Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 61


__ADS_3

Zean terdiam di kamarnya sambil membaca surat dari pengadilan agama yang di berikan Tiara kepadanya. Ia membaca dengan seksama tiap kata yang tertulis di dalam surat tersebut, dan di dalam surat itu mereka akan mengadakan sidang pertama lusa pagi. Waktu yang sangat singkat dan mengejutkan baginya. Zean pun merebahkan badannya di kasur dan mencoba memejamkan matanya, namun rasa cemas dan gundah lebih besar di bandingkan dengan rasa kantuknya saat ini. Ia pun membuka ponselnya dan mencoba menulis pesan kepada Tiara.


"Raa, kamu udah tidur?" Tulis Zean


Tak lama kemudian ada balasan dari Tiara.


"Ada apa? Kalau kamu lapar, pesan online aja" balas Tiara


"Nggak, aku nggak lapar. Aku takut"


"Kamu udah besar, untuk apa kamu takut tidur sendirian? Lagian kalau kamu takut, kamu bisa nyalain lampunya"


"Bukan itu, takut ku bukan karena sendirian saat ini. Tapi sekarang aku takut akan sendirian selamanya"


"Kamu akan terbiasa nantinya"


 "Aku tau, aku salah. Selama ini aku menyia-nyiakan dan mengabaikan diri mu. Memang wajar kalau sekarang kamu melakukan hal seperti ini sekarang, aku memakluminya. Aku sadar, terlalu banyak kesalahanku kepada mu. Bahkan kata-kata maaf pun tak kan cukup untuk mengubur semua kesalahan yang pernah aku lakukan."


"Sudah lah, nggak perlu di bahas lagi. Kita udah sama-sama dewasa, jadi nggak perlu main drama-dramaan"


"Raa, apa kamu benci aku?"


"Nggak, aku udah terbiasa dengan sikap dan tingkah laku mu"


"Apa kamu udah nggak ada perasaan lagi sama aku?"

__ADS_1


"Setelah kamu milih wanita itu di bandingkan aku, aku mengubur dalam-dalam perasaanku untuk mu"


"Tidakkah tersisa setitik pun untuk ku?"


"Saat ini aku hanya ingin kita sadar, siapa kita dan semoga tak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang"


"Jadi, kamu mau memaafkan aku?"


"Aku selalu memaafkan mu Zean"


"Kalau begitu, bisakah kita kembali seperti dulu?"


"Maaf Zean, aku ingin bahagia"


"Aku akan buat kamu bahagia Raa. Aku janji nggak bakalan ngelakuin kesalahan yang sama"


"Aku baru menyadarinya sekarang Raa"


"Zean, kita nggak bisa kembali seperti dulu. Prinsip dan tujuan kita sangatlah berbeda"


"Tak bisakah kamu beri aku kesempatan sekali lagi kepada ku"


"Aku sudah memberikannya Zean. Tapi kamu mengabaikannya. Maaf"


Zean pun memandangi pesan terakhir dari Tiara. Ia sama sekali tak memberikan kesempatan untuk Zean memperbaiki semuanya. Zean semakin kalut terhadap perasaannya, ia merasa sangat takut untuk kehilangan Tiara dan menyesali semua yang telah ia lakukan selama ini.

__ADS_1


Aku pun terdiam melihat tak ada balasan dari pesan ku terakhir. Entah ini yang terbaik atau bukan, saat ini aku hanya mengikuti kata hati ku. Aku sangat ingin mempertahankan rumah tangga ku selama ini, namu Zean sama sekali tak ingin mempertahankannya. Bahkan ia memilih untuk pergi dengan wanita lain. 


"Baiklah,aku memperjuangkan orang yang salah. Jadi, aku harus melepaskan itu semua karena itu salah" batin ku


Naya menemui kakaknya di ruang keluarga, ia ingin menanyakan secara langsung apa yang terjadi tdi malam saat kakaknya itu mengantar Melati.


"Kakak semalam ngantarin Melati cari taksi sampe mana?" Tanya Naya


"Di jalan raya depan sana" ucap Richard sambil menunjuk


"Owh, taksinya dapet? Kenapa dia nggak pesan taksi online aja sih? Paling dia alasan doang biar bisa jalan sama kakak"


"Entahlah, memangnya kenapa?"


"Nggak apa-apa sih. Kenapa kakak lama banget ngantarin dia?" Pancing Naya


"Owh aku ketemu Tiara sama suaminya" ucap Richard datar


"What, terus gimana?" Ucap Naya pura-pura tak tau


"Ya begitu lah. Ngobrol bentar terus mereka pamit pulang" 


"Hmm, terus si Melati gimana pas liat suaminya kak Tiara"


"Biasa aja, suaminya Tiara juga biasa aja. Udah lah, nggak usah bahas rumah tangga orang. Pamali" ucap Richard

__ADS_1


"Ok ok ... Aku kan cuma penasaran"


Naya pun pergi meninggalkan Richard di ruangan itu. Ia sangat tak percaya, dan sangat ingin melihat reaksi Melati saat melihat suaminya Tiara lagi bareng berdua. Ingin sekali ia mengabadikan ekspresi nya yang mungkin sangat memalukan.


__ADS_2