Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 88


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu tapi belum ada kabar untuk pendonor Tiara dari Andre maupun Richard. Mereka pun mulai panik mendengar ucapan dokter bahwa kondisi Tiara sedikit melemah.


"kalau begini terus kondisi pasien akan semakin gawat, kita harus secepatnya melakukan operasi" ucap Dokter pada Andre


Ayah yang mengetahui situasi saat ini mengajak Andre dan yang lain untuk berkumpul, mereka pun berkumpul di ruangan di mana Tiara di rawat. Setelah semua berkumpul ayah pun memulai perkataannya.


"aku sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah mau susah payah membantu Tiara dan Zean. Terima kasih saja menurutku itu tidak cukup untuk kalian semua" ucap ayah memulai


".... aku tau, kita semua sudah berusaha semaksimal mungkin mencari pendonor yang tepat untuk Tiara. Namun tetap saja, mencari pendonor sekarang tidaklah mudah. Setelah berfikir selama dua hari ini, biarkan saya sendiri yang mendonorkannya untuk Tiara" ucap ayah

__ADS_1


Semua orang pun kaget mendengar ucapan ayah, terlebih lagi Andre yang sudah menganggap ayah Tiara sebagai bapaknya sendiri.


"nggak pak, nggak semudah itu. Saya yakin Tiara nggak akan setuju jika bapak melakukannya" ucap Andre khawatir


"aku ini ayahnya, apa yang di lakukan ayah kepada putrinya itu adalah sebuah kewajiban seumur hidupnya. Lagian di umur ku yang sudah beranjak ini, aku pun ingin beristirahat secepatnya" ucap ayah lirih


"pak tunggulah sebentar lagi, saya yakin akan ada orang yang mendonorkan mata dan hatinya untuk Tiara" Andre menahan


Semua orang di ruangan itu terdiam mendengar ucapan ayah. Tak seorang pun berani membantah ucapannya. Andre yang mendengar keputusan ayah pergi meninggalkan mereka di ruangan itu. Tak seperti biasanya Andre bersikap seperti itu.

__ADS_1


Di luar rumah sakit Andre menelepon seluruh koneksinya dan menanyakan ketersediaan pendonor untuk Tiara. Ia pun bahkan mencoba mencari melalui pasar gelap, namun tetap nihil. Tak satu pun kabar baik yang dapat ia dengar. Andre pun membanting ponselnya ke lantai karena kesal. Hatinya di penuhi dengan amarah dan emosi.


Ayah sudah berganti pakaian dengan mengenakan pakaian pasien. Beliau sudah bersiap untuk melakukan berbagai tes sebelum menjalankan transplantasi hati dan kornea mata. Dita mendorong ayah yang sudah duduk di kursi roda untuk memasuki ruangan pengecekan. Di saat yang bersamaan Andre pun datang menghampiri Dokter dan perawat.


"saya juga akan melakukan pengecekan" ucap Andre tiba-tiba


Semua orang yang mendengar itu pun kaget bukan main mendengar ucapan dri Andre yang secara tiba-tiba.


"silahkan ganti pakaian anda dengan yang ada di sana, perawat akan membantu anda mengganti pakaian. Tapi sebelumnya anda harus mengisi ini dulu" ucap Dokter sambil memberikan beberapa kertas pernyataan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang Andre pun melakukan semua yang di perlukan pihak rumah sakit. Dengan mantap ia mengisi semua formulir dan surat pernyataan itu. Ia berfikir kalau ia pun berhak untuk membantu Tiara, karena selama ini ia sangat mencintai Tiara. Bahkan saat ini ia sangat ikhlas jika mati karena menolong Tiara. Ia ingin orang yang di cintainya tetap hidup. Dan akan merasakan bahagia selamanya.


Andre pun memasuki ruangan pengecekan setelah ayah yang duluan memasuki ruangan tersebut.


__ADS_2