalahan yang aku perbuat." jelas Zean.


"Kamu kan udah tau kalau perusahaan memang memberikan hak istimewa ke kamu yang kondisinya gak memungkinkan untuk bekerja ke kantor. Jadi ya biar aja lah mereka kirim orang untuk kirim itu dokumen." ucap Arnold.


"Tapi aku gak enak kalau terus-terusan seperti ini, kayak menyusahkan orang lain tau gak sih?" ucap Zean sedikit memelas.


"Sudah lah, kamu tenang-tenang aja di rumah. Lagian siang kamu ada jadwal ketemu dengan dokter, jadi istirahatkan tubuh mu mulai malam ini." saran Arnold sambil mematikan ponselnya.


Kalau bukan karena keluarga Arnold mungkin Zean tidak dapat bekerja di sana, namun karena orang tuanya adalah pemilik perusahaan hal tersebut bisa saja terjadi baginya. Ia sengaja tidak memberitahu semua orang tentang identitas dirinya, karena menurutnya akan lebih baik jika orang tau dia yang biasa-biasa saja. Tapi lain halnya dengan Zean yang tau semuanya tentang Arnold, tapi ia tetap memperlakukan Arnold seperti orang biasa. Maka dari itulah Arnold sangat menyukai berteman dengan Zean.

__ADS_1


__ADS_2